
Sekarang Gavin dan Kania sama-sama di sibukkan dengan pekerjaaan mereka. Kania menggantikan posisi Rio yang sudah ingin pensiun dan memulai usaha sendiri bersama Sisil.
Kania yang selalu mendampingi kemana pun suaminya pergi dan jangan salah sering kali ia harus merasa cemburu dengan tatapan klien wanita yang selalu tebar pesona ketika melihat Gavin yang tampan.
Mungkin sebagian hanya menganggap Kania adalah sebagai sekretaris Gavin makanya kandang-kandang para wanita itu suka menggoda karena suaminya adalah pria yang cukup tampan.
Seperti hari ini mereka habis ketemu klien dan pulang saling marahan, Gavin cemburu ada yang menggoda istrinya dan Kania juga demikian.
Mereka habis bertemu dua klien yang berbeda satu laki-laki yang kegenitan melirik Kania dan satu lagi wanita yang coba-coba menggoda Gavin.
Di dalam mobil dua-duanya memasang muka cemberut seperti anak taman kanak-kanak tidak mendapat jatah jajan.
"Sayang aku lapar kita belum makan dari tadi," kata Gavin.
Kania tidak menjawab dan pura-pura tidak mendengar ucapan suaminya, karena ia masih dongkol mengingat wanita tadi tebar-tebar pesona.
"Kania kamu dengar aku ngomong gak? Kita mau makan di mana? Atau kamu lagi mikir cowok ganjen tadi?" tanya Gavin agak keras.
"Siapa yang mikirin cowok gak jelas itu, kamu kali lagi mikirin wanita gatel tadi," sahut Kania sengit.
"Ngapain mikirin cewek tadi, mikirin satu yang di samping aja pusing kalau lagi ngambek," balas Gavin.
"Cewek tadi goda-godain kamu," ucap Kania kesal.
"Cowok tadi juga godain kamu, terus kamu tergoda gak?" tanya Gavin.
"Sama sekali aku gak tergoda sedikit pun," jawab Kania.
"Sama aku juga gak ada tergoda-tergodanya, terus kenapa mesti marah?
Mereka mau menggoda kita hak mereka dong, kembali lagi ke kita mau tergoda apa enggak.
Kalau kamu marah berarti kamu gak percaya sama aku, padahal aku selalu menjaga kepercayaan yang kamu kasih ke aku.
Besok kalau ada cewek yang kayak tadi kamu langsung perkenalkan diri sebagai nyonya Gavin dong." balas Gavin.
__ADS_1
"Jadi makan gak nih?" tanya Gavin lagi.
"Heem, jadi makan orang," jawab Kania.
"Nanti sampai rumah baru makan orang," sahut Gavin sambil mencubit dagu istrinya yang sedang ngambek.
"Kesal," ucap Kania.
"Sama," sahut Gavin sambil terkekeh.
"Makan di mana?" tanya Gavin.
"Terserah," jawab Kania singkat.
"Gak ada makan terserah," goda Gavin sambil terkekeh.
"Makan apa aja asal bareng sama kamu," sahut Kania.
"Nah gitu jawabnya aku suka, jadi makan apa aja ya. Di depan ada rumah resto kita di situ aja gimana? tanya Gavin.
"Boleh," jawab Kania.
"Iya Gavin ganteng," sahut Kania sambil tersenyum.
"Senyum gitu baru manis kayak gulali, tambah sayang aku sama kamu Kania, istriku tersayang," ucap Gavin sambil terkekeh.
Kania mendengar ucapan suaminya hanya merespon dengan menaikkan bibirnya.
Sampai di resto mereka masuk memesan makanan dan mencari tempat duduk untuk berdua.
"Sayang itulah gunanya kamu ada di samping aku setiap hari, buat jagain suami kamu yang tampan ini dan punya banyak fans. Supaya kamu tau seperti apa pekerjaan aku," ucap Gavin.
"Fans kamu itu tante-tante genit tadi," ledek Kania.
"Sama tante-tante aja kamu cemburu, kamu kira seleraku tante-tante apa?" tanya Gavin sambil tertawa.
__ADS_1
Pertengkaran kecil dan perselisihan kadang suka terjadi dalam hubungan Gavin dan Kania, pemicunya adalah kecemburuan.
*****
Bulan demi bulan berlalu pernikahan Gavin dan Kania berjalan dengan bahagia, kalau pun ada perselisihan kecil cepat mereka selesaikan dengan baik.
Tapi belum ada tanda-tanda Kania akan hamil, padahal keduanya sangat mengharapkan sekali kehadiran si buah hati di tengah keluarga mereka.
Setiap tanggal-tanggal ia akan haid Kania sudah harap-harap cemas, semoga si bulan datangnya terlambat.
Tapi kenyataannya si bulan datang tepat waktu, pernah ia dan Gavin sudah senang karena terlambat datang bulan beberapa hari kemudian ternyata mereka kecewa lagi Kania haid lagi.
"Sayang aku kok belum hamil? Apa aku ada masalah dengan kandungan aku ya?" tanya Kania sedikit sedih.
"Kita baru menikah beberapa bulan kamu sudah sedih belum hamil, di luar sana mereka yang sudah menikah bertahun-tahun belum di kasih momongan masih bisa bahagia.
Aku menikah dengan kamu bukan supaya kamu melahirkan anak untukku tapi karena aku mencintai kamu. Kita mau punya anak atau tidak, aku tetap menerima kamu dan mencintai kamu menjadi istriku.
Kalau Tuhan belum memberi kita anak sekarang, kita nikmati saja waktu berdua," ucap Gavin sambil memeluk istrinya dan berusaha menguatkan Kania.
"Rumah tangga kita masih baru sayang, nikmati saja kebersamaan kita berdua, anggap saja mengganti masa pacaran kita yang terlalu singkat. Sekarang kita pacaran halal after merried," ucap Gavin mulai mencumbui istrinya.
"Ini pasti karena kamu minta jatah keseringan makanya gak jadi-jadi sayang," sahut Kania sambil meledek.
"Usaha tiada henti dan pantang menyerah," balas Gavin yang sudah siap menyerang.
Kania hanya pasrah menerima serangan suaminya, karena lelaki itu tidak pernah lelah dan bosan untuk meminta jatah setiap malam.
Memangsa istrinya seperti obat penghantar tidur buat Gavin, setelah selesai bertarung baru ia bisa tidur dengan lelap.
Kalau tidak seperti ada yang kurang, ia menginginkan istrinya setiap saat karena baginya Kania terlalu menarik.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa untuk memberi like, komen dan vote setelah membaca.
__ADS_1
Dengan cara itu kalian membuat para author bersemangat untuk terus mengetik.
Happy reading ya.