
Hari ini Gavin berjanji bertemu Andre, mereka akan bertemu empat mata tanpa ada pihak yang lain.
Gavin sudah menunggu Andre sejak tadi di sebuah tempat yang sudah mereka sepakati, tidak berapa lama kemudian Andre datang.
"Hi bro, tumben ngajak ketemu berdua doang.
Mana pengawal lu gak di bawa?" ledek Andre.
"Lagi pengen aja ngobrol berdua dengan lu bro, emang gak boleh?" tanya Gavin.
"Why not??" jawab Andre.
"Udah sih duduk aja dulu, mau pesan apa?" tanya Gavin sambil memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka.
"Ada apa bro lu ngajak gue ketemu? Sepertinya pasti ada yang mau di bahas," cebik Andre.
"Paham banget sih lu sama sikap dan kebiasaan gue," ledek Gavin sambil terkekeh.
"Emangnya gue kenal lu baru sebulan bro? Berapa tahun dari SMA sampai sekarang? Gue kenal betul lagu lu, cepetan ngomong apa yang mau lu omongin," desak Andre.
"Sabar dong pake cepet-cepet aja, emangnya lu mau kabur kemana?" sahut Gavin.
"Gue mau minta maaf bro, gue gak ada niat untuk menyembunyikan hubunganku dengan Kania. Waktu SMA gue pernah ngomong suka sama cewek kan? Cewek itu sebenarnya Kania bro, cuma waktu itu gue masih memikirkan hubungan bokap gue sama bokap dia kalau ada apa-apa jadi gak enak." ungkapan tulus Gavin kepada Andre.
"Lu gak pernah cerita ke gue kalau lu suka sama Kania, kampret juga sih lu," balas Andre.
"Sekarang gue mau tanya sama lu, sebagai teman gue bisa melihat kalau lu saat ini punya masalah hati," ucap Gavin.
"Sok tau lu, gue baik-baik aja doa'in hubungan gue sama Dira bisa panjang sampai menikah dan gue juga berdoa buat hubungan lu sama Kania juga lancar, kalian bisa bahagia," sahut Andre.
"Andre jangan bodo! Jangan mendustai hati kamu sendiri, aku tau kamu menyembunyikan sesuatu. Sekalipun kamu tidak mengatakan tapi aku merasakannya, aku hanya ingin kamu jujur makanya aku mengajak ketemuan hanya berdua supaya kita bisa bicara sebagai lelaki," ucap Gavin tegas.
"Baiklah jika mau memaksa aku akan mengatakannya, terserah apa pendapat kamu tentang gue setelah ini.
Jujur gue sakit hati sebenarnya sama lu bro, gue seperti menjaga pacar orang lain selama ini. Gue dekat sama Kania karena gue suka sama dia tapi gue mengakui mungkin gue seperti seorang pengecut menyimpan rasa di hati tanpa berani buat ngomong ke orangnya.
Gue pikir sampai saat yang tepat gue akan mengungkapkan perasaan gue sama Kania tapi kenyataannya kalian udah jadian duluan," jawab Andre.
Sebentar Andre menarik napas panjang dan menunduk, sedangkan Gavin diam mencerna setiap perkataan dari mulut sahabatnya.
Benar saja tebakan dirinya selama ini kalau Andre juga menyukai Kania.
"Awalnya gue marah sama lu dan marah sama diri gue sendiri gak menerima keadaan seperti ini, tidak rela Kania di miliki oleh sahabat sendiri.
__ADS_1
Tapi akhirnya gue menyadari jodoh tidak bisa di paksakan, jodoh tidak akan tertukar semua sudah di atur oleh sang pencipta dan gue berdamai dengan hati gue sendiri," lanjut Andre.
"Gue bangga sama lu bro, sekali lagi gue minta maaf kalau lu merasa tersakiti karena ulah gue. Jangan sampai persahabatan kita luntur hanya karena hal kecil dan syukur jika lu menyadari semuanya.
Terus hubungan lu sama Dira bagaimana? Gue harap lu tidak mengulangi kesalahan yang sama, terlambat untuk kedua kalinya.
Jika kamu suka dan cocok harus berani mengungkapkan perasaan lu sama cewek itu," Gavin memberi sedikit nasehat.
Andre tersadar setelah mendengar ucapan Gavin, haruskah ia berani mengungkapkan perasaannya kepada Dira? Selama ini menurutnya Dira anak yang baik dan pengertian, mungkin benar Andre harus belajar mencintai Dira sebelum terlambat untuk kedua kalinya.
"Hubungan gue sama Dira baik-baik aja dan terima kasih buat saran lu bro mungkin gue harus berani mengungkapkan perasaan gue sebelum terlambat untuk kedua kalinya," sahut Andre sambil tersenyum.
Pesanan mereka datang, Andre dan Gavin sambil menikmati makanan mereka sambil berbicara banyak hal.
Mereka berdua lega akhirnya hubungan di antara keduanya bisa kembali membaik tanpa adanya kesalahpahaman lagi.
*****
Andre semakin hari semakin perhatian terhadap Dira, ia mengingat perkataan Gavin jangan sampai terlambat untuk kedua kalinya.
Baginya Dira juga tidak kalah menarik dari Kania, Andre mulai meyakinkan dirinya kalau cinta yang ia miliki bukan cinta sesaat atau sekedar pelarian semata.
Andri mengirim pesan whatsapp kepada Dira.
Andre : Besok ada acara gak?
Andre : Jalan yuk, mau gak?
Dira : Jalan kemana?
Andre : Kemana aja, asal jangan ke neraka π€£
Dira : Serius di tanyain malah becanda π‘
Andre : Cie marah, terserah asal berdua doang
Dira : Ya udah besok, ketemuan di mana?
Andre : Aku jemput
Dira : Tumben jemput π
Andre : Jangan bawel, udah tungguin aja besok
__ADS_1
Dira : Sip ππΌ
Keesokan harinya Andre sudah bersiap menjemput Dira ke rumahnya, sambil menyetir lelaki itu terus bersenandung sambil mendengarkan musik dari radio mobil.
Sampai di depan rumah Dira Andre membunyikan klakson dua kali ternyata gadis manis itu langsung keluar dari balik pintu menghampiri mobil Andre.
"Kelamaan nungguin aku jemput ya?" tanya Andre.
"Gak juga, aku baru turun pas kamu nyampe," balas Dira.
"Mau kemana? Kamu punya tempat favorit gak?" tanya Andre lagi.
"Kamu yang ngajak aku pergi tapi gak punya tujuan, mending pulang aja lagi," jawab Dira sambil tertawa.
"Ke pantai mau?" tanya Andre.
"Mau ... mau," jawab Dira cepat.
Andre langsung mengendarai mobilnya menuju arah pantai, radio mobil Andre terus menyala di channel sebuah radio yang sedang naik daun yang memutar lagu-lagu dari dalam negeri maupun mancanegara yang lagi ngetrend.
Dira dan Andre bernyanyi bersama sepanjang perjalanan mengikuti lagu yang mereka dengar.
"Kakak seperti lagi senang banget hari ini," kata Dira.
"Harus senang dong, bisa jalan bareng cewek cantik seperti kamu," sahut Andre.
"Kakak pinter juga menggombal ternyata." Balas Dira terkekeh mukanya sudah bersemu merah mendengar pujian Andre.
"Aku lagi ngomong serius kenapa di bilang gombal? Emang muka aku susah di bedain ya antara serius dan becanda?" tanya Andre pada Dira.
Mendengar pertanyaan Andre wanita itu hanya tertawa, karena lelaki itu suka becanda akhirnya Dira hanya menanggapinya sebagai sebuah candaan.
Sampai mobil mereka di pinggir pantai, Andre memarkirkan mobil terlebih dahulu baru ia dan Dira turun menuju bibir pantai.
Wanita itu langsung berlari sambil merentangkan tangannya, Dira nampak begitu bahagia.
Mereka berdua bermain kejar-kejaran di pinggir pantai sampai keduanya terduduk di atas pasir karena kelelahan.
Andre memegang tangan Dira dengan tiba-tiba membuat wanita itu kaget.
"Dira, aku cinta kamu." Satu kalimat pengakuan keluar dari mulut Andre.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
__ADS_1
Jangan lupa buat kasih like dan komen setelah membaca supaya penulisnya lebih bersemangat untuk up lagi.
Kalau kamu suka bisa kasih vote ... happy reading.