Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-66


__ADS_3

Kania sebenarnya malu-malu mau minta Gavin membuka gaunnya, ini pengalaman pertama baginya ada perasaan canggung.


Sedangkan Gavin hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang malu-malu kucing, membuat ia gemas ingin segera melahap Kania tetapi ia ingat masih ada acara nanti malam, mereka berdua tidak boleh kelelahan.


"Duduk di sini tuan putri aku bantuin buka hiasan di kepala kamu, kalau kamu berdiri susah tangan aku menjangkaunya," kata Gavin.


Kania lalu duduk di depan kaca dan Gavin membantu dirinya membuka jepitan dan hiasan di rambutnya. Namanya juga tangan lelaki membuat dirinya kadang harus sedikit meringis karena sakit rambutnya ada yang tertarik.


Sekarang Gavin membuka pengait gaun yang dipakai Kania dan membantu wanita itu membuka gaunnya, matanya langsung membulat melihat sebuah pemandangan yang langkah.


Ia bisa melihat punggung mulus Kania, membuat ia harus menahan ludah sejenak otaknya langsung berubah mesum seketika.


"Kania, kamu membuat ular tedungku manggut-manggut." Ucap Gavin sambil memandang punggung istrinya dengan gaun yang sudah setengah terbuka, dengan cepat ia mengecup pundak istrinya.


"Geli sayang, ular tedung apaan? Kamu bawa hewan peliharaan ke hotel emangnya?" balas Kania sambil terkekeh.


"Aku selalu bawa dong si ular tedungku kemana-mana, gak mungkin ditinggal. Tuh kamu lihat lagi manggut-manggut di balik resleting celana aku," sahut Gavin sambil tertawa terbahak-bahak.


"Mesum kamu, sekarang aku mau tinggal mandi dulu." Kata Kania sambil tersenyum malu.


"Ikut dong, aku bantuin kamu mandi," goda Gavin.


"Jangan ngarep ya." Balas Kania sambil menjulurkan lidahnya lalu menghilang di balik pintu kamar mandi.


Gavin tersenyum-senyum sendiri melihat sikap Kania padanya, jujur membayangkan malam nanti mereka mau bakalan ngapain membuat ia menepuk-nepuk jidatnya sendiri sampai tiga kali.


Kania dan dirinya sama-sama belum punya pengalaman melakukan hal tersebut haruskah ia mengajak wanita itu menonton film bokep supaya sama-sama belajar melakukannya dengan benar?


"Parah, kenapa pikiran gue jadi kacau begini?"


ucapnya dalam hati sambil tersenyum-senyum membayang mereka berdua yang sama-sama masih polos.


Tidak lama wanita itu sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililit di atas kepalanya dan baju mandi gaya kimono. Kania nampak segar sehabis mandi, karena sebentar sore ia sudah harus dimake up kembali untuk menyesuaikan gaun pengantin ala Cinderella yang sudah dipilih mertuanya untuk dikenakan malam nanti.


"Sayang abis mandi begitu kamu tambah menggoda, si ular tedung tambah gak bisa diam. Gimana cara menjinakkannya?" tanya Gavin.

__ADS_1


"Jangan tanya aku cara menjinakkan ular tedung aku gak bakalan ngerti, kamu yang punya pasti kamu pawangnya," jawab Kania cepat.


"Cepetan sana mandi, aku mau ganti baju," lanjut Kania.


"Pegang aja bentar sama kamu entar juga diam," kata Gavin sambil tertawa.


"Bohong, tambah di pegang dia tambah garang. Cepetan sana mandi!" Perintah Kania sambil menaikan bola matanya dan jari telunjuk yang menunjukkan arah kamar mandi.


Melihat istrinya sudah sedikit serius wajahnya membuat Gavin segera menuju kamar mandi, berharap air shower bisa membantunya meredam dan menjinakkan amarah si ular tedung yang dari tadi gerak terus di balik resleting celananya.


Ia menyalakan air shower langsung membasahi seluruh tubuhnya, perlahan tapi pasti si ular tedung akhirnya tunduk juga.


Setelah keluar dari kamar mandi tubuhnya sudah segar, rambutnya basah yang meninggalkan sedikit air seperti titik-titik embun pagi di pipinya.


Wangi sampo dan sabun yang ia pakai memberikan aroma maskulin, dengan handuk di pinggang, bertelanjang dada dan perut yang rata walaupun tidak terlalu menampakkan bentuk roti sobek tetapi cukup membuat yang memandang harus menahan saliva.


Kania yang sudah rapi berpakaian memandang kearah suaminya sedikit terpesona walaupun ia berusaha untuk tidak memperlihatkan perasaannya.


"Kenapa lihat-lihat udah gak sabar mau ngajak aku tidur sekarang," tanya Gavin.


"Mau dong," cepat Gavin cepat.


"Cepetan ganti baju nanti aku keringin rambut kamu, abis itu aku mau istirahat sebelum acara nanti sore," ucap Kania sambil mengeringkan rambutnya yang masih sedikit basah.


Setelah Gavin rapi berpakaian Kania membantu mengeringkan rambutnya yang basah, akan tidak nyaman kalau tidur dengan rambut yang masih basah.


Selesai membantu suaminya mengeringkan rambut wanita itu langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, maklum ia sudah bangun dari pagi-pagi sekali untuk make-up sebelum acara akad nikah mereka.


Sekarang waktunya ia tidur sebentar sebelum di make up ulang untuk acara resepsi nanti malam.


"Kita berbagi tempat tidurkan? Kita bukan lagi dua melainkan satu artinya satu tempat tidur bagi berdua ya kan?" ledek Gavin.


"Tidur aja sayang aku udah ngantuk mau tidur," jawab Kania sambil menguap.


"Sini aku peluk biar cepat tidur," kata Gavin.

__ADS_1


"Udah begini aja, bentar lagi juga aku pasti tidur udah ngantuk banget," balas Kania.


"Gak boleh menolak permintaan suami sayang," goda Gavin.


Setelah memeluk Kania ia mencium kening Kania dua kali dan membiarkan wanita itu untuk tidur.


"Udah sekarang tidur aja dulu, ntar malam jangan tidur kita belajar praktek pelajaran biologi," ucap Gavin.


"Kamu ngomong apa barusan?" tanya Kania mengangkat sedikit wajahnya menatap Gavin.


"Kamu tidur aja sekarang nanti malam jangan tidur kita mau praktek pelajaran biologi, ada yang salah?" tanya Gavin sambil tertawa mengulang ucapannya.


Sontak lengannya di cubit sama Kania, karena wanita itu sudah paham maksud omongan suaminya menjurus kemana.


"Nilai teori aku waktu sekolah seratus loh makanya aku pengen buru-buru praktek untuk uji materi." Lanjut Gavin sambil tertawa.


"Aku takut sayang, katanya sakit," kata Kania sambil mengernyitkan dahinya.


"Sakit-sakit enak," jawab Gavin cepat.


"Kok kamu tau, jangan-jangan____" balas Kania tanpa melanjutkan kalimatnya dan jari telunjuk Gavin menyentuh bibirnya.


"Ssst ... jangan lanjut, aku tau karena pernah nonton filmnya bareng Andre." ucap Gavin sambil mengecup bibir Kania.


"Aku mau tidur," kata Kania.


"Udah tidur aja dulu, aku jagain kamu sayangku," sahut Gavin.


Tidak lama wanita pun tertidur dalam pelukan suaminya, pelan-pelan Gavin melepaskan pelukannya dan membenarkan letak tidurnya supaya nyaman.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa buat komen dan like setelah selesai membaca.


Jangan lupa bantu vote kalau yang punya poin ...selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2