
Akhirnya Kevin dan Aurel membuat kesepakatan bersama, pria itu berpikir wanita yang ada di sampingnya masih polos bisa ia manfaatkan seperti wanita kencannya yang lain.
Poin-poin yang di masukkan ke dalam perjanjian itu.
1.Kevin harus memberikan hati dan cintanya untuk Aurel, mereka akan menikah secara diam-diam dalam waktu dekat.
2.Kevin maupun Aurelia tidak boleh menjalin hubungan dengan pihak lain selama mereka terikat perjanjian.
3.Perjanjian ini berlaku dan mengikat satu dengan lain, bisa di batalkan apabila ada salah satu pihak yang berkhianat.
4.Apabila terjadi perpisahan maka akan ada pembagian harta antara Kevin dan Aurel sesuai kesepakatan yang akan mereka atur di kemudian hari.
5.Kevin akan mencintai dan menjaga Aurel dengan sepenuh hati, dan mengikuti apa pun permintaan istrinya nanti.
Lima poin pertama telah mereka sepakati dan tanda tangani bersama di atas materai dan kalau ada poin tambahan akan di buat menyusul.
Kevin tidak nampak seperti lelaki yang tegas lagi, keinginan untuk menikmati tubuh Aurel membuat ia menandatangani semua permintaan wanita itu, ia seperti seorang yang kurang waras.
Aurel hanya tersenyum melihat kesepakatan mereka di tanda tangani.
Kevin hanya ingin segera mengusir sang assisten secepatnya pergi, ia sudah tidak tahan lagi ingin segera menghabisi gadis itu.
Setelah sang assisten pergi, segera Kevin mengunci pintu kamar.
Ia langsung memeluk tubuh gadis itu dan Aurel harus memainkan peranannya seperti wanita jal*ng pada umumnya memberi pelayanan yang memuaskan.
Kini usia Kevin yang beda sepuluh tahun lebih tua sekarang tidak menjadi penghalang untuk mereka berc*mbu.
Kevin memeluknya dari belakang dan menyibak rambut panjang Aurel ke samping, ia menc**m belakang leher gadis itu.
Deru napasnya semakin bergemuruh dan menggesek-gesekkan miliknya ke bagian bok*ng Aurel membuat gadis itu tidak kuat lagi untuk tidak membalas.
Aurel membalikkan tubuhnya dan Kevin menarik tubuh kecil dan ramping itu dalam pelukannya, langsung ia melum*t bibir mungil yang sudah dari tadi menggoda imannya.
Memainkan lidahnya dan dan ketika Aurel memberikan sedikit ruang untuk ia bebas mengeksplor rongga mulut gadis itu.
__ADS_1
Lidah nakal Aurel juga memberi respon dan melakukan perlawanan sehingga Kevin menjadi lebih liar.
Kevin merobek gaun mahal Aurel membuat mata Aurel membelalak.
"Besok kamu bisa menggantinya dengan sepuluh gaun yang serupa, jangan takut." bisik Kevin yang tau Aurel seperti tidak rela gaun malamnya langsung di robek begitu saja.
Kevin yang sudah seperti singa jantan tidak di kasih makan seminggu menjadi sangat buas dan sedikit mengerikan.
sekarang gadis itu sudah bugil semua pakaiannya sudah dilucuti satu per satu dan sekarang Aurel meniru gaya para jal*ng ia melucuti satu per satu pakaian yang melekat di tubuh Kevin.
Sambil berdiri ia mengecup dan memberi sedikit gigitan di dada bidang Kevin sambil tangannya bermain lincah di bagian sensitif Kevin.
Tidak puas untuk itu kini Aurel turun bermain dengan mulutnya di batang Kevin yang sudah berdiri tegak sempurna.
Ia menghis*p dan mengul*mnya membuat Kevin seperti ingin menggelepar merasakan sensasi nikmat yang luar biasa dan ia hanya mengerang hebat.
Aurel ingin bermain sempurna sebagai teman kencan sang konglomerat terkenal, sampai Kevin sendiri tidak tahan dan tumbang di kasur king size di kamar hotel presiden suite yang megah.
Kini Kevin yang membalas ia mencium setiap jengkal tubuh gadis itu seperti singa yang kelaparan baru mendapatkan daging segar.
Kevin turun bermain di bawah sensitif gadis itu, gantian ia yang membuat gadis mengerang panjang dan mengeluarkan suara desahan yang membuat jiwa dan napsunya semakin meronta-ronta ingin segera menghunus pedangnya di dalam sarungnya.
Setelah melihat bagian bawah gadis itu sudah basah, Kevin langsung terbaring dan minta Aurel untuk memimpin permainan dengan berada duduk di atas tubuh Kevin sambil pria itu menghujam senjatanya untuk melakukan penyatuan tubuh mereka.
Tubuh mereka berdua bergetar hebat karena permainan yang begitu panas sampai Aurel mengerang panjang "Aaaaargggh" gadis itu sudah sampai puncak untuk pertama kalinya.
Sekarang mereka harus berganti posisi Kevin yang berada di atas tubuh gadis itu dan kembali memasukan pedangnya, sengaja dia memperlambat gerakannya yang membuat Aurel merasakan geli-geli nikmat.
Gadis itu terus menggeliat, mengerang dan mendesah, ruangan hotel itu menjadi saksi buat ia dan Kevin betapa gila mereka berdua yang sedang di kuasai napsu.
Gerakan Kevin semakin lama semakin cepat, butiran peluh terlihat jelas keluar dari kulitnya yang putih bersih menambah seksinya pria itu saat ini.
Sampai suara teriakan panjang baik mulut Kevin dan Aurel keluar bersamaan "Aaaaarrrrg" karena senjatanya bisa menjangkau bagian terdalam lobang kenikmatan dan lahar panas miliknya sudah berhasil disemburkan di sana.
Kevin terkulai lemas di atas tubuh gadis itu, sejenak memberikan sebuah kecupan di bibir Aurel karena ia puas bermain dengan wanita peliharaannya yang baru.
__ADS_1
Setelah ia mengambil napas teratur baru ia mencabut senjatanya dengan pelan-pelan sambil tersenyum nakal.
Lalu Kevin mengambil posisi berbaring di samping Aurel dan meminta gadis itu untuk tidak pergi malam ini untuk menemani tidurnya sampai pagi.
Sepertinya Kevin belum puas untuk bermain-main dengan wanita di sampingnya, sampai entah harus berapa kali mereka mengulangi adegan seperti tadi.
Bahkan ia tidak membiarkan Aurel untuk menggunakan bajunya malam ini, hanya di bawah selimut putih tubuh polos mereka berdua berada.
Kevin memang rajanya pemuja wanita, ia memang sangat suka dengan wanita-wanita yang bisa memuaskan dirinya di atas ranjang.
Demikian ia dan Aurel menghabiskan malam yang panjang di dalam kamar hotel yang sudah seperti kamar pribadinya karena begitu seringnya Kevin membooking kamar tersebut untuk membawa wanita yang berbeda untuk memuaskan masalah ranjangnya.
Sampai pagi datang badan Aurel seperti berat untuk bangun sampai di gerakkan pun rasanya sangat sulit.
Karena hempasan dan hentakan yang Kevin berikan kepadanya setelah semalaman penuh mereka berdua berpacu dalam napsu yang menggebu.
"Kamu sudah bangun sayang?" sapa Kevin.
"Heem, tapi badanku lemas seperti tidak bertenaga," sahut Aurel sambil tersenyum malu.
"Maaf aku sudah membuat kamu menjadi seperti ini," kata Kevin sambil membelai rambut panjang Aurel.
"Aku akan menghubungi managerku untuk datang kesini membawa pakaian ganti. Kamu sudah merusak gaun kesayanganku semalam." sahut Aurel sambil memajukan bibirnya.
"Sebentar aku akan membuka cek untuk mengganti gaun kamu yang rusak dan kamu bisa membelinya berikut butik-butiknya," jawab Kevin sambil terkekeh.
"Jangan lupa dengan surat kesepakatan kita, jadikan aku nyonya di rumahmu walaupun harus sedikit orang yang akan mengetahui hal ini. Itu terbaik untuk karier bisnismu dan profesi model aku." Aurel berusaha mengingatkan Kevin tentang perjanjian dan kesepakatan mereka semalam.
"Baik sayang, aku akan menepati janjiku. Jadilah peliharaan aku yang penurut dan selalu bersikap manis, satu lagi bisa selalu memuaskan aku ketika di atas ranjang." jawab Kevin sambil menarik dagu Aurel dan memandangnya dengan tatapan nakal.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa untuk selalu memberikan like dan komen setelah membaca supaya para author selalu semangat untuk mengirim naskah cerita dan maksimal dalam menghalu ... hehehe.
Kalau suka bantu vote & happy reading.
__ADS_1