Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
BAB 58


__ADS_3

Nia sedang melipat mukena yang dipakainya saat Satya bangun dari tidurnya. Rupanya ia baru saja menyelesaikan dua rakaat pertamanya di pagi hari itu.


“Sudah bangun mas…?? Tadi aku bangunin mas Satya susah banget, gak bangun – bangun..” kata Nia,.


Satya hanya mengangguk tanpa bersuara.


“Ya sudah, mas Satya sholat dulu.. Nia mau nyiapin sarapan.”


Satya kembali mengangguk tanpa mengeluarkan kata – kata. Sepertinya nyawanya belum sepenuhnya sadar. Ia langsung menuju ke kamar mandi setelah sebelumnya mengecup singkat kening Nia.


Nia sibuk berkutat di dapur mungilnya, menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


“Mas, hari ini mas Satya ada jadwal ngampus atau ngantor gak…???” tanya Nia di sela – sela sarapan mereka.


“Gak ada sih, sayang… kenapa?? Kamu mau jalan – jalan…??” tanya Satya.


“Mumpung hari Sabtu mas, kita liburan weekend bentar yuk..!! nyari udara adem.. sebelum besok senin ujian semester..”


“Oke, tunggu sebentar…”  ujar Satya menekan ponselnya.


“Kenapa mas..??


“Aku mau memesan resort dulu…” jawab Satya.


“Gak harus resort mas, villa biasa aja juga cukup…”


Satya sibuk menekan ponselnya, tak menghiraukan ucapan Nia.


“Nah beres..!! buat kamu mas gak mau yang biasa – biasa aja sayang…”


“Terimakasih mas…” ucap Nia dengan senyum manisnya.


Selesai menuntaskan makan pagi mereka, keduanya pun berkemas untuk liburan weekend mereka ke salah satu resort di kaki gunung kota sebelah.


“Kamu bawa buku juga sayang…???” tanya Satya yang melihat Nia memasukkan buku – bukunya.


“Cuma beberapa mas, sambil baca – baca materi aja..”


Satya pun hanya mengangguk dan kembali membantu Nia mengemas barang – barangnya.


“Sudah semua sayang,…?? Ayo kita berangkat…!!”


“Ayo mas..”


Mereka berdua pun berangkat menuju resort. Jalanan belum terlalu padat karena hari masih lumayan pagi


Hingga tak butuh lama, keduanya pun telah sampai di tempat tujuan.


“Hmmm… segarnya….!!” Ucap Nia saat pertama kali turun dari mobil.


Dihirupnya dalam – dalam udara sejuk nan asri yang belum terjamah oleh polusi.


Setelah selesai check ini, keduanya diatar oleh petugas resot ke kamar mereka.


“Wah… kamarnya keren banget mas…!!” pekik Nia saat mengitari kamarnya.


“Ada kolam renangnya pribadinya juga mas…??? Wah,, keren banget…!!” imbuh Nia.


Satya hanya berjalan membuntuti Nia.


“Kamu suka, sayang…” Kata Satya seraya memeluk Nia dari belakang.


“Suka mas… suka banget..!! tapii….”


“Tapi kenapa…??” tanya Satya.


“Tapi Nia gak bawa baju reang mas, tahu gitu kan tadi Nia bawa baju renang…”


“Kenapa harus pakai baju renang…??”

__ADS_1


“Maksud mas Satya…??” tanya Nia membalikkan badan.


Kini keduanya saling berhadapan dengan jarak yang amat dekat. Satya maju satu langkah semakin mengikis jarak diantara mereka. Lalu merengkuuhh pinggang Nia, dan saling merapatkann diri.


“Lebih baik gak usah pakai bajuu sekalian sayang, toh ujung – ujungnya juga dicopoot…” ucap Satya setengah berbisik tepat di telinga Nia.


Seketika Nia meremangg mendengar perkataan suaminya itu.


“Maassss….”


“Kenapa…??? Bener kan..?? gak ada yang salah..” ucap Satya seraya mencondongkan bibiirnya tepat berhadapan dengan bibiir Nia.


Bibiir Satya sudah sepenuhnya menempel pada bibirr Nia dan tiba – tiba saja Nia mendorongnya pelan.


“Mas… ayo kita jalan – jalan keliling resort… udaranya pasti sejuk…” ata Nia seraya melangkah menghindari Satya.


“Duuuh, gua lupa lagi kalau sekarang udah boleh… kalau gue nolak, gue yang dosa.. aduh, tapi kenapa gue deg – degan gini…” batin Nia.


Nia membalikkan badannya melihat Satya yang masih terdiam di tempatnya tadi.


“Mas Satya, kita jalan – jalan dulu yuk..! masih pagi lho ini, udaranya masih segar banget..”


Nia mengalungkan tangannya ke leher Satya, seperti memeluknya.


“aku pengen jalan – jalan keluar kamar dulu sebelum pada akhirnya gak bisa keluar kamar sama sekali.” Ucapnya manja.


Senyuman Satya lmelengkung, Satya pun mengecup singkat bibiir Nia. Hal yang kini sangat disukainya.


“Baiklah, ayo kita keluar… sebelum aku mengurungmu seharian penuh..” goda Satya mengedipkan matanya.


Mereka berdua pun keluar dari kamar dan berjalan – jalan disekitar area resort yang begitu asri. Sejauh mata memandang nampak hijau pepohonan dan perkebunan yang menyejukkan mata.


“Hmmm… segarnya…!!!” kata Nia.


“Kamu sangat suka jalan – jalan ke pegunungan gini…??” tanya Satya.


“Iya mas… aku lebih suka ke pegunungan daripada ke pantai… lebih adem, sejuk, lebih asri…” jawab Nia.


"Kemana pun asal bersamamu..." jawab Satya.


"Hmmm... mas Satya bisa aja gombalannya.." cibir Nia.


Satya hanya tersenyum mendengarnya.


“Kalau begitu nanti bulan madu kamu mau kemana..??”


“Bulan madu…?” Nia membeo.


“Iya, kamu tinggal pilih mau kemana, nanti mas yang atur semuanya.”


“Hmmm… luar negeri atau dalam negeri,Mas…??”  tanya Nia.


“Terserah kamu sayang… Mau dimana pun boleh..”


“Eeee… sebenarnya aku punya tempat impian mas..”


“ Benarkah…?? Dimana itu…??”


“Aku ingin jalan – jalan ke Swiss mas… aku ingin sekali kesana mas…”


“Oke baiklah, setelah acara resepsi kita, mas akan buat jadwal kita bulan madu ke Swiss…”


“Terimakasih mas Satya…” ucap Nia yang langsung mengecup mesra pipii suaminya.


Mereka berdua pun kembali mengitari area sekitar resort… sambil sesekali duduk dan bersenda gurau bersama. Tak sedetik pun Satya melepaskan genggaman tangannya. Senantiasa jemari mereka saling bertautan.


Senyuuman pun tak pernah luntur dari raut wajah Nia. Merekah, mempesona, menyiratkan kebahagiaan yang sudah menyertai mereka.


“Ayo kita pesen makan siang dulu, sayang…!!” ajak Satya yang disetujui oleh Nia.

__ADS_1


Mereka berdua pun menuju resto yang ada di dalam resort dan memesan makan siang. Setelah selesai makan siang, mereka berdua pun akhirnya kembali ke dalam kamar.


“Nia mandi dulu ya mas, gerah…!!”


“Ngapain mandi sayang…? Belum nglakuin kok udah mandi aja…” goda Satya.


“Apa sih mas…” kata Nia yang sudah tersipu malu.


“Kita berenang aja yuk, sayang…!!” ajak Satya yang langsung menarik Nia mendekat ke arah kolam renang.


“Nia kan gak bawa baju renang, mas…” kilah Nia.


“Kan mas sudah bilang gak perlu pakai baju renang, toh juga nanti mas copotin semuanya.. Ayo..!!” ujar Satya mengedipkan matanya.


“Enggak mas, tunggu dulu…!”


“Ayo…”


“Tunggu bentar..."


Dan akhirnya terjadilah tarik – menarik diantara keduanya di tepi kolam. Hingga akhirnya,


BYUUURR…!!!!!


Mereka berdua sama – sama tercebur ke dalam kolam dengan semua pakaian yang masih utuh menempel.


“Mas Satya…!!!”


“Apa sayang…” goda Satya yang memercikan air ke wajah Nia.


"Aaarggh..."


Jadilah mereka bermain air dengan pakaian yang masih lengkap. Saling memercikkan air diiringi gelak tawa dari keduanya.


Hingga tiba – tiba Satya memeluk Nia erat. Hingga terkikis jarak diantara mereka. Satya menatap Nia dengan tatapan yang dalam.


Nia pun meremang seketika dengan tatapan Satya. Hingga sulit baginya sendiri menelan salivanya.


"Inikah saatnya...??" batin Nia.


“Apakah kamu sangat gugup sayang…??” tanya Satya.


Nia mengangguk.


“Begitu juga denganku… ini adalah yang pertama bagi kita, tentu saja kita gugup.” Imbuh Satya.


Nia kembali mengangguk.


Satya pun kembali merapatkan pelukannya. Kemudian memegang rahang Nia dan mulai menci.umnya lembut.


Gerakan nan lembut itu semakin lama semakin dalam dan menuntut. Diiringi dengan semilir angin dingin khas pegunungan dan sapuan hangat air kolam, Gerakan Satya pun menjadi semakin liaarr.


.


.


.


.


.


.


Hai reader setiaku... terimakasih banget untuk like dan koment dari kalian semuanya. selanjutnya part unboxing gak ya...?? di tunggu ya.. Author coba bikin sehalus mungkin... biar bisa lolos review, gak kayak kemarin - kemarin.


Untuk part selanjutnya dibaca sesudah buka puasa aja ya... hehehe...


.

__ADS_1


.


__ADS_2