
Setelah menghabis malam panjang berdua Gavin dan Kania langsung terlelap, hanya selimut putih tebal yang menutupi tubuh mereka berdua.
Gavin dan Kania sudah sama-sama tidak ingat pakaian keduanya yang berceceran di lantai, karena hebatnya pergulatan yang mereka lakukan membuat keduanya langsung terkapar.
Mereka tertidur pulas sampai matahari sudah bersinar terang keduanya masih ada dalam dunia mimpi.
Dave dan Alena maupun Rio dan Sisil enggan untuk membangun kedua pengantin baru tersebut, mereka juga pernah muda mengerti apa rasanya menjadi pengantin baru.
Kedua orang tua Gavin dan Kania sudah lebih dulu turun ke ruangan breakfast.
"Sepertinya anakmu babak belur semalam di serang anakku Rio," ledek Dave.
Semua yang mendengar perkataan Dave menjadi tertawa.
"Kamu tau dulu waktu aku jadi pengantin baru habis diledekin sama orang tua dan mertuaku," kenang Dave sambil tertawa dan mendapat cubitan dari Alena karena malu mengingat apa yang mereka lakukan dulu.
"Pasti cupangan di mana-mana," sahut Rio sambil tertawa.
"Apa beda mobil baru sama pengantin baru?" tanya Rio.
"Mobil baru ketemu lobang pasti ngerem dan menghindar takut rusak, kalau pengantin baru lobang senang langsung tancap gas malah di rusak," jawab Dave sambil terkekeh.
"Udah kita breakfast cepetan dan balik ke rumah biarin anak-anak di sini aja," ucap Alena.
Setelah breakfast Dave dan Rio sekeluarga meninggalkan hotel kembali ke rumah.
Mereka hanya mengirim pesan kepada Gavin dan Kania tanpa mau mengganggu aktivitas kedua pengantin baru tersebut.
Kania terjaga dan membuka matanya melihat di balik sela tirai jendela sinar matahari sudah terang.
Tangan Gavin masih melingkar di perutnya dan kakinya di atas paha Kania membuat ia sulit untuk bergerak.
Badannya terasa remuk redam rasa nyeri di selangkang*n membuat Kania harus meringis.
Dengan sangat pelan ia mulai menyingkirkan tangan dan kaki suaminya membuat Gavin ikut terjaga.
"Morning honey," ucap Gavin sambil mencium kening Kania.
"Morning" sahut Kania sambil meringis menahan sakit.
"Kenapa sakit banget ya sayang, maaf banget aku udah menyakiti kamu," ucap Gavin.
__ADS_1
"Gak apa-apa, bantuin aku ke kamar mandi ya," pinta Kania.
"Aku gendong aja," sahut Gavin dengan cepat ia langsung menggendong Kania menuju kamar mandi.
Gavin meletakkan Kania di dalam bathtub lalu menyalakan kran air hangat untuk mengisi bathtub membiarkan istrinya berendam dengan air hangat untuk menghilangkan sedikit rasa sakitnya.
Melihat Kania yang asik berendam lalu ia memilih ikut bergabung masuk ke dalam bathtub.
"Jangan minta nambah ya," ancam Kania.
"Gak, aku tau kamu masih sakit," sahut Gavin sambil terkekeh.
Mereka berendam berdua di dalam bathtub dan Gavin membantu Kania untuk menuangkan sabun menggosok punggung Kania dengan lembut.
Perlahan sentuhan skin to skin antara mereka seperti aliran listrik yang menyengat dan menyambar membangkitkan birahi Gavin kembali panas. Tangannya mulai bergentayangan menjelajahi tubuh istrinya.
Mulai meremas dua gundukan gunung kembar istrinya, mencium belakang leher istrinya yang basah karena air shower yang sengaja di biarkan mengalir membasahi tubuh mereka, menambah keseksian Kania di mata Gavin.
Tambah di sadari si ular tedung udah bangun lagi dengan kepala yang sudah siap mematok mangsanya.
"Sayang kenapa yang di bawah gerak-gerak lagi?" tanya Kania sambil tertawa.
"Habisnya kamu seksi banget lagi basah-basahan gitu, jadi si tedung bangun lagi aja," jawab Gavin.
"Habis bagaimana kalau lagi kepingin namanya pengantin baru sayang," sahut Gavin.
"Terus gimana dong?" tanya Kania.
"Pelan-pelan aja ya, aku mainnya pake perasaan," rayu Gavin.
Melihat muka melas suaminya membuat ia merasa kasihan juga, walaupun masih merasa sakit akhirnya ia terpaksa mengangguk juga.
Melihat respon istrinya dengan cepat ia mengangkat tubuh Kania dan mengeringkannya, menggendong lalu membawanya kembali ke tempat tidur untuk segera menyelesaikan di sana supaya bebas untuk bergelut.
Di atas tempat tidur hotel yang empuk mereka kembali mengulang seperti yang di lakukan semalam.
Baru setelah itu keduanya membersihkan diri kembali, Kania yang sudah lebih dulu melangkah ke kamar mandi.
Gavin menyibak selimut yang menutupi tubuhnya saat ini dan hendak menyusul istrinya ke kamar mandi, alangkah terkejutnya ia melihat bercak-bercak darah di atas sprei dan selimut putih yang nampak sangat jelas.
Perasaan Gavin antara senang dan sedih, senang karena ternyata Kania adalah seorang perawan tulen dan memberikan keperawanannya untuk dirinya.
__ADS_1
Sedihnya adalah Kania pasti merasa sangat kesakitan semalam ketika mereka melakukan hubungan suami istri, darah yang mengalir keluar menggambarkan ada yang terluka ketika mereka melakukannya.
Gavin ingat istrinya sampai harus meringis dan meneteskan air mata semalam membuat ia merasa bersalah dan pagi ini malah ia memintanya kembali.
Segera ia menyusul Kania ke kamar mandi dengan perasaan bersalah.
"Sayang aku benar-benar minta maaf sudah menyakiti kamu, maafin aku ya," ucap Gavin sambil memeluk Istrinya.
"Minta maaf kenapa? Maksud kamu menyakiti itu apa? Kamu punya selingkuhan? tanya Kania.
"Apa-apaan kamu sayang? Menikah baru satu hari udah punya selingkuhan. Aku menyesal udah buat kamu menahan sakit semalam dan sekarang malah minta lagi," jawab Gavin.
"Kamu buat aku merasa yang enak-enak tau, jadi pengen lagi dan lagi dasar lelaki bodoh," sahut Kania sambil tertawa.
"Kamu ngomong aku bodoh?" tanya Gavin sambil menggelitik Kania.
"Emang kamu bodoh semua pengantin baru juga begitu, kenapa mesti minta maaf. Kemarin kamu bangga nilai kamu biologi seratus." Jawab Kania sambil tertawa menahan geli.
"Itu menunjukkan aku lelaki baik-baik, kamu adalah wanita yang harus berbahagia sudah mengambil keperjakaanku," balas Gavin sambil terkekeh.
"Kamu juga sudah mengambil keperawanan aku," balas Kania sambil menjulur lidahnya.
"Gimana mau sekali lagi?" Tanya Gavin sambil memainkan matanya.
"Jangan sayang, aku lapar banget." jawab Kania.
"Astaga, aku sampai lupa mengajak kamu untuk breakfast dan masih ada keluarga kita sayang." sahut Gavin.
"Gara-gara kamu minta lagi dan lagi sampai lupa semuanya kan," balas Kania sambil tertawa.
Akhirnya pasangan pengantin baru itu segera menyelesaikan kegiatan mereka di kamar mandi secepatnya dan hendak menyusul orang tuanya turun untuk breakfast.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi Gavin mengambil handphone untuk menghubungi orang tuanya ternyata Dave sudah mengirimkan pesan panjang.
"Daddy mengerti pengantin baru semalam habis kerja berat makanya kami enggak mau mengganggu. Kami sudah pulang ke rumah sekarang dan kalian jangan lupa makan karena butuh energi untuk melanjutkan pertandingan gulat sumo. Ingat jangan sampai istri kamu pingsan karena kamu hajar terus dan lupa kasih makan." Sebuah pesan dari Dave yang membuat Gavin tertawa sendiri membacanya.
Lalu jari jempolnya langsung tergoda untuk membalas "Pengalaman pribadi daddy and mommy dulu ya ... hahaha."
"Sayang pesan makanan buat di kamar aja ya semua udah pulang tinggal kita berdua di sini," ucap Gavin.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
Makasih sudah sabar menunggu jadwal up, maaf telat aku habis menemani ada sidang skripsi hari ini.
Habis baca jangan lupa untuk tinggalkan like, komen dan vote ya ... selamat membaca.