
Mendengar bunyi dering telepon menghentikan langkah Kania untuk ke kamar mandi, ternyata Andre yang sedang melakukan panggilan telepon kepadanya.
Kania ingin sekali mengabaikan panggilan dari Andre namun ia tidak enak hati, bagaimana juga Andre dan dirinya sudah berteman sudah sangat lama.
Akhirnya ia menggeser juga tombol hijau itu dan segera menjawab telepon Andre.
"Halo kak," sapa Kania.
"Halo Kania, kamu sudah nyampe di rumah sekarang?" tanya Andre langsung.
"Udah dong kak, kalau kemalaman Kania bakalan di marahin papa," jawab Kania.
"Besok kamu ada acara? kita jalan bareng yuk," ajak Andre.
Kania diam sejenak memikirkan alasan yang tepat untuk menolak permintaan Andre, sebenarnya ia tidak enak hati menolak permintaan lelaki itu.
Mereka terlalu sering menghabiskan waktu bersama selama ini, namun kalau ia pergi bersama Andre pasti pacar barunya akan mengamuk karena mengabaikan nasehatnya.
"Kan, kamu kok diam aja. Kamu masih dengar aku?" tanya Andre.
"Eeh ... masih dengar kok kak, tapi aku gak bisa besok pengen fokus buat ngetik skripsi waktunya semakin mepet harus selesai," jawab Kania.
"Nanti kak Andre bantuin kamu, kalau buat skripsi doang mah otak aku masih encer" kata Andre.
Alasannya masih kurang tepat karena Andre masih mendesaknya untuk bertemu dan Kania mesti memikirkan alasan yang lain buat menolak Andre.
"Tapi Kania udah janji sama papa sama mama besok siang mau main ke rumah oma, gak enak kalau di batalin lagi.
__ADS_1
Kania udah lama gak ketemu oma Lia dan nanti oma bakalan kecewa kalau sampai batal," balas Kania.
"Oh ya udah kalau kamu ada acara keluarga, maaf kalau aku dah ganggu kamu.
Tapi bukan alasan yang lain kan kamu menolak permintaan aku?" tanya Andre penasaran.
"Maksud kakak apa?? Alasan lain yang bagaimana?" tanya balik Kania.
"Bukan karena Gavin kan?" tanya Andre lagi.
Seketika Kania bingung mau menjawab apa, tidak mungkin ia menjawab sejujurnya alasannya pada Andre.
Ia tidak ingin lelaki itu salah paham kepadanya dan Gavin, sekalipun apa yang dikatakan Andre itu ada benarnya.
Tidak mungkin ia menabu genderang perang antara Gavin dan Andre, dua sahabat yang sekarang ini kelihatannya sedang mendekati dirinya.
Tapi janji adalah sesuatu yang harus di tepati, ia sudah berjanji menjadi pacar Gavin walaupun dengan cara sedikit memaksa.
"Gak kok kak, aku lagi konsentrasi ngetik skripsi. Maaf kalau jadi gak fokus dengar kata-kata kakak.
Udah dulu ya kak, Kania mau lanjut ngetik lagi," kata Kania beralasan.
"Ya udah kamu lanjut aja ngetiknya, nanti kalau ada waktu luang kita jalan lagi berdua ya," ucap Andre.
"Gak janji ya kak, nanti Kania kabari kakak lagi ...bye," balas Kania sambil menutup telepon dari Andre.
Kania bernafas lega bisa mengakhiri panggilan dari Andre, tapi ia yakin lelaki itu tidak bisa percaya begitu saja dengan alasan yang ia berikan saat ini.
__ADS_1
Suatu saat Andre pasti akan mengetahui semuanya, ia harus menyiapkan jawaban yang tepat agar tidak menyakiti hati lelaki itu yang selama ini sudah baik terhadapnya.
Di tempat lain Andre pun merasa ada yang berbeda sikap Kania kepadanya sejak pertemuan mereka tadi.
Kania yang biasa sangat ramah dan jarang menolak setiap ajakan untuk jalan bareng sekarang seperti sedang menjaga jarak aman dengannya.
Andre harus mencari tau alasan Kania berbuat demikian, karena sesungguhnya ia mencintai Kania.
Ia ingin segera menyatakan perasaannya kepada Kania secepatnya, Andre tidak ingin Gavin mendahului dirinya untuk memiliki Kania.
Andre ingin Kania mengerti perasaan dirinya selama ini, ia harus berhasil membujuk Kania untuk bertemu dan Andre akan memanfaatkan kesempatan itu untuk berkata sejujurnya kalau ia begitu mencintai gadis itu.
Andre melihat sahabatnya seperti memiliki perasaan yang sama terhadap Kania.
"Jangan bilang kalau Gavin sudah jadian sama kania lebih dulu, mau di taruh di mana mukanya saat ini kalau kenyataanya seperti itu" Andre terus berputar dengan pikirannya.
Pria itu meremas rambutnya dan memijat pangkal hidungnya, kalau hal itu sampai terjadi dia sudah kehilangan kesempatan terbaik selama ini.
Bisakah Andre melihat gadis yang ia cintai menjadi pacar sahabatnya sendiri??
Kalau hal itu terjadi ia bakalan frustasi, Andre menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan perlahan berusaha berpikiran yang positif aja dulu.
Kania belum dimiliki oleh siapa pun.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Makasih buat pembaca yang sudah membaca cerita ini dari awal tetap kasih like, komen, dan tolong bantu vote ya.
__ADS_1
Semoga hari ini aku bisa kasih bonus double up buat menemani malam Minggu kalian.
Jangan lupa komennya dan kritiknya πππ