Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-78


__ADS_3

Gavin dan Kania kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan bulan madu mereka, sampai di bandara pak Eko menjemput pasangan pengantin baru tersebut.


Akan menjadi sangat melelahkan buat mereka berdua setelah ini, Gavin dan Kania harus berkemas-kemas kembali untuk segera pindah ke apartemen.


Apartemen milik Gavin tidak terlalu besar tapi cukup untuk pasangan yang baru berumah tangga.


Selain lebih dekat dengan kantor tempat di mana keduanya bekerja sekarang ini, apartemen ini juga dekat dengan pusat kota.


"Nanti kalau kita pindah ke apartemen gak usah terlalu banyak bawa barang sayang, kita juga akan sering menginap ke rumah mommy jangan membuat orang tua kita kecewa," ucap Gavin.


"Aku hanya membawa barang yang penting saja kok," jawab Kania.


Setelah sampai di rumah ternyata Alena sudah menunggu kedatangan anak dan menantunya dengan memasak masakan kesukaan Gavin.


"Ternyata kalian sudah sampai, mommy sudah masakin makanan kesukaan kamu Gavin," ucap Alena.


"Ya ampun kenapa repot-repot segala, aku kangen mommy beberapa hari gak ketemu," sahut Gavin sambil memeluk sama mencium Alena.


"Udah dong ah, malu tuh sama istri kamu. Sekarang kamu peluk Kania aja dia sebagai pengganti mommy buat ngurusi segala keperluan kamu," balas Alena.


Kania tersenyum mendengar perkataan Alena dan ia lucu melihat sikap manja Gavin sama mertuanya. Ternyata Gavin adalah lelaki yang sangat menyayangi keluarganya dan anak mommy banget, tidak beda dengan Kania juga yang sangat menyayangi orang tuanya.


"Kania sini mommy peluk, kangen berapa hari gak ketemu kalian. Membayangkan kalian mau pindah ke apartemen membuat hati mommy sedih" ucap Alena sambil menampakkan raut wajah sedih.


"Enggak usah sedih mom, kita cuma pindah ke apartemen jaraknya juga masih sangat dekat. Nanti kita sering datang dan nginep di sini, kami hanya ingin belajar mandiri aja. Ayo kita makan dulu udah lapar nih, daddy mana?" tanya Gavin.


"Lagi keluar untuk bertemu rekan bisnisnya," sahut Alena.


Akhirnya mereka bertiga makan siang bersama tanpa Dave, setelah selesai Kania dan Gavin masuk dalam kamar mereka untuk mempersiapkan kepindahan mereka ke apartemen.


Gavin membantu Kania untuk packing segala barang-barang yang akan mereka bawa nanti.


*****


Aurel nampak sudah jauh lebih sehat hari ini, ia merasa sangat bosan berada di rumah sakit. Dokter sudah memperbolehkan ia kembali pulang dengan persyaratan harus tetap bedrest selama di rumah.

__ADS_1


"Sampai kapan harus bedrest dok?" tanya Aurel.


"Sampai kandungan ibu membaik dan sehat, beberapa hari lagi saya akan membuat surat untuk kontrol kembali guna memastikan kalau kandungan ibu sudah sehat," jawab sang dokter yang menanganinya.


Aurel sengaja tidak memberi kabar kepada Kevin tentang rencana kepulangannya, ia sengaja melakukan itu untuk melihat apakah Kevin datang mencari dirinya atau tidak.


Tina yang sedang bersiap-siap membereskan barang-barang yang harus di bawa pulang, mengurus administrasi rumah sakit Aurel dan menunggu obat yang harus terus di minum selama nanti di rumah.


Tiba-tiba Kevin sudah sampai di rumah sakit, dengan gayanya yang keren memakai kemeja kerja yang slim fit dan kaca hitam, wangi parfum yang maskulin, membuat Aurel merindukan sosok Kevin.


Namun menikah dengan Kevin adalah sebuah kesalahan baginya ia ingin membuang semua rasa sayang yang mulai timbul di hatinya saat ini.


"Kamu sudah bisa pulang sayang?" tanya Kevin.


"Heem" jawab Aurel hanya dengan deheman.


"Ya udah kebetulan aku akan mengantar kamu pulang dan hari ini aku sudah meminta orang untuk menjaga Siska, aku ingin menjaga kamu," ucap Kevin.


"Gak usah Kevin, aku dan Tina sudah memesan taksi untuk kami," sahut Aurel cepat.


"Aku ingin belajar mandiri tidak ingin merepotkan kamu yang punya sejuta kesibukan. Aku bisa balik bersama Tina, kamu bisa tinggalkan kami dan tidak usah memikirkan kami lagi," jawab Aurel.


"Aurel kenapa marah kamu belum reda juga, aku sudah minta maaf dan hari ini aku sengaja meninggalkan Siska demi kamu. Hargai sedikit saja usaha aku, kenapa kamu jadi seperti ingin meninggalkan aku dan memisahkan aku dari anak yang ada di rahim kamu. Dia darah dagingku dan aku juga berhak atas kehidupannya," kata Kevin sedikit penekanan.


"Aku tidak ingin merepotkan kamu Kevin, menikah denganmu kesalahan terbesar dalam hidupku. Sepertinya aku harus memberikan kamu kesempatan untuk menjadi suami yang baik buat Siska dan aku akan pergi meninggalkan kamu," sahut Aurel.


"Kamu tidak bisa pergi begitu saja dengan membawa anak aku! Aku ingin menjadi suami yang baik buat kalian berdua," kata Kevin.


"Terserah kamu aja Kevin, aku malas berdebat. Kalau kamu memaksa aku bisa apa, namun ingat aku tetap akan berangkat ke London dalam waktu dekat kalau kandunganku sudah di nyatakan sehat," ucap Aurel.


"Terserah kamu! Yang penting sekarang kamu pulang sama aku dan aku sangat berharap kamu mau mengubah niat gila kamu itu," kata Kevin sedikit kesal dengan sikap keras Aurel.


Akhirnya karena melihat Kevin yang sudah sedikit kesal membuat Aurel mengalah dan memutuskan untuk pulang bersama Kevin menuju apartemennya sendiri.


Kevin meminta Tina untuk meninggalkan dirinya dan Aurel di dalam Apartemen, hari ini Kevin sudah meminta izin kepada Siska dengan alasan tugas keluar kota padahal ia ingin menghabiskan waktu bersama Aurel untuk menebus kesalahannya telah mengabaikan wanita itu.

__ADS_1


Namun setelah sampai di apartemen amarah Aurel belum kunjung surut, mungkin ini juga pengaruh dari hormon dalam tubuhnya yang berubah membuat ia gampang tersulut emosi.


Aurel banyak mengacuhkan dan mendiamkan suaminya ketika mereka menghabiskan waktu bersama, membuat keduanya menjadi canggung.


*****


Gavin dan Kania sudah berada di apartemen mereka, dengan membawa barang-barang Seperlunya mereka berdua sudah menempati apartemen yang akan menjadi tempat tinggal sementara.


Karena belum ada yang membantu untuk merapikan dan apartemen tersebut, terpaksa ia berdua dengan Kania harus bekerja sama sementara ini untuk merapikan semua barang-barang yang di bawa.


Kania menarik napas panjang kelihatannya wanita itu sangat lelah, karena belum sempat istirahat setelah pulang honeymoon ia harus kembali berlelah-lelah untuk pindah ke apartemen.


"Sayang kamu pasti capek banget ya," ucap Gavin.


"Lumayan, ayo semangat biar cepat beres abis itu kita istirahat," sahut Kania.


"Kita istirahat aja dulu, besok aku minta assisten rumah tangga buat bantu kamu merapikan semuanya.


Sekarang duduk di pangkuan aku sini, biar aku pijat badan kamu yang pegal," kata Gavin sambil menarik tangan Kania untuk duduk di atas pangkuannya.


Ia mulai memijat leher dan pundak Kania yang pegal, memberi pijitan-pijitan kecil membuat Kania merasa sedikit rileks pada otot-ototnya.


"Bagaimana enak?" tanya Gavin sambil tersenyum.


"Enak banget sayang emang dulu kursus di mana?" ledek Kania.


"Nakal ya godain suaminya," jawab Gavin sambil memberikan sebuah ciuman di bibir Kania.


Sadar dirinya lagi haid dan takut suaminya minta hal yang lebih dengan cepat kania mendorong dada Gavin.


"Cukup dan terima kasih sayangku," ucapnya sambil mencium singkat bibir Gavin.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa untuk memberikan like, komen dan vote setelah membaca.

__ADS_1


Happy reading.


__ADS_2