Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-14


__ADS_3

Kania dan Gavin segera masuk ke dalam cinema dengan menenteng paper bag yang berisi popcorn dan minuman yang sudah mereka beli sebelumnya.


Setelah menemukan tempat duduk mereka langsung menduduki kursi tersebut, tidak berapa lama film tersebut pun diputar.


Sambil menonton tidak sedikit gelak tawa terdengar dari penonton karena tingkah konyol yang ditunjukkan para aktor dalam tokoh film tersebut.


Tidak terkecuali Kania sampai harus beberapa kali menutup mulutnya sambil tertawa.


Gavin justru tertawa melihat tingkah Kania bukan tertawa karena film yang ia tonton.


"Ketawa aja sepuasnya sekarang Kania sebentar lagi waktu perjalanan pulang aku akan kasih tau hukuman buat kamu pasti kamu bakalan shock pas mendengarnya," ucap Gavin dalam hati sambil tersenyum.


Tiba-tiba Kania memegang tangan Gavin sambil ngomong "Kak, coba lihat lucu banget itu" sambil tertawa.


"Rasanya kok beda ya, saat aku yang pegang tangan Kania sama kalau dia yang pegang tangan aku, rasanya seperti tersengat listrik" pikir Gavin sambil tersenyum.


Gadis di sebelahnya tertawa sampai keluar air mata, ternyata bukan cuma sedih orang keluar air mata tetapi tertawa berlebihan pun bisa keluar air mata.


Terpaksa Gavin mengambil sapu tangannya dan mengusap air mata di ujung mata Kania.


"Terima kasih ya kak," ucap Kania.


"Kamu tertawa aja seperti orang lagi abis menangis," ledek Gavin sambil menyodorkan snack ke mulut Kania yang fokus aja nonton.


"Abis filmnya lucu aku suka kak," sahut gadis itu.


"Ini minumnya diminum dulu, sampai lupa keasikan nonton," kata Gavin sambil memberikan cup minuman ke tangan Kania.


"Terima kasih sekali lagi, kak Gavin perhatian banget sih," balas Kania sambil tersenyum malu-malu menatap wajah Gavin.


"Terima kasih doang gak ada upahnya," ledek Gavin sambil terkekeh.


"Upahnya apa kak?" tanya Kania pura-pura tidak mengerti.


"Ya udah anak kecil nonton aja kalau gak ngerti," jawab Gavin sambil tertawa.


Kania tersenyum simpul mendengar ucapan Gavin, padahal ia bukan tidak mengerti hanya saja pura-pura bersikap bodo.

__ADS_1


Setelah film berakhir akhirnya mereka berdua keluar dari cinema, Gavin memegang tangan Kania mereka menuju ke parkiran untuk mengambil mobil Gavin.


"Dek, sebelum pulang rumah kakak mau ngajak kamu ke suatu tempat dulu," kata Gavin setelah mereka sudah berada di dalam mobil.


"Kemana kak?" tanya Kania.


"Sabar sebentar lagi kita sampai, menikmati senja sebelum kakak antar kamu pulang," jawab Gavin yang di iringi anggukan dari Kania.


Mobil Gavin pun melaju menembus sedikit kemacetan di hari weekend, sampailah mereka di suatu taman dengan pemandangan yang indah sebuah danau yang cukup luas.


Rimbun dengan pepohonan dan bangku-bangku taman berjejeran terpasang di tempat itu untuk mereka duduk menikmati suasana taman yang memberi kesan sejuk.


Udara sore cukup segar angin bertiup kencang membuat dahan bergoyang ke kiri dan ke kanan seperti menari-nari.


Gavin dan Kania berjalan berdampingan menuju pinggiran danau yang hijau, banyak burung berterbangan di sekitar taman.


"Wow ... indah banget kak," ucap Kania sambil merentangkan tangannya.


"Kamu suka dek dengan tempat ini?" tanya Gavin.


"Suka banget, kok kakak tau tentang tempat ini?" tanya balik Kania.


Kania mengambil batu kecil dan melemparkan ke tengah danau sambil tersenyum "tempat yang indah" gumamnya.


"Sekarang waktunya kakak mau bilang hukuman apa buat kamu, tapi ingat tidak boleh bilang "tidak" namanya hukuman harus dijalankan," ucap Gavin.


Kania jadi berubah warna mukanya langsung menjadi tegang seketika mendengar kata hukuman.


Baru saja ia mau bersenang-senang sekarang harus terima hukuman karena kekalahannya tadi, bodoh saja ia menerima challenge dari lelaki itu.


"Hukumannya apa kak?" tanya Kania dengan muka takut.


"Tegang amat, belum juga kakak ngomong kamu udah setegang itu," jawab Gavin.


"Kania takut kalau hukumannya berat kak," ucap Kania.


"Kamu harus jadi pacar aku mulai saat ini sampai nanti kamu lulus wisuda, kakak akan langsung datang untuk melamar kamu.

__ADS_1


Tidak boleh ada penolakan dan kamu harus terima karena ini hukuman kekalahan kamu tadi," ucap Gavin.


"What???" kata Kania kaget seketika mendengar ucapan Gavin.


"Ada yang salah?? Atau kamu belum jelas ucapan kakak harus di ulangi sekali lagi?" tanya balik Gavin.


"Hukuman apa seperti itu kak? Mana mungkin kita pacaran dan menikah tanpa cinta? Kania gak mau jadi pelarian sesaat kakak setelah putus sama Aurelia," ucap Kania sambil menatap muka Gavin.


Jujur Kania rasanya mau pingsan mendengar hukuman seperti apa seperti ini, challenge model apa kayak begini, ia terperangkap di dalam permainan konyol Gavin.


"Kata siapa tanpa cinta? Kata siapa kamu hanya sebagai pelarian?" tanya Gavin.


"Kita gak ada hubungan dan perasaan apa-apa, hanya karena kalah challenge kakak minta Kania jadi pacar kakak, gak lucu tau gak," jawab Kania sambil memajukan bibirnya.


"Kania dengar kakak ngomong dulu, kakak suka sama kamu sejak kita masih SMA.


Kemarin waktu Andre bertanya siapa cewek yang kakak suka waktu sekolah sebenarnya itu adalah kamu.


Jadi tidak tepat kalau kamu bilang kamu cuma buat pelarian, kakak sudah memendam rasa cinta lama terhadap kamu, hanya tidak berani mengungkapkannya.


Sekarang kakak udah ngomong semuanya dan kakak tidak mau Andre keduluan nembak kamu.


Sekarang kamu tidak ada alasan buat menolak," kata Gavin sambil terkekeh.


Kania membulatkan matanya mendengar ucapan Gavin karena ia tidak pernah berpikir lelaki itu menyukainya.


Tetapi sekarang ia tidak tau harus senang atau harus sedih di tembak dadakan seperti ini membuat jantungnya detak lebih cepat dari sebelumnya.


Bersambung dulu ya ... Kania mesti ngomong apa ya?


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa vote, like, komen, dan tekan favoritnya ❤️ supaya dapat info update.


Kalau baca komen kalian hati author senang dan bikin semangat makanya komen-komen dong.


Walau aku gak sempat balas tapi aku baca semuanya dan senyum sendiri, maklum kadang sambil kerja bacanya.

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya.


__ADS_2