
Aurel hanya memancing Kevin untuk menjawab, sebenarnya ia sangat mengerti ini pertanyaan yang sulit bagi suaminya.
Tapi bagaimana pun ia harus tau sikap Kevin ke depan untuk menentukan hubungan mereka.
"Aku belum berpikir untuk itu dan aku tidak ingin itu terjadi, aku hanya ingin menjalani seperti sekarang ini. Pilihan yang sangat sulit untuk aku jika harus memilih, aku tidak ingin kehilangan semuanya." jawab Kevin dengan berat hati.
Aurel mendengarkan jawaban Kevin sambil menunduk.
"Sebentar lagi kamu pasti akan di buat untuk memilih," gumamnya dalam hati.
"Sayang udah jangan memikirkan hal yang belum terjadi, lebih baik kita menikmati apa yang bisa nikmati sekarang. Yang penting kamu dan aku bisa berbahagia," ucap Kevin.
Aurel hanya mengangguk dalam diam, padahal dalam hatinya berkata "bahagia dari mana rumah tangga seperti ini?"
"Sayang, kamu sudah lama bekerjasama dengan perusahaan keluarga milik keluarga Dave Gabrian?" tanya Aurel.
"Cukup lama, ada beberapa proyek kerjasama yang kami kerjakan bersama. Apa kamu mengenal keluarga mereka atau kamu punya masalah dengan mereka?" tanya Kevin.
"Aku tidak suka dengan keluarga mereka terlalu sombong, aku pernah berselisih paham mengenai gaun.
Bisa kamu berhentikan kerjasama dengan perusahaan mereka dan meminta rekanan perusahaan yang lain tidak bekerjasama dengan perusahaan milik mereka lagi," tanya Aurel.
"Dalam kerjasama seperti kami lakukan tidak bisa berhenti begitu saja semuanya sudah terikat kontrak sayang. Kecuali mereka melakukan wanprestasi baru di berhentikan sebelah pihak dan meminta kerugian atas kerugian yang di timbulkan." jawab Kevin.
"Yang sudah berjalan biarlah mereka selesaikan kontraknya tetapi kamu jangan memberi kerjasama yang baru lagi buat mereka. Ayolah sayang lakukan demi aku, perusahaan seperti mereka juga masih banyak yang layak di ajak kerjasama," rengek Aurel kepada suaminya.
"Kenapa kamu seperti tidak suka sekali terhadap keluarga Dave?" tanya Kevin keheranan.
Karena selama ini ia sudah bekerjasama cukup lama tidak pernah punya kendala terhadap perusahaan yang di pimpin Gavin.
Dan selama ini pun tidak ada wanita peliharaannya yang ikut campur dalam pekerjaannya, mereka semua yang penting di beri cukup uang dan cukup di ajak senang-senang tanpa menuntut yang lain.
Kevin sedikit bingung kenapa Aurel memintanya melakukan hal yang tidak mudah untuk ia lakukan.
"Aku tidak menyukai dan benci sekali terhadap keluarga mereka, bisa kamu lakukan semua itu untuk aku sayang?" tanya Aurel lagi.
__ADS_1
"Nanti aku pikirkan dan pertimbangkan lagi," jawab Kevin singkat.
Akhirnya keduanya selesai makan malam dan kembali ke apartemen lagi.
*****
Tidak terasa tiga bulan sudah sejak acara pertunangan Gavin dan Kania dan hari ini mereka berdua sudah bersiap melangkah untuk mengikat janji suci pernikahan.
Kania tampil sangat cantik dengan gaun berwarna putih dan Gavin pun menggunakan tuxedo berwarna senada mereka berdua mantap melangkah menuju altar.
Di hadapan Tuhan dan di hadapan manusia di saksikan oleh pemuka agama mereka bersumpah di depan altar untuk saling menerima dan menjaga dalam suka duka sampai maut memisahkan.
Baik Gavin maupun Kania dengan lantang mengucapkan janji pernikahan mereka tanpa ada keraguan sedikitpun di wajah keduanya.
Setelah menerima pemberkatan pernikahan mereka berdua saling berpelukan dan memberi sebuah ciuman di kening Kania.
Keluarga Dave maupun keluarga Rio yang menyaksikan bagaimana kedua insan itu saling bersumpah untuk saling menerima dan menjaga menjadi terharu.
Butiran bening pun mengalir di sudut mata Sisil dan Alena karena bahagia melihat akhirnya putra dan putri mereka berdua bisa bersanding menjadi pasangan suami istri.
Terucap doa dari kedua hati wanita ini supaya anak-anak mereka di berikan kebahagian oleh Tuhan sampai maut memisahkannya.
Rona-rona bahagia terpancar di wajah kedua mempelai yang hari ini baru saja mengucap janji pernikahan mereka, kini mereka bukan lagi dua melainkan satu karena pernikahan suci yang sudah menyatukan keduanya menjadi satu keluarga.
Gavin dan Kania bisa saling memiliki inilah akhir dari sebuah cerita cinta buat mereka berdua.
Cinta pertama yang terpendam lama namun akhirnya takdir harus membawa mereka bersama pada hari ini, akhirnya Gavin dan Kania sudah sah menjadi suami istri.
Sebentar lagi keduanya akan merayakan seremonial pernikahan mereka dalam pesta pernikahan mewah yang akan di adakan di sebuah ballroom sebuah hotel milik keluarga Dave.
Undangan sudah tersebar dan pesta pernikahan pun siap di laksanakan nanti malam untuk menyatakan kebahagian atas pernikahan Gavin dan Kania.
Setelah pemberkatan pernikahan semua kembali ke kamar hotel masing-masing untuk mempersiapkan diri menyambut acara malam ini.
Gavin dan Kania pun kembali ke kamar hotel dan sekarang mereka tidak lagi berada di kamar yang berbeda seperti sebelumnya.
__ADS_1
Di kamar hotel standar president suite inilah sepasang pengantin baru itu di tempatkan, Kania dan Gavin kembali untuk beristirahat sejenak untuk mempersiapkan acara nanti malam.
"Sayang jalannya hati-hati." Ucap Gavin sambil membantu Kania yang kesulitan untuk berjalan dengan menyibak gaun panjangnya yang sedikit berat.
"Sini Gisel bantuin pegang ujung gaunnya kak," tiba-tiba Gisel adiknya Gavin datang dan membantu Kania mengangkat ujung gaunnya.
"Makasih adik kakak yang baik hati," kata Gavin sambil mencubit gemas pipi adiknya perempuannya itu.
"Makasih ya Gisel," ucap Kania sambil tersenyum kearah Gisel.
"Sama-sama kakakku sayang," balas Gisel sambil tersenyum balik.
Sampai di dalam kamar Gavin dan Kania ditinggalkan berdua saja, semua orang kelihatan kelelahan dan langsung beristirahat di dalam kamarnya masing-masing.
Kania langsung terduduk di sudut ranjang dan Gavin langsung merebahkan diri ke kasur.
"Sayang bantuin buka sepatu aku, gak pengertian amat sih. Aku pake gaun begini susah buat nunduk," ucap Kania sambil memukul paha Gavin.
"Maaf lupa sayang, siap laksanakan tuan putri. Apalagi yang mau di buka aku siap soal buka membuka." Balas Gavin sambil tertawa, lalu membantu membuka sepatu wanita itu.
"Apalagi yang mau di bantuin?" tanya Gavin.
"Aku mau panggil mama ke sini, buat bantuin aku buka sanggul sama bukain gaun," jawab Kania.
"Ngapain harus panggil mama? Aku juga bisa bantuin kamu, percaya sama aku dong sayang," sahut Gavin.
"Malu dong sayang, masa kamu buka gaun aku," balas Kania malu-malu.
"Malu?? Kenapa harus malu? Aku suami kamu sekarang Kania, sadar ... sadar," ucap Gavin sambil menepuk-nepuk pipi Kania sedikit gemas.
"Cepat bantuin buka aku sanggul sama gaun aku dah gerah banget," balas Kania.
"Gerah apa gerah?" ledek Gavin sambil tertawa nakal.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
Jangan lupa buat komen dan like setelah membaca, dan boleh dong bantuin vote bagi poinnya.
Selamat membaca.