Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Di rumah Radit


__ADS_3

"Radit, Oma suka apa?" Tanya Laura saat dalam perjalanan menuju tempat tinggal Radit.


"Oma suka apa saja." Jawab Radit.


"Tolong setelah lampu merah kita ke kanan." Ucap Laura memberi perintah pada Radit, lalu ia menurutinya.


"Belok kiri, itu yang ada gapuranya. Mentok, belok ke kanan."


Radit mengikuti aba aba dari Laura, mereka tiba di sebuah rumah. Laura membuka pintu mobil, dan turun, menuju rumah itu.


Laura mengetuk pintu garasi rumah itu, tampak seorang perempuan memakai daster menemuinya.


"Mbak sop kimlo nya masih?" Tanya Laura.


"Masih Kak. Mau berapa?"


"Sop mau dua, lalu ikan bakar dua, ayam bakar madu yang satu ekor itu, sama tempe mendoan."


"Silahkan tunggu kak."


Perempuan berdaster tadi segera masuk ke dalam rumah, sementara Laura menunggu di luar sambil duduk di teras.


Radit yang masih menunggu di dalam mobil turun menemani Laura.


"Ngapain di sini?"


"Pesan oleh oleh buat Oma."


Laura berdiri menatap pojok halaman rumah itu, yang penuh dengan tanaman anggrek. Sejenak ia menatap bunga anggrek yang sedang mekar.


Pemilik rumah ini, dulu teman Gwen saat menjadi anggota klub pencinta anggrek. Ia juga memiliki katering. Dulu, Gwen sering berlangganan makan siang di sini.


Untuk katering syuting film juga berlangganan dengan katering ini.


" Kak, silahkan ini pesanannya." Perempuan itu menyodorkan plastik berisi makanan pesanan Laura.


Selesai membayar pesanannya, Laura menatap bunga anggrek itu lagi.


"Suka anggrek?" Tanya perempuan yang melayani Laura tadi.


"Ya."


"Pilihlah." Perempuan pemilik tempat itu menawarkan pada Laura.


"Berapa harganya?"


"Ambillah saja. Aku punya koleksi banyak lagi di halaman belakang." Ucapnya santai.


Laura memilih sebuah sebuah bunga anggrek bulan. Ia mengambilnya. "Terima kasih." Ucapnya. Pemilik bunga dan tempat itu hanya tersenyum sambil mengangguk.


Laura masuk ke mobil dengan sumringah. Bunga anggrek itu dipangkunya. Ia ingin memberikan untuk Oma. Radit yang masih heran mengetahui kesukaan Laura yang baru ini. Ia terus melakukan kendaraannya tanpa banyak kata.


Tiba di sebuah rumah yang besar, bercat putih, bergaya modern minimalis, Radit memarkirkan mobil di garasi. Rumah yang asri dengan banyak tanaman di halamannya.


Laura tertegun, ada aneka tanaman buah buahan di halaman itu. Beberapa sudah ada yang sedang berbuah, terlihat buah yang merah merona di pohon apel, dan jeruk yang mulai menguning.


"Oma suka bercocok tanam. Halaman depan dan belakang menjadi kebun Oma. Itu pohon apel, Oma yang tanam. Aku suka memetik langsung." Cerita Radit.

__ADS_1


Laura mendekatinya pohon pohon yang sedang berbuah dengan rasa kagum.


"Ayo kita masuk dulu, nanti setelah itu kita petik langsung buah yang kamu suka." Ajak Radit.


Laura mengikuti Radit masuk ke rumah melalui pintu samping di garasi.


"Oma.." Panggil Radit mencari Oma.


"Oma di teras samping!" Jawab Oma.


Radit menuju arah suara Oma, Laura mengikutinya.


"Kamu baru pulang?" Tanya Oma, kemudian Oma mengalihkan pandangannya pada Laura yang baru muncul tepat di belakang Radit.


"Oh...ini..?"


"Ini Laura, Oma." Jawab Radit.


Laura mendekati Oma dan mencium punggung tangan Oma dengan hormat. Lalu ia memberikan pot bunga anggrek pada Oma.


"Aduh.. kok repot repot." Oma menerima pemberian Laura dengan gembira.


"Tidak Oma." Jawab Laura.


"Ayo masuk! Oma akan taruh ini di ruang tengah saja." Oma mengajak Laura masuk sambil membawa pemberian Laura.


Laura dan Radit mengikuti.


"Oma sudah makan?" Tanya Radit.


"Oma sudah sarapan, tadi dibelikan bubur sama Yuni." Jawab Oma.


"Kimlo? Wah, sudah lama Oma ga makan itu."


"Bentar saya siapkan ya Oma." Ucap Laura gembira. Ia lalu membawa makanan yang dibawanya ke ruang dapur untuk di tata di meja makan.


Oma meletakkan bunga anggrek di meja pajangan di ruang tengah.


Lalu ia menuju meja makan.


"Wah, sangat harum sekali." Oma menatap hidangan yang tersaji di meja makan.


"Aku ke kamarku dulu sebentar, kamu ngobrol dengan Oma dulu." Pamit Radit.


Laura menganguk.


"Oma mau coba?" Tawar Laura.


"Ini mendoan ya?"


"Iya, Oma. Mau?"


"Mau sup kimlonya dan mendoan nya."


Laura menyendok sup dan memasukkan ke dalam mangkok kecil, lalu menaruh mendoan di piring. Ia menaruh kedua makanan di hadapan Oma.


"Terima kasih."

__ADS_1


Oma menyendok sup dan menikmati makanannya.


"Jadi, selama ini kamu di mana?"


"Saya, di Jakarta, Oma. Bekerja di Anugrah Grup."


"Radit mencarimu. Dia sempat putus asa, sampai berita penembakanmu muncul di televisi." Cerita Oma.


Laura memperhatikan Oma saat bercerita.


"Selama itu, apa yang dilakukan Radit?" Tanya Laura.


"Radit mencarimu setelah kesalahan pahaman yang terjadi di New York beberapa tahun silam. Kamu benar-benar tidak mau menemuinya lagi." Terang Oma.


"Kesalahpahaman apa Oma? New York?" Laura terkejut.


"Kamu lupa sayang?" Tanya Oma dengan lembut.


Laura menganguk.


"Saat itu, Radit memang sedang berkuliah di sana, Radit sedang bersama teman temannya berkumpul, katanya ada kamu di sana. Saat itu Radit sedang bersama perempuan, dan kamu melihatnya. Setelah itu, kamu sama sekali tidak mau bertemu Radit." Cerita Oma.


Laura hanya mendengar dan mencoba merangkai setiap cerita yang ia dengar tentang dirinya dan Radit.


"Dengar, Nak! Hanya kamu, teman wanita yang Radit ceritakan pada Oma. Setelah kejadian itu, dia sama sekali membenamkan diri dalam pekerjaannya." Lanjut Oma.


"Sama denganku." Gumam Laura. Oma mengelus punggung Laura dengan lembut.


"Hai Oma..!" Sapa seorang perempuan tiba tiba. Diikuti kemunculan dua orang dibelakangnya.


"Ommaa...!" Seru anak anak itu berlari memeluk Oma.


Sejenak Laura tersentak terkejut menatap perempuan yang baru datang itu, begitu pun dengan perempuan itu.


"Ayo kita makan sama sama !" Ajak Oma pada dua orang anak itu.


"Asik... Kebetulan kami belum makan Oma." Kata anak yang lebih besar.


"Halooo Rendy... Alina.." sapa Radit sambil memberi tos pada dua anak itu.


"Hai Om!" Teriak mereka bersamaan.


Om...?? Laura makin terkejut. Ia masih berdiri mematung di tempatnya.


Radit mendekat ke tempat Laura berdiri. Ia tahu perempuan itu pasti sangat terkejut dengan ini.


"Laura, kenalkan ini Jane, sepupuku." Ucap Radit menjawab semua keterkejutannya.


Jane mendekat ke arah Laura dan mengulurkan tangannya, di sambut oleh Laura tanpa ekspresi.


"Kalian dari mana?" Tanya Oma mencairkan ketegangan.


"Kami dari rumah Oma. Kami mau menginap di sini ya Oma." Kata Alina.


"Boleh." Jawab Oma sambil tersenyum.


"Katanya besok Papa mau bertemu kami di sini. Mama tidak mau bertemu dengan Papa, makanya kami kemari." Terang Rendy.

__ADS_1


"Papa membawa oleh oleh dari Surabaya." Tambah Alina.


Oma melihat ke arah Jane, yang hanya mengangguk membenarkan ucapan anaknya.


__ADS_2