
Aurel yang hendak pergi menemui Tuan Kevin tiba-tiba tangannya di tarik Jimmy untuk jumpa pers menjawab beberapa pertanyaan.
"Saya tidak punya waktu lama, saya beri waktu sepuluh menit setelah itu aku ada janji bertemu seseorang," kata Aurel tegas kepada para pencari berita.
"Kak Aurel, apa sebelumnya kakak sudah pernah dipasangkan dengan Jimmy dalam membintangi iklan?" tanya wartawan satu.
"Belum, ini adalah kerjasama pertama saya dengan Jimmy," jawab Aurel.
"Apakah kalian berdua sudah kenal sebelumnya?" tanya wartawan kedua.
"Tidak, saya baru mengenal Jimmy pertama kali dalam proyek ini," jawab Aurel lagi dengan tegas.
"Apakah kalian kebanyakan seperti artis lain tiba-tiba cinlok," tanya wartawan ketiga.
"Tidak mungkin, sampai saat ini saya tidak punya perasaan apapun terhadap Jimmy. Kami berteman hanya karena kebetulan sekarang saya dan Jimmy harus satu frame," jawab Aurel.
"Udah ya cukup, saya permisi ada janji lagi," lanjut Aurel sambil mengangkat tangannya dan berlalu pergi.
Dengan segera Aurel melangkah menuju ketempat di mana ia berjanji ketemu dengan tuan Kevin.
Tuan Kevin ingin bertemu empat mata dengannya tanpa orang lain yang mendengar pembicaraan mereka.
Tuan Kevin sudah berada di sebuah kamar hotel presiden suite, karena untuk menghindari paparazi mengharuskan mereka bertemu di ruangan tertutup.
Aurel mengetuk pintu kamar di mana tuan Kevin berada, setelah pintu itu terbuka Aurel langsung di tarik tuan Kevin masuk karena ia tidak ingin seorang pun mengetahui pertemuan ini.
"Malam Tuan Kevin ada perlu apa anda memanggil saya?" tanya Aurel.
"Jangan memanggil saya formal seperti itu kamu bisa memanggil saya dengan Kevin atau sebutan yang lain cantik," jawab Kevin dengan muka menggoda.
__ADS_1
Pria yang berusia tiga puluh lima tahun tersebut masih berjiwa muda dan berpenampilan selalu keren dan menarik, ia selalu meminta para wanita yang ia kencani memanggil dirinya dengan sebutan nama saja atau panggilan kesayangan.
"Baiklah untuk apa pak Kevin memanggil saya?" tanya Aurel lagi.
"Apakah tampang keren seperti saya kelihatannya seperti bapak-bapak? Atau kamu menganggap saya sebagai bapak kamu? Tapi saya ingin kamu menjadi kekasih saya tepatnya teman kencan untuk saya," jawab Kevin dengan percaya diri.
"Apa keuntungannya bagi saya jika saya menjadi kekasih kamu? Apakah saya seperti wanita penggoda sampai kamu mau menjadikan saya teman kencan?" tanya Aurel.
Aurel punya caranya sendiri untuk menghadapi Kevin, pikirnya sekarang ia sudah hancur lebih baik menaklukkan pria ini supaya bertekuk lutut di depannya.
Kalau biasa wanita lain di buat bertekuk lutut di depan Kevin sekarang Aurel akan membuat Kevin yang bertekuk lutut di depannya.
Ia punya caranya sendiri untuk membalas sakit hatinya kepada pria-pria yang membuatnya sakit hati.
Orang yang pertama yang sudah merenggut kesuciannya, Jimmy yang sudah melakukan hubungan tanpa izin, Gavin yang sudah menyakitkan hatinya dan sekarang Kevin yang mengajaknya berkencan.
Hati Aurel sakit dan perih mengingat kenapa pria-pria tersebut selalu mempermainkan perasaannya. Ia juga tidak ingin di sakiti dan sebenarnya Aurel ingin merasa di cintai dengan setulus hati. Tapi ia merasakan sudah dipermainkan dan di rendahkan oleh keempat pria tersebut.
Sekarang saatnya ia akan membuat Kevin mencintainya dan menggunakan kekuasaan pria itu untuk mewujudkan misi pembalasan untuk membayar sakit hatinya.
"Justru saya tertarik karena kamu tidak seperti teman kencan saya yang lain, kamu berbeda dan kamu menarik ... cantik," jawab Kevin.
"Terima kasih untuk pujiannya dan keuntungan untuk saya apa?" Tanya Aurel lagi sambil tersenyum licik, terserah orang mau berpendapat apa terhadap dirinya kini.
"Saya akan memberikan apa saja yang kamu minta sayang, jangan takut saya punya segalanya," Jawab Kevin.
"Bisa kamu berikan hati kamu dan cinta kamu? Sebab saya tidak minta banyak dari kamu dan saya hanya ingin hati dan cinta kamu." Ucap Aurel sambil duduk di pangkuan Kevin memainkan dasi pria itu dan menyentuh hidung mancung milik Kevin.
"Ambil hati aku malam ini untuk kamu sayang dan semua cinta aku akan aku berikan untuk kamu, asal kita bisa berkencan sekarang." Sahut Kevin yang sudah tidak tahan dengan godaan Aurel yang sudah duduk di pangkuannya.
__ADS_1
Ingin ia segera menerkam gadis itu sekarang juga tanpa di sadari kejantanannya di bawah sana sudah menegang dan mengeras.
Aurel sendiri sebenarnya ingin menangis ia tidak ingin melakukan semua ini, tapi ia kesal kenapa ia merasakan semua orang memandang dirinya serendah ini.
"Tidak sekedar sebuah ucapan besok bisa di lupakan, aku butuh sebuah penegasan. Bagaimana kita membuat perjanjian tertulis?" tantang Aurel.
"Baiklah aku akan minta assisten pribadiku untuk ke sini membuat perjanjian, apa saja yang kamu minta," jawab Kevin.
Pria itu segera memanggil assisten pribadinya untuk membuat sebuah perjanjian, supaya ia bisa segera berkencan.
Karena sedari tadi ia sudah tidak tahan gadis itu sungguh menggoda, Aurel yang duduk di pangkuannya sudah membangunkan induk ular sanca miliknya.
Belum lagi payudar* gadis itu sudah sangat dengan wajahnya membuat ia ingin segera menghis*pnya saat ini juga.
Sedangkan Aurel cukup puas dengan apa yang ia lakukan, setidaknya sekarang Kevin sekarang di dalam kendalinya. Gadis itu tersenyum puas penuh dengan kemenangan, sudah tanggung kotor hidup yang ia jalani sekarang.
Dunianya sudah hitam sekalian ia akan menjadikannya hitam pekat.
Tidak lama assisten Kevin datang dengan membawa sebuah kertas dan materai untuk mereka tanda tangani berdua.
Kevin dan Aurel berembuk tentang poin-poin apa yang akan tulis dan masukan dalam perjanjian tersebut.
Sekarang Aurel bukan lagi gadis dan wanita bodoh lagi, ia akan merencanakan sesuatu dan merancang bom yang besar untuk semua mereka yang pernah menyakitkan hatinya.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa buat like dan komen buat kasih semangat author untuk mengetik dan menghalu ceritanya ... hahaha.
Kalau suka kasih vote dan happy reading.
__ADS_1