Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-37


__ADS_3

Gavin asik bekerja di kantor seharian, banyak sekali pekerjaaan yang harus ia kerjakan hari ini.


Sedangkan Kania sedang sibuk dengan skripsinya sambil menunggu jadwal sidang sebelum di wisuda.


Rio juga sibuk dengan semua berkas yang menggunung di dalam ruangannya, sepertinya hari ini menjadi hari yang begitu sibuk buat mereka semua.


Kebetulan hari ini Dave juga ikut ke kantor, ia ingin melihat perkembangan perusahaannya di bawah kepemimpinan anak sulungnya.


Sebagai seorang ayah ia tidak mungkin langsung melepas perusahaan mereka begitu saja tanpa kontrol dari dirinya.


Tetapi setelah melihat kinerja putranya hari ini pria paruh baya tersebut merasa cukup senang ternyata Gavin bisa di andalkan dari semua laporan yang ia terima, perusahaan mereka sekarang bisa meraih banyak keuntungan dan banyak kerjasama baru dengan pihak investor.


Dave patut berbangga mempunyai putra seperti Gavin yang tanggung jawab terhadap pekerjaan, sayang dan menghormati kedua orang tuanya.


Gavin yang sibuk dengan laptop di depannya tiba-tiba di kagetkan dengan bunyi handphone yang sejak tadi ia letakkan di atas meja kerjanya.


Ia melirik ke layar teleponnya satu panggilan dari London yang ia tidak kenal nomornya.


Mungkinkah telepon dari Adiknya Gisel yang sedang ada di sana? Atau teman kuliahnya selama mengenyam pendidikan di sana? Atau jangan-jangan Aurelia yang kembali menghubunginya?


Gavin ingin membiarkan teleponnya begitu saja tanpa mengangkatnya, namun jika itu dari Gisel mungkin ada sesuatu yang penting yang ingin di sampaikan oleh adik perempuannya tersebut.


Akhirnya pria itu pun memilih menjawab panggilan telepon tersebut.


"Halo," sapa Gavin.


"Halo, apa kabar sayang," sapaan balik perempuan di ujung telepon.


"Kabar baik, tapi gak perlu pake sayang-sayangan segala Aurel," jawab Gavin


"Kamu kok begitu, lupa panggilan sayang kamu dulu ke aku ?" tanya Aurelia.


"Aku gak mungkin lupa tapi itu udah masa lalu Aurel, kenyataannya kamu dan aku sudah tidak ada hubungan apa pun sekarang.


Masa lalu biarlah menjadi sebuah cerita enggak usah kita bahas lagi," balas Gavin.

__ADS_1


"Aku mau ngabari kamu kalau aku akan kembali ke Indonesia, mungkin aku akan memulai karierku di sana.


Dulu alasan kita berpisah hanya karena tidak mungkin kamu dan aku melakukan hubungan LDR, sekarang alasan itu sudah tidak ada lagi.


Aku akan pulang ke Indo dan menatap di sana sehingga jarak tidak lagi menjadi masalah buat kita," ucap Aurel to the point.


"Maaf Aurel sekarang udah beda kenyataannya, aku tidak mungkin menjalani satu hubungan dengan kamu karena aku sedang menjalani hubungan dengan seorang wanita yang akan menjadi calon istri aku.


Tolong lupakan masa lalu, kita buka lembaran yang baru," kata Gavin tegas.


"Kamu kok ngomong begitu sih, kamu jahat banget sama aku. Secepat itukah kamu melupakan hubungan kita? Padahal aku tau kamu masih cinta sama aku.


Dari sosmed kamu aku masih melihat foto kita berdua masih di pajang artinya kamu belum move on dari aku," balas Aurelia dengan nada sedih.


Deg ... jantung Gavin berhenti sejenak, apakah dengan ia belum menghapus foto kebersamaan dengan gadis itu, Aurelia berfikir Gavin belum move on?


Padahal tidak demikian keadaannya saat ini, ia benar-benar sudah move on dan serius menjalani hubungan ke jenjang serius dengan Kania.


"Kamu berpikir sangat pendek Aurel kalau masalah foto itu menjadikan kamu berpikir salah tentangku, baiklah aku akan menghapus semuanya setelah telepon ini putus.


Aku akan menghapusnya sesegera mungkin," ucap Gavin tegas.


"Apa tidak ada kesempatan lagi aku untuk bersamamu sekalipun aku akan kembali ke tanah air?" tanya Aurelia.


"Kamu mau kembali ke tanah air itu hak kamu sebagai warga negara, tetapi kesempatan untuk menjalin hubungan denganku itu tidak mungkin lagi Aurel.


Mari jalani hidup kita sendiri-sendiri, saat kita sudah memutuskan berpisah dulu artinya kita sudah siap untuk memulai hidup yang baru.


Maaf jika tidak ada lagi yang penting untuk di bicarakan aku mau lanjut kerja karena pekerjaanku sedang menumpuk," jawab Gavin sambil mematikan telepon.


Setelah mematikan telepon dari Aurelia, Gavin menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya dan menarik napasnya dalam-dalam baru melepasnya dengan cepat.


Gavin tidak habis pikir Aurel bisa salah berpikir hanya karena foto mereka berdua yang belum ia hapus di sosmed.


Untuk menghindari kesalahpahaman berikutnya ia harus segera menghapus foto kenangan mereka dan unfollow medsos Aurelia sekalian.

__ADS_1


Sekali lagi bukan karena satu kesombongan tetapi ini lebih baik dari pada menimbulkan kesalahpahaman yang berlarut-larut.


Gavin mengambil kembali benda pipi yang sudah ia letakkan kembali di atas meja, lalu membuka medsosnya untuk menghapus foto-foto ia dan Aurelia saat bersama dan langsung meng-unfollow gadis itu dengan cepat.


Mungkin setelah melihat semua ini akan menimbulkan kesedihan bagi Aurel? Namun apa boleh buat ini sebuah demi kebaikan sebuah hubungan, kecuali Aurelia bisa menanggapi semuanya dengan positif.


Baru saja ia hendak menaruh kembali teleponnya di atas meja sebuah pesan masuk kembali masuk.


"Lagi sibuk ya? Jangan lupa makan siang." Satu pesan dari Kania.


"Kamu tau aja aku lagi sibuk, makasih buat perhatiannya dan kamu juga jangan lupa makan siang." Gavin membalas pesan dari Kania sambil tersenyum sendiri membayangkan perhatian dari Kania.


Gavin yang lagi tersenyum sendiri harus di kagetkan dengan suara pintu ruangannya yang terbuka, ternyata sosok Dave sudah berdiri di balik pintu melihat putranya yang senyam-senyum.


"Anak daddy kenapa senyam-senyum sendiri seperti orang lagi kasmaran?" tanya Dave.


"Emang gak boleh dad kalau orang tersenyum sendiri? Pasti ada sesuatu yang membuat aku tersenyum dong dad," jawab Gavin.


"Anak daddy lagi jatuh cinta sama siapa sebenarnya? Bisa daddy tebak?" tanya Dave sambil terkekeh.


"Emangnya mau main games pake tebak-tebakan segala," Jawab Gavin sambil tertawa.


"Sama Kania pasti," balas Dave cepat.


"Daddy tau dari mana? Om Rio emang sudah cerita sama kalian?" tanya Gavin penasaran.


"Dari mata kamu sama dari sikap kamu kemarin waktu pergi sama Kania, emangnya kamu pikir orang tua kamu ini langsung tua gak pernah merasakan muda seperti kamu?" jawab Dave sambil melirik putranya.


Gavin yang mendengar ucapan Dave hanya ketawa ternyata orang tua lebih punya pengalaman banyak, ia tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi di hadapan orang tuanya.


"Apa daddy and mommy akan menyetujui hubungan aku Kania?" tanya Gavin ragu-ragu.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa budayakan untuk selalu memberi like dan komen setelah membaca. Kalau suka sama ceritanya bisa bantu Vote supaya membangkitkan semangat para author yang berkarya.

__ADS_1


Happy reading.


__ADS_2