Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-50


__ADS_3

Jimmy mempercepat langkahnya mengejar Aurel yang sudah berlari meninggalkannya, secepat mungkin ia mengejar supaya tidak ketinggalan jejak Aurel.


Aurel sudah sampai di depan lobby dan langsung masuk kedalam taksi yang sedang mangkal di depan hotel tersebut.


Ia minta bapak sopir melajukan kendaraannya dan menuju ke apartemen, sekarang Aurel hanya butuh waktu beristirahat dan berpikir lagi.


Sedangkan Rudi segera mengambil mobilnya dan menjalankan kendaraan tersebut tanpa arah. Entah berapa kali ia harus memukul stir mobil tersebut hanya karena kesal tidak bisa menghentikan langkah Aurel sampai ia harus kehilangan jejak gadis itu sekarang.


Sebenarnya ia merekam video itu bukan dengan maksud untuk memperalat atau menekan Aurel tetapi justru ia takut suatu hari gadis itulah yang akan memanfaatkan situasi untuk memperalat dirinya seperti kebanyakan wanita lain pada umumnya.


Tetapi Justru sekarang Aurel merasa tertekan dan pergi menghilang meninggalkan Jimmy sendiri.


Jimmy jadi merasa kesal terhadap dirinya sendiri karena sikapnya sehingga kesempatan ia untuk mendekati Aurel sepertinya sedikit terganjal, Aurel terbukti berusaha menghindari dan meninggalkan Jimmy sendiri.


Setelah berpikir sejenak akhirnya Jimmy akan mencoba mencari Aurel ke apartemennya, mungkin saja gadis itu sekarang sudah kembali kesana.


Sementara Aurel sudah sampai di apartemen, ia langsung ke kamar untuk mengganti pakaiannya.


Ia merasa jijik dengan dirinya sendiri membayangkan apa yang sudah terjadi semalam, setelah itu baru ia membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan ke depan.


Perkataan Jimmy bagaikan monster yang selalu menghantui pikiran Aurel saat ini.


Aurel memejamkan matanya sungguh ia belum sanggup untuk menerima semua ini, Gavin dan Kania adalah orang yang harus bertanggung jawab atas semua ini.


Mereka berdua yang membuat Aurel harus sampai mabuk dan melakukan hal yang tidak senonoh dengan Jimmy.


Ia mengepalkan tangannya menahan rasa kesal jika mengingat semua ini, sampai tiba-tiba ia di kagetkan karena bel apartemennya yang berbunyi dan Aurel berpikir Tina sang manager yang datang mencarinya.


Jimmy yang melajukan mobilnya dengan pikiran kalut dan rasa bersalahnya kini telah tiba di depan apartemen Aurel.


Ketika pintu apartemen di buka sosok Jimmy sudah berada di depannya, seketika membuat Aurel kaget dan ingin kembali menutup pintu itu kembali.


Dengan sekuat tenaga Jimmy mendorong pintu tersebut dan berhasil menerobos masuk ke dalam apartemen Aurel.


"Pergi Jim, aku ingin sendiri! Tolong beri aku waktu untuk sendiri menenangkan diri saat ini," ucap Aurel dengan muka kesalnya.


"Izinkan aku bicara sedikit setelah itu aku akan pergi." sahut Jimmy dengan kedua tangan di dadanya.

__ADS_1


"Janji setelah ini kamu akan pergi dari hidupku?" tanya Aurel.


Jimmy menganggukan dan Aurel mempersilahkan lelaki itu untuk duduk.


"Silahkan duduk, berbicaralah aku akan mendengarkannya dengan baik," kata Aurel.


"Aku mau minta maaf atas kejadian semalam, semuanya di luar kuasaku. Aku tidak ada maksud menekan atau memperalat kamu dengan video itu, aku hanya takut jika suatu hari kamu menuduh aku melakukan pemerkosaan seperti terjadi di beberapa kasus teman-teman kita jadi aku sudah punya bukti.


Jujur aku suka sama kamu walaupun kita baru bertemu dan aku siap untuk bertanggung jawab menikah dengan kamu," kata Jimmy.


"Aku tidak tau harus bagaimana sekarang Jim, aku butuh waktu untuk berpikir dan memutuskan hal ini dan aku minta tolong kamu lupakan tentang hal ini. Mulai saat ini jangan lagi mencari dan temui aku," sahut Aurel.


"Baiklah jika itu mau kamu aku akan pergi tapi ingat aku mencintai kamu dan akan menunggu sampai kamu membuka hatimu untukku." Kata Jimmy sambil berlalu pergi dengan muka kecewa.


Selepas kepergian Jimmy Aurel hanya terdiam dan merenung setiap perkataan lelaki itu, semoga saja apa yang dikatakannya benar kalau ia tidak akan menyebarkan luaskan video mesum mereka.


*****


Kania sekarang sudah menyelesaikan sidang skripsinya dan hanya menunggu saatnya wisuda, ternyata Gavin benar-benar tidak sabar untuk segera melamar gadis tercintanya.


Dia harus berbicara dengan kedua orang tuanya yakni Dave dan Alena untuk melamar Kania dalam waktu dekat.


Dave dan Alena sedang nonton berdua di ruang tengah rumah mereka, tiba-tiba Gavin masuk dengan menjadi pengacau duduk di tengah-tengah mereka.


Sekalipun sudah menjadi lelaki dewasa dan sudah minta dinikahkan tetapi kalau sudah ada di antara daddy Dave and mommy Alena ia akan berlagak seperti anak kecil.


"You always make troubles in this house."Kata Dave sambil terkekeh dan menyentil telinga Gavin.


"But you always miss me when I'm not near you." Jawab Gavin sambil tertawa menggoda kedua orang tuanya.


"You are a naughty boy," sahut Alena pada putranya.


"Dad, aku mau menikah," kata Gavin tiba-tiba.


"Menikah? Tidak pernah lihat kamu pacaran tiba-tiba mau menikah? Calon kamu belum pernah di kenalin sama kami sudah langsung minta menikah atau jangan-jangan ___?" Ucapan Dave terhenti karena mulutnya duluan di bungkam Gavin dengan telapak tangannya.


"Aku gak akan melakukan hal sebodoh itu dengan wanita kesayangan aku sampai tiba hari pernikahan. Aku gak mau menjadi lelaki brengs*k dan seorang pecund*ng untuk orang yang aku cintai," jawab Gavin tegas.

__ADS_1


"Daddy percaya sama kamu, ngomong dong sama mommy siapa calon istri kamu itu.


Mommy belum tau siapa calon istri kamu karena kamu belum pernah bicara sama mommy kamu, kemarin baru pembicaraan kita berdua sebagai laki-laki," ucap Dave.


"Kalian berdua suka pakai rahasia-rahasian awas aja," gerutu Alena.


"Mommy and daddy udah kenal juga sama dia, gak perlu pake kenalan secara formal dong." Ledek Gavin sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kania ya?" tanya Alena.


"Heem" ucap Gavin sambil mengangguk kepalanya.


"Kapan kamu mau bawa gadis itu ke rumah ini?" tanya Dave sambil terkekeh.


"Daddy sama mommy yang datang duluan ke orang tua Kania buat ngomong sama orang tuanya tanda aku serius melanjutkan hubungan ini ke jenjang selanjutnya dan tanda Kania di terima dalam keluarga kita," jawab Gavin.


"Mana berani Rio sama Sisil menolak lamaran kita," sahut Dave sambil tertawa.


"Kamu mau minta kita melamar Kania?" tanya Alena.


"Gitu deh mom," jawab Gavin sambil terkekeh.


"Anak bujangan udah minta kawin," ledek Dave.


"Udah waktunya dad, nanti keburu jadi bujang tua," sahut Gavin.


Dave dan Alena sepertinya sangat memberi support kalau Gavin akan menikahi Kania.


"Pacar kamu yang seorang model itu sudah kamu putusin?" tanya Alena tiba-tiba.


Deg ... Gavin langsung kaget di todong pertanyaan itu oleh Alena karena ia belum pernah menceritakan masalah Aurelia kepada kedua orang tuanya.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen di setiap bab setelah selesai membaca.


Kalau kamu suka bisa memberi vote juga dan terima kasih buat semua dukungan kalian sampai sejauh ini.

__ADS_1


Happy Reading dan Dirgahayu Indonesiaku.


__ADS_2