Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-73


__ADS_3

Kevin menatap Siska penuh dengan rasa bersalah, namun hatinya masih bergejolak antara tetap stay di sini atau justru kembali menemani Aurel di rumah sakit.


"Siska, maaf___" kata-kata Kevin terputus.


"Maaf untuk apa?" tanya Siska.


"Maaf aku tidak ada saat kamu membutuhkan aku," kata Kevin.


"Tidak ada yang perlu di maafkan, aku mengerti posisi kita. Kamu sudah mengetahui tentang penyakit aku kan? Waktu aku tidak akan lama lagi, mohon kamu bersabar jadilah suami yang baik buat aku di saat-saat terakhirku. Aku mohon jangan tinggalkan aku atau mencerai aku sekalipun kamu tidak pernah mencintai aku Kevin," ucap Siska dengan air mata yang sudah mengalir di sudut matanya. Ada kesedihan yang dalam lubuk hatinya yang terdalam.


"Aku tidak akan pernah menceraikan kamu Siska, kamu adalah menantu kesayangan mamaku. Maaf kalau sampai saat ini aku belum bisa mencintai kamu sepenuhnya Sis, tapi kamu tetap istri terbaik bagiku," ucap Kevin sambil memegang tangan Siska.


"Aku tidak pernah mengharap kamu mencintai aku, cukuplah kamu tetap berada di samping aku sampai aku menutup mata," sahut Siska sambil terisak dalam tangisnya.


"Siska aku berjanji untuk menemani kamu, kamu harus semangat untuk kembali sehat kita memulai kehidupan kita dari awal. Maaf aku belum bisa menjadi suami yang baik dan mungkin aku adalah lelaki yang paling brengsek untuk kamu," ucap Kevin sambil memeluk Siska.


"Sepertinya harapanku untuk sembuh sudah sangat kecil kemungkinannya, berikan aku sedikit kebahagian saja Kevin. Buat aku menjadi wanita yang paling bahagia di sisa waktuku, aku ingin menutup mataku dengan melihat kamu yang berada di depanku dan memegang tanganku. Berjanjilah Kevin untuk itu," pinta Siska sambil menggenggam erat tangan Kevin.


"Aku berjanji untuk itu Siska, kamu harus semangat. Kita akan melakukan pengobatan terbaik untuk kamu Sis, kamu harus kuat!" sahut Kevin sambil membalas genggaman Siska.


"Aku boleh meminta sesuatu, tolong jangan melakukan kemoterapi atau pengobatan sejenisnya. Aku ingin kembali ke surga seperti ini Kevin, aku tidak ingin orang melihat rambutku gundul tubuhku kurus kering biarkan aku seperti ini, aku ikhlas menjalani ujian Tuhan lewat penyakit ini," ucap Siska.


"Apapun permintaan kamu aku akan menuruti, aku bakal mendampingi kamu dan aku akan belajar menjadi suami yang baik buat kamu Siska," balas Kevin sambil tersenyum menatap wajah Siska.


Melihat Kevin tersenyum kepadanya, senyum yang selama ini ia dambakan membuat Siska tersenyum bahagia.


Mendapat sedikit perhatian dari Kevin sudah membuat ia bahagia, rasanya sekarang juga ia sudah siap untuk kembali ke surga. Perhatian yang selama ini tidak pernah Siska dapatkan dari Kevin, membuat hatinya berbunga-bunga.


"Sekarang tidurlah dan aku akan berada di sampingmu sampai kamu terbangun lagi," ucap Kevin sambil mencium kening Siska dan membuat hati wanita seperti mendapat air surga yang dingin dan menenangkan.


Siska memejamkan matanya dan lama-lama napasnya mulai teratur wanita itu tertidur dengan tenang.


Sedangkan Kevin mengeluarkan telepon genggam miliknya dan mengirim pesan kepada Tina untuk tetap menjaga Aurel baik-baik serta mengabarkan apapun perkembangan istrinya.

__ADS_1


*****


Di Bali Gavin sedang menikmati indahnya honeymoon bersama Kania, mereka berjalan-jalan di pinggir pantai yang berpasir putih.


Kania berlari-lari kecil di pinggir pantai dengan memakai baju tank top dan celana pendek di tutup kain pantai di tambah topi lebar dan kaca mata hitam, wanita itu asik menikmati suasana pantai.


Sedangkan Gavin memakai celana pendek selutut dan kaos slim fit di tambah topi dan kaca mata hitam.


Melihat Kania sudah berlari lebih dulu di depannya membuat Gavin berusaha mengejar dan menangkap istrinya, memeluknya serta menghadiahi wanita itu dengan ciuman panas sepanas cuaca hari ini di Bali.


Di sepanjang pantai terdapat pasangan yang sedang berduaan sedang menikmati panasnya sinar mentari pagi ini.


"Sayang pandang ke depan deh lihat lautan yang membentang luas tidak ada batasnya, menyatu dengan samudra raya, seperti itu cinta aku sama kamu tanpa batas dan semakin lama semakin dalam tidak dapat di ukur kedalamannya hanya aku, kamu dan Tuhan yang tau betapa sayangnya aku sama kamu tuh," ucap Gavin sambil memeluk Kania dari belakang dan jari tengah menunjuk ke arah lautan.


"Belajar dari mana merangkai kata seperti itu?" tanya Kania sambil membalikkan badannya menghadap Gavin


"Dari hati aku dong sayang," kata Gavin sambil terkekeh.


Sontak membuat pria itu tertawa melihat sikap istrinya dan menarik Kania lebih erat dalam pelukannya dan ia sengaja tidak mau melepaskan.


"Biarkan aku memelukmu seperti ini sambil menikmati semilir angin yang terus bertiup, meniupkan rasa cinta antara kamu dan aku semakin lama semakin kencang sampai aku di buat mabuk kepayang karena kamu" kata Gavin.


"Semalam mimpi apa sayang?" tanya Kania.


"Mimpi kamu menjadi bidadari sedang menggoda aku supaya mau ikut ke kayangan," balas Gavin sambil tertawa.


"Lama-lama kamu menggemaskan banget sih," cubit sayang Kania di pipi Gavin lalu menghadiahi suaminya dengan sebuah ciuman gemas di bibir Gavin sengaja dia gigit sedikit biar omes Gavin sedikit berkurang.


"Napsu banget sih sayang sampe pake gigit segala," goda Gavin.


"Abis gemes," jawab Kania sambil memainkan sedikit sudut bibirnya.


"Balik yuk, kita sambung di dalam," ajak Gavin sambil menarik tangan istrinya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Kania berjalan mengikuti langkah Gavin tangannya di genggaman erat oleh suaminya, mereka kembali ke resort untuk menikmati waktu berdua.


"Sayang berenang berdua yuk," ajak Gavin.


"Ayo siapa takut," sahut Kania.


"Mau berenang di kolam atau berenang di ranjang?" tanya Gavin.


"Iih berenang di kolam dong," jawab Kania.


"Abis dari kolam renang ke ranjang ya," ledek Gavin sambil tertawa.


"Udah cepetan nyebur," ucap Aurel sambil mendorong tubuh Gavin masuk ke kolam renang.


"Byuuuur" langsung tubuh Gavin masuk ke kolam renang di susul Kania yang langsung ikut menceburkan diri.


Mereka berdua berenang saling kejar mengejar di kolam renang sampai akhirnya Kania harus berhenti menarik napas, ternyata lumayan lama tidak berenang sepertinya ini membuat ia harus belajar mengatur napas kembali.


Gavin mendekat dan mengunci Kania dalam pelukannya dan menciumi leher istrinya.


Baginya Kania sangat seksi saat basah-basahan, entah mengapa kalau melihat istrinya sedang dalam keadaan basah Gavin seperti terpancing untuk melakukan hubungan badan saat itu juga, rasanya ia sudah tidak kuat untuk tidak mencaplok kania saat ini.


Mulai ia menempelkan tubuhnya dengan tubuh Kania, menggesek-gesek si ular tedung tanpa sadar kepala si tedung langsung garang posisi siap mematok, sayang masih terhalang celana renang.


Kania melihat sesuatu yang sudah membengkak di balik celana renang suaminya membuat matanya langsung membulat dan memandang dengan tatapan ngeri, pasti habis ini ia langsung di habisi lagi.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa untuk memberi like dan komen.


Kalau suka bantu vote juga ya


Selamat malam minggu dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2