
Gavin tersenyum sendiri memikirkan ucapan polos Kania kepada Rio, harus ngomong apa ia ketika bertemu dengan pria separuh baya itu nanti.
Gavin akan di cap sebagai seorang yang suka memaksa anak gadis orang untuk menjadi pacarnya.
"Kania ... Kania kenapa jadi cewek polos amat sih," ucapnya dalam hati sambil tertawa.
Kalau boleh jujur ia justru tertarik dengan sikap polos Kania dan manjanya gadis itu.
Membayangkan Kania membuat dirinya jadi senyum-senyum sendiri di depan cermin.
Gavin tidak mengerti dari mana muncul ide gila seperti itu, meminta Kania menjadi pacarnya dengan cara yang kejam.
Tetapi gadis itu menerimanya tanpa perlawanan sedikit pun membuat ia terus tersenyum geli kalau mengingat peristiwa tadi.
Rasa yang sangat berbeda ketika ia baru jadian dulu sama Aurelia, rasanya biasa saja.
Kenapa sekarang ia seperti pria yang sedang di mabuk kepayang, seperti orang gila senyum-senyum sendiri di depan cermin.
Tiba-tiba bunyi sebuah pesan masuk di telepon milik Gavin, siapa yang mengirimkan pesan kepadanya malam-malam begini?
Mungkinkah keluarganya yang sedang ada di London ingin mengabarkan sesuatu kepadanya?
Gavin membuka pesan tersebut dan membacanya ternyata dari seseorang wanita yang dari tadi membuatnya setengah gila, sebuah pesan dari Kania.
Hatinya seperti berbunga-bunga yang sedang bermekaran aneka warna, ia sangat bahagia.
"Kak besok pagi kita bisa bertemu? Sekalian bantu Kania mengerjakan skripsi, kakak udah janji mau bantuin." Isi pesan Kania.
Bagaimana tidak bahagia Kania mengajak ia bertemu besok pagi untuk membantu mengerjakan skripsinya yang sudah tinggal sedikit lagi.
__ADS_1
Tidak mungkin ia menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bertemu, kalau perlu setiap hari saja gadis itu mengajak ia bertemu.
"Baiklah besok kakak jemput kamu sayang dan nanti di bantuin buat mengerjakan skripsinya, jangan lupa bayarannya." Pesan balasan dari Gavin.
"Sampai ketemu besok, Kania tunggu." Kania kembali membalas pesan Gavin.
*****
Keesokan harinya dua sejoli itu kembali bertemu, Gavin menjemput Kania.
Gadis itu keluar setelah melihat mobil Gavin sampai di halaman rumahnya dengan menenteng tas laptop miliknya.
Mereka memilih tempat buat nongkrong untuk bisa ngobrol sambil Gavin membantu Kania mengerjakan skripsi gadis itu.
Mereka memesan minuman dan beberapa snack untuk cemilan sambil mengetik skripsi.
Gavin juga sesekali seperti sedang berpikir sebelum menjawab pertanyaan Kania.
"Kak jadi narasumber dalam skripsi aku ya?" kata Kania sambil tertawa.
"Ketik narasumbernya sekaligus pacar aku gitu," ledek Gavin.
"Gak lucu kak, tapi ini serius aku jadiin kakak sebagai narasumber aku," balas Kania.
"Kan, suapin kakak kentang goreng dong.
Anggap aja itu bayaran yang pantas untuk kakak hari ini, kamu kan udah minta waktu kakak," ucap Gavin.
"Sama pacar aja perhitungan pake bayaran segala," cibir Kania.
__ADS_1
"Ayo dong sayang suapin, pasti kentang akan berbeda rasanya saat kamu yang suapin," pinta Gavin.
"Modus, bilang aja memanfaatkan keadaan" balas Kania.
Gadis itu mengambil kentang goreng yang ada di atas piring dan memberinya sedikit saos cabe di ujungnya lalu memasukkan di dalam mulut Gavin.
Saat tangan Kania sedang memasukkan kentang goreng ke mulut Gavin seseorang masuk dan melihat apa yang Kania lakukan kepada lelaki itu.
Tetapi dua sejoli yang tengah asik suap-suapan itu tidak melihat keberadaannya saat ini.
Rasanya hatinya begitu sakit melihat pemandangan seperti ini ternyata benar saja dugaannya selama ini, Kania menolak untuk bertemu dengannya karena Gavin.
Sosok itu adalah Andre yang tanpa sengaja bertemu kembali dengan Kania dan Gavin.
Tidak heran mereka bisa bertemu di tempat ini karena memang di sini menjadi tempat tongkrongan favorit mereka kalau kumpul sejak dulu.
Andre segera menghampiri Kania dan Gavin, sekalian ia ingin mengingatkan Kania tentang alasan menolak ketemu dengannya semalam.
"Dunia ini memang sempit rasanya dari kemarin kita ketemu aja walaupun tidak perlu janjian dulu.
Hi Kania, semalam aku telepon kamu bilang hari ini mau ketemu oma Lia. Aku baru tau ternyata Oma kamu adalah Gavin," ucap Andre sinis.
Kania jadi salah tingkah pasti akan ada kesalahpahaman di antara mereka saat ini, ia belum sempat bercerita tentang telepon Andre semalam kepada Gavin.
Andre juga pasti salah paham tentang hubungan dengan Gavin yang belum sempat ia jelaskan.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Ini aku kasih bonus buat malming, jangan lupa buat bantu like, komen dan bantu vote ya.
__ADS_1