
Melihat tingkah iseng Dave membuat Alena memajukan bibirnya, karena suaminya sudah membuat ia malu.
"Maaf, cuma senang menggoda kamu kalau marah begitu tambah cantik," ucap Dave sambil tertawa membuat lelaki itu harus tersedak makanan yang ada di mulutnya.
"Uhuk ... uhuk" membuat ia memegang dadanya.
Alena yang tadinya ingin ngambek menjadi kasihan dan membantu mengambil minuman untuk suaminya dan menepuk punggung Dave.
"Makanya kalau makan jangan sambil tertawa jadinya tersedak kan?" Ucap Alena usai batuk Dave mereda.
"Maaf aku berdosa menggoda kamu sayang." Ucap Dave sambil mencolek hidung Alena sambil mengedipkan matanya membuat muka istrinya menjadi memerah melihat godaan suaminya.
"Udah lanjut makan lagi tapi hati-hati makannya," kata Alena.
"Suapin dong, biar gak tersedak," sahut Dave.
"Manja, suami manja," balas Alena sambil mendengus manja.
"Salah siapa pake pasang lilin-lilin segala, jadi kan pengen di manja sama istri," ucap Dave gak mau di salahkan.
"Biar makannya berkesan aja," sahut istrinya.
"Kalau ingin berkesan suapin dong, pasti akan sangat berkesan buat kamu," goda Dave.
Alena lalu sibuk menyuapi Dave suaminya dan lelaki itu makan dengan tenang dan meresapi suapan istri kesayangannya sambil merasakan sedap masakan buatan wanita yang sudah mendampingi dirinya selama puluhan tahun ini.
Sesekali Dave mengambil sendok dan memasukkan makanan ke mulut istrinya, tetapi ia sudah tidak menjahili Alena lagi.
Makan malam yang sederhana berdua di rumah tetapi bisa menikmati kebersamaan dengan mesra.
Dave menyuapi Alena dan tangan Alena menyuapi Dave secara bersamaan, lagi mesra-mesra suami istri ini saling menyuapi ternyata si pengacau datang tiba-tiba.
"Hayo ... lagi ngapain? Tertangkap basah lagi suap-suapan dan bikin iri orang aja, aku kalah mesra yang umurnya masih muda sama kalian yang sudah tua" Teriak Gavin yang baru datang dari balik pintu.
Anak sulungnya yang dari dulu selalu jadi penghalang untuk mereka bermesraan, Gavin paling sering menjahili mommy Alena and daddy Dave kalau sedang berdua.
"Kamu selalu jadi pengacau buat mommy and daddy kalau sedang bermesraan berdua," kata Dave kesal.
__ADS_1
"Daddy ngambek? Lucu tua-tua pake ngambek segala," ledek Gavin dengan muka jahilnya.
Alena hanya tertawa melihat interaksi antara Dave dan Gavin yang suka saling meledek dan melempar candaan.
"Kamu gak berperasaan, coba lihat mommy udah siapin lilin dan beli bunga buat makan malam romantis berdua, iya kan sayang? Pengacau datang kacau deh semuanya," balas Dave sambil terkekeh.
"Udah cepetan mandi sana setelah itu kita makan malam bersama," sahut Alena sambil tersenyum.
"Aku udah makan tadi di luar bareng Kania, kalian lanjutkan saja romantis-romantisan berdua. Aku mau masuk ke kamar gak mau jadi nyamuk di sini, mau menyelesaikan pekerjaan aku yang di tinggalkan tadi siang." Ucap Gavin sambil berjalan mendekati orang tuanya memberikan ciuman di kening Alena dan Dave lalu melangkah menuju kamarnya.
Gavin hanya geleng-geleng kepala melihat aksi kedua orang tuanya yang sejak dulu sudah seperti itu.
Sedangkan Dave dan Alena melanjutkan makan malam romantis ala-ala mereka berdua.
*****
Kevin dan Aurel hari ini akan menggelar pernikahan diam-diam mereka di sebuah villa yang cukup sepi dan jauh dari jangkauan para pewarta.
Pernikahan yang sangat sederhana jauh dari kesan mewah dan hanya terhitung jari orang yang menghadiri acara tersebut.
Sebuah pesta pernikahan yang tersembunyi, bahkan keluarga kedua mempelai pun tidak ada yang mewakili hanya Tina sang manager yang mendampingi.
Kevin bukan hanya seorang pengusaha tetapi ia juga mempunyai keluarga yang sangat terpandang, tidak mungkin ia rela mengorbankan itu semua.
Setelah mereka mengucapkan janji menikah dan menandatangani surat nikah yang akan di urus segera oleh orang suruhan Kevin, hal kecil bagi Kevin kalau mengurus surat seperti itu dengan relasi yang ia miliki saat ini.
Hari ini Aurel menjadi istri Kevin sekalipun publik tidak mengetahui pernikahan mereka.
Hanya berbalut gaun pengantin sederhana yang ia pesan dari seorang designer dan dandanan sederhana ia dan Kevin melaksanakan pernikahan mereka.
Setelah selesai akad nikah pernikahan mereka yang tanpa pesta, Aurel dan Kevin menempati Apartemen mewah Kevin yang berada di tengah pusat kota.
Apartemen yang banyak di miliki oleh pengusaha dan para pejabat yang sukses.
Kevin baru saja membawa Aurel memasuki apartemen miliknya, baru saja mereka sampai setelah kembali dari villa selepas melakukan akad nikah.
Belum sempat mereka menikmati indahnya malam pertama setelah pernikahan yang lakukan seperti kebanyakan pasangan lainnya, telepon Kevin sudah berbunyi dan lelaki itu mengambil posisi menjauh dari Aurel untuk mengangkat teleponnya.
__ADS_1
Tidak lama setelah dengan selesai menerima telepon Kevin kembali menghampiri Aurel.
"Sayang maaf kalau aku tidak bisa menemani kamu malam ini di sini, aku ada urusan mendadak dan harus kembali ke mansion orang tuaku karena ada hal yang penting yang harus di selesaikan," ucap Kevin sambil mengecup kening Aurel.
Mendengar perkataan kevin menjadi sedih hati wanita itu, seharusnya malam ini menjadi malam yang indah untuk ia dan Kevin memadu kasih tapi kenyataannya ia harus menikmati malam yang panjang dengan kesendiriannya di apartemen Kevin.
"Kamu jangan bersedih, aku akan kembali secepatnya. Tidak mungkin aku mengajak kamu masuk dalam keluargaku sekarang, pernikahan kita masih menjadi rahasia belum ada orang yang tau," lanjut Kevin.
Aurel hanya meratapi ucapan Kevin, berat rasanya untuk ia membayangkan harus sendiri di apartemen sebesar ini.
Namun apa daya ia harus menerima keadaan mereka saat ini, apa yang di katakan lelaki itu benar adanya tidak mungkin ia ikut dengan Kevin saat ini karena hubungan mereka masih sangat rahasia.
"Pergilah aku menunggu kamu kembali secepatnya," jawab Aurel dengan berat hati.
"Maafkan aku sayang, aku pasti kembali untuk kamu." Balas Kevin sambil memeluk dan mencium kening Aurel lalu berlalu pergi.
Tinggallah Aurel merenung dalam sepi ternyata sangat tidak nyaman menjadi istri rahasia untuk seorang seperti Kevin.
Ia bingung harus melakukan apa sendirian di apartemen yang masih asing baginya.
Ia melirik di minibar ada botol wine yang masih penuh lalu ia membuka botol tersebut dan menuangkannya ke dalam gelas lalu menegaknya sedikit demi sedikit untuk menghilangkan suasana hatinya saat ini.
Tanpa sadar wanita itu sudah tergeletak di atas sofa dan tertidur di sana sampai pagi.
Kevin pagi-pagi sekali sudah sampai kembali ke apartemennya untuk berganti pakaian dan hendak berangkat bekerja, di lihatnya Aurel tertidur di sofa dengan sisa wine di dalam gelasnya.
Lalu ia mengangkat wanita itu untuk di pindahkan ke kamar mereka namun Aurel terlanjur membuka mata dan sadar Kevin sudah kembali.
"Kenapa kamu tidak tidur di kamar semalam?" tanya Kevin.
"Aku menunggu kamu kembali," jawab Aurel.
"Dengan cara kamu mabuk seperti itu?" tanya Kevin lagi.
Membuat Aurel menjadi sedikit malu dan tidak enak hati.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
Jangan lupa untuk like dan komen setelah membaca.
Kalau suka bantu vote dan selamat membaca.