
Andre melajukan mobilnya menuju sebuah tempat untuk ia dan Dira bisa ngobrol bersama.
Memang mereka berdua sudah lama tidak berjumpa karena waktu SMA Andre pindah sekolah dan di sekolah yang baru ini Andre bertemu Gavin dan Kania.
"Aku hampir gak mengenali kamu Dira, jujur wajah kamu banyak sekali berubah sekarang," kata Andre.
"Masa sih kak? Emang sih waktu SMP tubuh aku kecil banget," balas Dira sambil tertawa.
"Beneran kamu datang sendirian tadi??" tanya Andre.
"Beneran ... kenapa kakak juga datang sendirian?" tanya Dira.
"Aku habis ketemuan sama teman di sana tadi," jawab Andre.
"Ooh, mengganggu waktu kakak gak nih?" tanya Dira lagi.
"Aku malah senang ketemu kamu Dira, abis ketemu teman perasaan aku jadi galau," jawab Andre.
"Kak Andre galau?" sahut Dira sambil terkekeh.
"Kenapa, kamu mau meledek aku," balas Andre.
"Gak kak, cuma jangan jadikan Dira sebagai pelarian doang ya," ledek Dira membuat Andre tertawa.
Andre yang mendengar ucapan Dira jadi tertawa, memang sebenarnya ia mengajak Dira sekarang ini untuk membuang rasa kesalnya tadi.
Apakah ini tergolong pelarian namanya??
Andre tidak peduli yang penting saat ini dirinya merasa terhibur sedikit dengan Dira kehadiran di sampingnya.
Persetan dengan omongan orang kalau dirinya memanfaatkan kehadiran Dira, karena apa yang ada di hatinya saat ini hanya dia yang mengerti.
Andre dan Dira memasuki sebuah Kopitiam yang cukup terkenal, di tempat itu mereka bisa booking meja untuk ngobrol berdua.
__ADS_1
Andre memarkirkan mobilnya dan mereka berdua turun segera melangkah kedalam untuk memesan tempat untuk berdua.
Setelah mendapatkan tempat Andre dan Dira memesan menu andalan di Kopitiam tersebut, baru mereka melanjutkan obrolan yang tertunda.
"Kak Andre ngajak aku jalan berdua begini nanti ada yang marah gak?" tanya Dira.
"Ada, mama aku. Dia suka takut aku mempermainkan anak gadis orang," jawab Andre sambil tertawa.
"Maksud aku bukan itu kak, pacar kakak marah gak?" balas Dira.
"Pacar dari Hongkong, pacar aja gak punya gimana mau marah," sahut Andre sambil terkekeh.
"Serius kakak gak punya pacar? Masa ganteng-ganteng begini jomblo sih?" tanya Dira.
"Baru kamu doang yang memuji aku ganteng, serius aku belum punya pacar, baru mau nembak cewek malah keduluan jadian sama sahabat aku," jawab Andre dengan muka sedikit sedih.
"Ceritanya ada yang nikung kakak, pantesan tadi bilang galau," ledek Dira sambil tertawa.
"Kamu udah punya pacar belum Dira?" tanya Andre.
"Kamu juga cantik-cantik jomblo," cibir Andre balik meledek Dira.
"Aku sengaja jomblo menunggu cinta sejati aku datang kak," sahut Dira sambil tertawa.
"Siapa cinta sejati kamu Dira? Jangan-jangan aku lagi, tadi katanya kamu pernah ngefans sama aku waktu SMP.
Aku cinta monyet kamu dong," kata Andre sambil tertawa.
"Kakak merasa gak aku cintai?" tanya Dira.
"Merasa sih enggak tapi berasa di cintai aja," jawab Andre pede aja sambil tertawa.
"Aku gak berani mencintai orang setampan kak Andre pasti banyak saingan nanti," ucap Dira.
__ADS_1
"Saingan?? Pacar satu pun belum punya bagaimana kamu mau bersaing," sentil Andre di jidat Dira.
Setelah mengucap kalimat terakhirnya Dira jadi malu sendiri, kenapa dirinya bisa blak-blakan tentang perasaannya kepada Andre.
Lelaki itu pernah ia sukai dulu waktu mereka masih menggunakan seragam putih biru, Andre cinta monyet Dira.
Lama tidak bertemu kembali setelah Andre lulus sekolah menengah pertama dan melanjutkan SMA di sekolah lain, Dira membiarkan perasaan sukanya menguap begitu saja.
Hari ini ketika bertemu dan bertatap muka sekarang dengan Andre getar-getar cinta itu mulai muncul lagi.
Andre semakin tampan dengan penampilannya sekarang, jauh lebih dewasa dan menarik dari yang ia kenal dulu.
Dira belum berani berharap banyak dari Andre, jangan-jangan Andre hanya menganggapnya teman biasa dan tidak mempunyai ketertarikan terhadap dirinya.
"Hey ... anak kecil melamun" ucap Andre sambil menepuk bahu Dira.
Dira sedikit kaget barusan, ia sedikit terbawa perasaan dan pikirannya entah melayang kemana sehingga ia melamun sejenak.
"Eh maaf kak lagi gak fokus," ucap Dira.
"Pasti lu lagi melamun mikirin orang ganteng dan itu adalah gue," balas Andre terkekeh.
"Kak Andre jangan kepedean, Dira gak mikirin kakak," sahut Dira.
Makanan pesanan mereka datang obrolan Andre dan Dira harus terhenti sejenak.
Andre merasa bahagia akhirnya punya teman ngobrol dan curhat saat ini, Dira membantunya melupakan sejenak bayangan Kania.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Selamat membaca jangan lupa jempolnya, like dan komen dong.
Favorit tanda ❤️ di bantu pencet dan vote boleh dong habis baca.
__ADS_1
Kritik dan saran boleh di tulis ya.