
Mendengar semua pernyataan Gavin, Kania menjadi bingung mau menjawab apa, hatinya senang ada seseorang lelaki yang menyatakan cinta kepadanya.
Sebagai seorang wanita ia merasakan tersanjung kalau ada yang menaruh hati padanya, menunjukkan paling tidak ia adalah seseorang yang masih laku di bursa percintaan.
Tetapi Kania juga harus punya harga diri di hadapan lelaki, ia tidak ingin di nilai murahan untuk langsung menerima saja cinta seorang Gavin apalagi lelaki itu menyatakan cintanya di saat dirinya kalah challenge.
"Kania boleh menjawab dengan jawaban Kania sendiri gak kak? Kania boleh memilih gak?" tanya Kania.
Gavin yang menggeleng sambil tertawa "Ini bukan jawaban pilihan berganda ada pilihannya A,B, atau C dan kamu tidak punya pilihan lain selain menjawab iya.
Ingat ini hukuman !! Kalau di langgar berarti ada dendanya dan hukumannya tambah berat." Ucap Gavin.
"Kak ini gak adil buat Kania dan ini namanya pemaksaan cinta kak," ucap Kania sambil memonyongkan bibirnya.
"Biarin kadang cinta harus di paksa dan sedikit terpaksa, judul novel yang paling terlaris di baca penggemar saja harus ada kata "dipaksa atau terpaksa" maaf sekarang kakak sedikit memaksa kamu menerima cinta kakak.
Dan tidak boleh ada kata penolakan jika menolak maka hukumannya semakin berat, kakak sudah kelihatan seperti Tuan muda yang kejam belum??" tanya Gavin sambil tertawa.
"Ini semua terlalu kejam buat Kania, seperti melebihi kekejaman zaman penjajahan.
Cinta yang terjajah oleh kelicikan jebakan cinta kak Gavin," jawab Kania.
Sekarang kalau kakak tanya dan jawab yang jujur, apakah kamu suka sama kakak?
Jangan ada dusta di antara kita !! Jawab dan tatap mata kakak supaya kakak bisa lihat kejujuran kamu," tanya Gavin.
"Sial" umpat Kania dalam hati ini jawaban tersulit buat dirinya, lelaki brengsek ini selalu memberi jebakan yang membuat dirinya semakin terpojok.
Kalau saja ia menjawab "tidak" berarti dusta dan jika jawabannya "iya" mau ditaruh dimana muka saat ini.
__ADS_1
Kania menunduk tidak berani menatap apalagi yang di tatap muka setampan Gavin membuat jantungnya bergemuruh seperti helikopter mau jatuh, dan pria itu auto tau ia sedang salah tingkah.
Lama Kania tertunduk malu dan memilih diam tidak menjawab sepatah kata dan Gavin hanya memandang dengan senyuman di bibirnya.
Ia mengerti Kania sulit menjawab dan mengakui perasaannya saat ini, semua ini ia lakukan supaya sukses menjadikan Kania sebagai pacarnya.
"Kenapa kamu diam dek, coba jawab pertanyaan kakak.
Kalau kamu diam cukup mengartikan jika kamu juga suka sama kakak," ucap Gavin.
"Kalau Kania jawab takut hukumannya nambah jadi mending diam aja," sahut Kania sambil menunduk dan memajukan bibirnya.
"Jadi kamu menyerah sekarang?" tanya Gavin sambil tertawa.
"Apapun yang Kania jawab semuanya menambah hukuman alasannya karena kalah challenge," cebik Kania dengan wajah kesal.
"Gak ada yang boleh dekat-dekat kamu lagi, gak boleh lagi pergi hangout bareng Andre. Kalau pergi dan izin pacar dulu !!!" lanjut Gavin sambil tertawa kemenangan.
"Gitu amat sih kak, jadian kok maksa. Orang lain kalau jadian romantis banget.
Masa aku menjadi pacar seorang CEO yang jadian di pinggiran danau dengan pemaksaan tanpa bunga bunga dan cincin, sebuah kisah percintaan yang sangat menyedihkan," balas Kania dengan muka lemas.
"Nanti pulang dari sini kakak akan kirim bunga satu mobil pick up ke rumah kamu dan beli cincin berlian yang indah buat kamu, tapi syaratnya kakak mau melamar kamu sekarang juga di depan om Rio dan tante Sisil" sahut Gavin.
"Makasih kak bunganya, lebih baik gak usah di kirim ke rumah besok mesti panggil mobil sampah buat angkut buang lagi," kata Kania kesel dengan kata konyol Gavin.
"Nanti pulang kita mampir ke tokoh bunga kakak akan beli bunga buat kamu sayang, udah jangan ngambek lagi.
Senyum dulu dong jangan cemberut aja nanti di kirain kita berantem sama papa kamu," kata Gavin sambil tertawa.
__ADS_1
"Aku bilang sama papa kalau kakak maksa aku jadi pacar," ledek Kania sambil menjulurkan lidahnya.
Gavin tertawa melihat tingkah Kania yang lucu, sekarang langkahnya lebih maju selangkah lebih depan dari Andre.
Ia sudah berhasil menjadikan Kania pacarnya walaupun dengan cara sedikit memaksa.
Mereka berdua pun akhirnya meninggalkan taman di saat hari mulai gelap, tidak lupa Gavin membeli sebuket bunga buat Kania.
Lalu ia memberikan bunga itu kepada Kania sebagai tanda sah hari ini mereka jadian menjadi pacar pemaksaan.
"Dek ini bunga buat kamu, sah ya kamu jadi pacar kakak," ucap Gavin sambil memberikan bunga ke tangan Kania.
"Pacar pemaksaan" jawab Kania sambil terkekeh.
"Salaman dulu sama kakak sayang," goda Gavin sambil mengulurkan tangannya.
Akhirnya Kania menerima uluran tangan lelaki itu sambil menunduk malu.
Gavin tertawa sambil mengacak-acak rambut Kania, akhirnya misi pertama berhasil di jalankan.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Hey ... aku balik lagi buat kasih bonus up buat kalian tapi bantu aku dong buat kasih jempol kalian dan komen.
Saran & kritik tetap aku terima loh, yang penting sopan.
Aku tuh semangat kalau lihat kalian komen dan suka malas kalau komennya dikit padahal yang baca banyak.
Kasih semangat dan energi dikit buat yang ngetik ya.
__ADS_1