Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-74


__ADS_3

Gavin yang terus menciumi Kania memagut bibir wanita itu dengan napas yang sudah bergemuruh dan sepertinya ia sudah tidak sanggup untuk berhenti di sini, tubuhnya menginginkan sesuatu yang lebih dari ini.


Kania pun yang mendapat serangan mulai mencengkram pundak suami, menggeliat menahan rasa antara geli dan nikmat membuat gavin dengan cepat mengangkat tubuh mungil itu keluar dari kolam renang lalu menggendongnya menuju kamar mandi.


Walaupun dengan sedikit napas terengah-engah Gavin langsung meletakkan Kania di dalam bathtub dan membuka semua pembungkus tubuh mereka supaya tidak menjadi penghalang untuk ia segera menuntaskan hasrat yang sejak tadi belum tertuntaskan.


Ia melakukan foreplay sejenak dengan Kania supaya istrinya sedikit rileks tidak merasakan terlalu tegang sebelum mereka melakukan penyatuan tubuh.


Melihat istrinya sudah cukup rileks artinya ia siap melepaskan si tedung menuju mulut gua.


Baru saja si tedung hendak masuk ke mulut gua Kania sudah mengeluarkan jeritan kecil bukan kesakitan tapi keenakan gila membuat Gavin semakin semangat untuk memompa, kedua tangannya memegang dinding kamar mandi untuk bertahan dan bibirnya di biarkan bersatu dengan bibir Kania, mereka melakukan ciuman dan saling membalas sampai terjadi ciuman bibir yang sangat panas.


Kencangnya suara desahan dan erangan dari mulut keduanya mengalahkan bunyi air shower yang mengalir, sampai erangan panjang terdengar di mulut keduanya menandakan mereka berdua sudah selesai dalam urusan bercinta kali ini.


Percintaan yang cukup panas di kamar mandi.


"Aku beneran ingin berenang lagi sayang," ucap Kania manja.


"Ya udah kita lanjut renang lagi pake baju renangnya sekarang," sahut Gavin.


"Ya pake baju renang masa telanjang," balas Kania sambil mukanya kesal, lagi asik berenang malah di ajak perang.


"Kalau aku doang yang melihat gak apa-apa, malah senang aku lihat kamu telanjang. Tapi kalau ada petugas resort datang rugi punya istri aku di lihat orang," kata Gavin sambil terkekeh.


"Dasar si omes ngomong terus, temenin berenang sayang," rengek Kania.


"Ayo aku temenin kamu berenang, serius kali ini kita beneran berenang," ucap Gavin.


"Jangan sampai kamu gendong aku ke kamar mandi lagi ya," ancam Kania sambil memajukan bibirnya.


"Janji hanya berenang, tapi nanti malam sambung lagi di ranjang ya," ucap Gavin sambil terkekeh.


"Kamu gak ada capeknya sih," sahut Kania sambil mencubit perut suaminya.


"Pulang honeymoon biru semua badan aku karena cubitan kamu sayang," kata Gavin sambil terkekeh.


"Habisnya kamu gemas banget," balas Kania.

__ADS_1


"Emang aku menggemaskan sudah dari lahir," sahut Gavin sambil terkekeh.


Akhirnya pengantin baru tersebut melanjutkan berenang mereka yang tertunda akibat si tedung mengamuk.


*****


Siska membuka matanya dan melihat Kevin sedang tertidur di pinggir ranjang dengan posisi duduk hanya kepalanya yang menyandar di pinggir ranjang rumah sakit.


"Kenapa Kevin tidak tidur di atas sofa? Kasihan pasti akan terasa pegal semua badannya tidur dengan posisi begini," gumam Siska dalam hati.


Siska merasa iba melihat Kevin seperti ini dan dirinya tidak menyangka suaminya akan menepati janjinya.


Di sentuhnya wajah Kevin, hal yang selama ini jarang ia lakukan.


Jarang sekali mereka berdua bisa berdekatan seperti ini, mungkin ini cara Tuhan untuk memberikan kesempatan kepada Siska dan Kevin untuk bisa bersama.


Merasakan ada yang menyentuh wajahnya membuat Kevin terbangun dari tidurnya.


"Aurel kamu sudah sadar?" ucapnya sambil mengusap matanya karena kesadarannya belum sepenuhnya pulih.


Siska kaget mendengar suaminya menyebut nama perempuan lain di depannya.


"Aurel? Siapa Aurel?" tanya Kevin balik ia belum mengerti pertanyaan Siska.


"Barusan kamu menyebutkan nama Aurel, karena itu aku bertanya kepadamu siapa Aurel?" ucap Siska.


"Mungkin kamu salah dengar Sis, aku tidak menyebut nama Aurel. Aku di sini untuk menjaga kamu," sahut Kevin sambil mengacak-acak rambut Siska.


Siska berusaha untuk tidak memperpanjang masalah, walaupun ia mendengar jelas kalau Kevin menyebut nama Aurel.


Sedangkan Kevin sengaja untuk mengalihkan pembicaraan mereka supaya Siska tidak bertanya lebih lanjut tentang Aurel kepadanya.


Ia menyadari memang pikiran dan hatinya saat ini sedang memikirkan kondisi Aurel dan kandungannya. Sampai saat ini ia belum mendapat kabar perkembangan tentang kesehatan wanita itu membuatnya sangat khawatir.


Namun di sisi yang lain ia tidak bisa meninggalkan Siska dengan posisi seperti ini.


Seperti ia harus mencari cara untuk keluar sebentar melihat kondisi Aurel, ia harus mencari alasan yang tepat supaya tidak ada yang mencurigai kepergiannya.

__ADS_1


"Sis, apakah kamu bisa aku tinggal sebentar? Aku ingin bertemu klien tidak lama dan aku akan kembali ke sini untuk menjaga kamu," ucap Kevin.


"Pergi aja Kevin aku bisa meminta bantuan suster jika memerlukan sesuatu, hati-hati di jalan," sahut Siska.


"Baiklah aku berangkat dulu dan akan kembali lagi secepatnya," pamit Kevin sambil mencium kening Siska.


Hati Siska menjadi sangat bahagia ia tersenyum, melihat suaminya bisa bersikap manis kepadanya hari ini.


Ia merasakan menjadi istri Kevin yang sesungguhnya walaupun hatinya masih penasaran Aurel nama yang Kevin sebut di bawah alam sadarnya.


Pria itu langsung melesatkan mobilnya secepat mungkin menuju rumah sakit di mana Aurel di rawat dan setelah sampai tanpa membuang waktu ia langsung masuk ruang perawatan istrinya.


Di lihatnya wanita itu masih belum sadar juga, dan ia bertanya kepada dokter yang menangani Aurel mengapa sampai saat ini istrinya masih belum sadar.


"Sejauh ini perkembangannya tidak ada masalah hanya kesadaran Aurel saja yang belum pulih," ucap dokter yang menangani wanita itu dan sang dokter meminta Kevin untuk bersabar dan terus berdoa untuk kesembuhan istrinya.


Jujur ia sulit untuk meninggalkan Aurel, ingin rasanya tetap berada sisi istrinya keduanya itu, namun Kevin ingat janjinya kepada Siska untuk segera kembali ke rumah sakit.


Setelah beberapa lama ia bersama dengan Aurel, memegang dan mengelus tangan mungil istrinya, mencium kening wanita itu, terpaksa ia harus meminta Tina untuk kembali berjaga di rumah sakit.


"Tina tolong kabari aku terus tentang kondisi kesehatan Aurel dan aku harus pergi lagi karena ada hal yang penting harus di selesaikan. Aku benar-benar menitipkan Aurel padamu, tolong jaga dia baik-baik," ucap Kevin dengan berat hati sebelum meninggalkan rumah sakit.


"Pasti pak saya akan menjaga dia baik-baik dan nanti apapun perkembangannya saya akan memberi kabar kepada bapak," sahut Tina.


"Baiklah aku pamit Tina, jangan lupa pesan aku kalau Aurel sadar kabari aku secepatnya," balas Kevin sambil berlalu meninggalkan ruang perawatan Aurel.


Ia langsung kembali ke rumah sakit menemui Siska yang sedari tadi sudah menunggu kedatangannya.


"Kamu tidak istirahat Sis?" tanya Kevin.


"Aku menunggu kamu, dari mana kamu Kevin sampai mukamu terlihat kusut sekali?" tanya Siska.


"Ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan dan membuat aku lelah. Aku mau istirahat sebentar Sis," jawab Kevin sambil melangkah menuju sofa dan membaringkan tubuhnya di atas sofa panjang yang tidak jauh dari tempat tidur Siska.


Kevin menarik napas panjang dan menghembuskan pelan, lalu memejamkan matanya perlahan untuk menghilangkan kegelisahan hatinya saat ini. Kenapa Aurel dan Siska bisa sakit secara bersamaan?


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Jangan lupa memberikan like dan komen setelah membaca.


Jika kamu suka bisa membantu vote dan selamat membaca ... happy Sunday.


__ADS_2