Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-47


__ADS_3

Suasana yang semula hangat sekarang berubah sedikit canggung, tapi Gavin bersikap senatural mungkin karena pikirnya ia Kania sudah berbaikan dan saatnya sekarang ia membalas semua perbuatan Aurel.


Entah berapa kali Gavin mengecup kening Kania untuk menunjukkan tidak ada sesuatu yang terjadi antara dirinya dan Kania.


Setiap melihat hal itu Aurel hanya tersenyum kecut menunjukkan perasaan tidak sukanya tentang hal itu.


Berbeda dengan Andre dan Dira yang antusias bisa bertemu dengan Jimmy si artis sensasional yang sering masuk akun gosip terkini.


"Gue gak sangka bisa bertemu Jimmy di sini, baru nyadar ternyata sepupu gue juga seorang publik figur," ucap Andre.


Aurel hanya tersenyum mendengar ucapan Andre, ia kurang bersemangat untuk berbicara terlalu banyak.


"Kenapa Aurel lu diam aja dari tadi seperti orang hidup segan mati tak mau?" tanya Andre.


"Ehm ... cuma capek aja dua hari ini pekerjaan gue padat banget," jawab Aurel.


"Kalau bro ini siapa?" tanya Jimmy.


"Ini sahabat gue Gavin, kami sudah sahabatan sejak SMA dan ini Kania calon istrinya Gavin adik kelas kami waktu itu.


Mereka mungkin akan menikah dalam waktu dekat ini, ya kan bro?" Jawab Andre sambil melirik ke arah Gavin dan Kania, sebenarnya Andre hanya becanda bicara seperti itu untuk menggoda Gavin dan Kania saja.


Gavin dan Kania yang mendengar ocehan Andre menjadi tertawa bersama.


"Bener banget bro, habis Kania wisuda kita mau langsung menikah, benar kan sayang?" Jawab Gavin mantap dan langsung mendapat lirikan dari Kania dengan cepat Gavin menarik Kania dalam pelukannya dan mengecup kening gadis itu supaya Kania tidak banyak protes.


Mendengar pernyataan seperti itu membuat hati Aurel semakin sakit bahkan air matanya hampir saja mengalir untungnya masih sempat tertahan.


Bagaimana tidak ia yang menjalin kasih bertahun-tahun, tetapi kenapa harus orang lain yang menikah dengan Gavin?


"Nah kalian berdua kapan mau menyusul?" tanya Dira yang sejak tadi banyak diam.


"Secepatnya, doa'in aja," jawab Jimmy.


"Iiih, apa-apaan ini Jim," sahut Aurel sambil menatap tajam Jimmy.


"Kenapa? Ada yang salah dengan ucapanku? Aku minta doa supaya kita berjodoh." Balas Jimmy sambil terkekeh langsung mendapat tatapan sinis Aurel.


"Kamu ngundang kita ketemu buat apa bro?" tanya Aurel.


"Sombong amat sepupuku ini, aku pingin mendeklarasikan hubungan aku sama Dira. Biar lu pada tau kalau gue bukan jomblo lagi, gue udah punya pacar dan di hati gue udah ada nama Dira," jawab Andre.


Jawaban Andre sontak memancing tertawa dari mereka yang mendengarnya.


"Sombong," jawab Gavin tiba-tiba.


"Biarin la sombong juga karena ada yang di sombong kan bro, iya gak beib?" sahut Andre sambil melirik Dira.

__ADS_1


"Udah nih deklarasinya?" tanya Aurel.


"Kalau udah gue mau pamit, capek banget badan gue sekarang. Gue ucapin selamat buat lu berdua," lanjut Aurel.


"Bukan capek badan gue tapi capek hati gue," ucap Aurel dalam hati.


"Ya udah kalau kamu capek kita balik aja," kata Jimmy.


"Ayo cabut," balas Aurel sambil menarik tangan Jimmy.


Setelah kepergian Aurel mereka berempat lanjut untuk ngobrol lagi, Andre seperti bahagia setelah bisa memperkenal Dira sebagai pacarnya.


Jimmy dan Aurel segera meninggalkan tempat itu, di dalam mobil juga gadis itu banyak diam.


Entah apa yang merusak hatinya saat ini membuat Jimmy bingung sendiri menebaknya.


"Aurel aku anterin kamu ke apartemen sekarang?" Tanya Jimmy memecahkan keheningan ketika di dalam mobil.


"Aku butuh hiburan untuk menenangkan diri Jim," jawab Aurel tampak lesu.


"Tadi katanya kamu capek ingin istirahat," balas Jimmy.


"Bawa aku ke tempat hiburan Jim, aku ingin melepas sejenak lelah hatiku," sahut Aurel.


"Kamu kenapa sih? Sejak tadi siang setelah bertemu pria tadi kamu seperti hilang semangat. Kamu bisa cerita aku akan menjadi pendengar yang baik buat kamu," ucap Jimmy.


"Baik, jika kamu tidak mau cerita aku gak maksa. Tapi kapan pun kamu butuh teman cerita aku siap mendengar," balas Jimmy.


Aurel mengangguk tanda ia mengerti apa yang di ucapkan Jimmy, tapi saat ini dirinya benar-benar belum siap untuk bercerita.


Aurel hanya fokus membuang sesak di hati dan membuang rasa kecewanya, karena ia sungguh amat tidak rela Gavin di miliki Kania saat ini.


Kenapa rasa cintanya kepada pria itu bisa membuat ia merasakan sesakit ini, perih rasa hatinya melihat Gavin dan Kania begitu mesra.


"Kita benaran jadi ke tempat hiburan sekarang?" tanya Jimmy.


"Jadi, aku ingin menghibur diri," jawab Aurel.


Aurel dan Jimmy menuju sebuah tempat hiburan malam terbesar di ibukota, banyak para kaum elite dan para pekerja entertainment yang mengunjungi tempat ini.


Para DJ yang di pakai pun bukan orang sembarangan tentu mereka yang sudah punya nama besar yang bisa pentas di tempat tersebut.


Untuk menghindari gosip dan kejaran pencari berita Jimmy menyewa sebuah room VIP untuk mereka berdua.


Tempat ini bukan tempat yang asing bagi Jimmy, ia sering membawa teman wanitanya datang ke sini.


Setelah membooking sebuah room, Jimmy dan Aurel segera masuk ke room tersebut.

__ADS_1


Sebuah ruangan dengan lampu warna-warni yang menyilaukan mata bagi mereka yang belum pernah kesini.


Ruangan yang hanya di hiasi oleh cahaya remang-remang di sanalah Jimmy dan Aurel sekarang duduk berdua sambil mendengar dentuman musik yang sangat memekakkan telinga.


"What you wan't to drink ?" tanya Jimmy.


"I wan't a special drink" jawab Aurel.


"Yup, more specific please, like Vodka or tequila ?" tanya Jimmy lagi.


"Maybe Vodka" jawab Aurel.


"Allright," sahut Jimmy.


Lalu Jimmy memesan minuman Vodka untuk ia dan Aurel dan tidak lama minuman yang di pesan pun datang.


Jimmy memberikan minuman itu untuk Aurel dan untuk dirinya sendiri.


"Aurel kamu biasa minum seperti ini?" tanya Jimmy.


"Kadang-kadang aja kalau lagi suntuk," jawab Aurel.


"Kamu sendiri gimana?" lanjut Aurel.


"Sama dengan kamu, kadang-kadang kalau aku lagi pengen aja," sahut Jimmy.


Akhirnya Aurel dan Jimmy minum Vodka bersama sambil menikmati alunan musik yang terus di mainkan, sambil menggoyangkan badannya mereka berdua menikmati malam ini.


"Bagi rokok kamu Jim!" Pinta Aurel.


"Emang kamu merokok, dari kemarin aku gak lihat kamu merokok," sahut Jimmy sambil menyodorkan rokoknya.


"Lagi pengen aja Jim," balas Aurel sambil tersenyum.


Minuman di dalam sloki milik Aurel sudah habis "Lagi Jim." Ucap Aurel sepertinya udah dalam setengah mabuk.


"Jangan banyak-banyak sayang," balas Jimmy yang juga sudah sedikit mabuk.


"Aku mau lagi Jim," rengek Aurel.


Jimmy tidak kuasa untuk menolak permintaan gadis itu, mendengar rengekannya membuat Jimmy menuangkan kembali minuman ke gelas milik Aurel.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa untuk selalu memberi like dan komen sehabis membaca dengan itu kamu membuat para author untuk rajin up.


Bila suka dan ikhlas kamu bisa memberi vote ... happy reading.

__ADS_1


__ADS_2