Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Season 2-63


__ADS_3

Setelah mengantar Alena berbelanja seharian mereka balik ke apartemen yang kebetulan berdekatan dengan pusat perbelanjaan.


Apartemen di sini banyak juga di miliki oleh orang Indonesia yang memang punya banyak uang.


Malamnya Gavin meminta izin kepada orang tuanya untuk makan malam berdua saja dengan Kania.


"Daddy and mommy nanti malam aku dan Kania mau makan malam berdua, hanya berdua jangan di gangguin!" Ucap Gavin.


"Kita juga mau makan malam berdua ya sayang?" tanya Dave melirik istrinya.


"Kalau makan malam pasti dong, kalau gak makan nanti sakit gimana? Cuma kenapa hanya berdua kita berempat loh," jawab Alena.


"Lagi pengen berdua aja mom, urusan anak muda gak pengen di gangguin," ucap Gavin.


"Merana kita di tinggal berdua sayang." Sahut Alena karena ingin bergabung.


"Gak juga, aku malah senang kita bisa berduaan sayang." Balas Dave sambil memainkan matanya ke Gavin memberi kode.


"Setuju, mommy pergi sama daddy aja. Aku mau berdua sama Kania, biarin anaknya bahagia kenapa mom?" ucap Gavin sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Ini pasti akal-akalan kamu sama daddy aja, ya udah mommy mengalah untuk kesenangan kalian," sahut Alena.


"Makasih mommy aku yang paling baik sedunia," kata Gavin sambil berjalan memeluk Alena dan mencium kening wanita itu.


Kania hanya tersenyum dan tertawa melihat obrolan keluarga tunangannya, sama dengan keluarganya sering ledek-meledek kalau sudah berkumpul.


Malam hari Gavin dan Kania sudah rapi untuk dinner berdua, Dave dan Alena juga tidak mau kalah mereka berdua juga sudah rapi dan siap untuk berangkat.


"Emangnya anak muda doang bisa dinner berdua, kami juga mau dinner dong," ledek Dave kepada Gavin.


"Ayo sayang kita berangkat," ajak Alena sambil menggandeng lengan suaminya.


"Cie ... si tua-tua keladi, makin tua makin jadi," balas Gavin sambil terkekeh.


"Ayo sayang kita juga berangkat, gandeng lengan aku jangan kalah mesra sama mommy," lanjut Gavin meminta Kania untuk menggandeng lengannya seperti yang dilakukan Alena.

__ADS_1


"Merasa tersaingi ya," balas Dave sambil tertawa.


"Tertantang aja," sahut Gavin terkekeh.


Kania menggandeng lengan tunangannya dengan mesra, mereka berempat meninggalkan apartemen tetapi dengan tujuan yang berbeda.


Kalau Gavin belok kiri, Dave dan Alena belok kanan agar tidak saling mengganggu acara kencan mereka.


Gavin dan Kania sampai di sebuah resto yang sudah di pesan sebelumnya secara special oleh lelaki itu untuk di hiasi dengan lampu dan bunga supaya ada kesan romantis.


Gavin ingin merubah image dalam dirinya yang selama ini terkesan jauh dari romantis, ia ingin Kania melihat sisi keromantisan yang dirinya miliki.


"Tutup dulu mata kamu pake sapu tangan sayang, aku mau kasih surprise," kata Gavin.


"Gak usah pake acara di tutupi segala, aku gak akan kaget. Seromantis apa sih kamu? Aku sering nonton film romantis banget, tapi kamu belum pernah begitu sama aku," cebik Kania.


"Ayo kita masuk sekarang," ajak Gavin.


Dengan di antar seorang pelayan yang memang sudah siap menyambut kedatangan mereka, Gavin dan Kania melangkah ke ruangan yang sudah di persiapkan sebelumnya.


Pelayan membuka sebuah pintu kaca lalu mempersilakan Kania dan Gavin untuk masuk, ruangan yang sudah di hiasi dengan pencahayaan sedikit gelap dengan di beri cahaya lilin dan lampu kecil beraneka warna.



Kania sontak sedikit kaget dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


Baru kali pertama Gavin melakukan hal seromantis ini untuk dirinya, selama ini lelaki itu terkesan sedikit cuek dan suka memaksakan kehendak tapi malam ini ada sesuatu yang berbeda.


Kania memejamkan matanya sejenak menutupi rasa tidak percayanya dengan apa yang ada di hadapannya.


"Ini serius ide kamu sendiri?" tanya Kania.


"Kenapa memangnya kamu gak percaya aku bisa melakukan semua ini?" jawab Gavin.


"Heem, awalnya sulit percaya," ucap Kania.

__ADS_1


"Aku melakukan semua ini untuk kamu sayang, jadi pengin cium juga abisnya gemes banget sih." Sahut Gavin dengan muka gemasnya melihat tingkah Kania yang masih sulit percaya dengan apa yang ia lakukan untuk membuat bahagia wanitanya.


"Akhirnya aku merasakan romantis seperti di film-film juga, terima kasih sayang udah memberikan semua ini. Aku bahagia sekali malam ini kamu memang lelaki paling pengertian dan aku gak akan menyesal memilih kamu menjadi tunangan aku," ucap Kania panjang sambil memeluk Gavin karena perasaan senang yang berlebihan.


"Udah ngomongnya? Kalau boleh peluknya lamaan dikit dong, aku juga bahagia baru kali mendengar wanitaku bisa mengungkapkan perasaannya dan gombalin aku ... Aku bahagia tanpa aku minta peluk udah di peluk duluan tinggal ciumnya ketinggalan. Pengen rasanya di sosor duluan, kalau aku yang nyosor takut kena cubit lagi," goda Gavin sambil tertawa.


"Terima kasih sayang buat dinner romantisnya malam hari ini, aku bahagia tapi sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata," balas Kania.


"Sayang kita kita belum mulai dinner, lihat kamu dan aku baru berdiri depan pintu tapi kamu sudah mengucapkan terima kasih duluan.


Ayo wanitaku kita duduk dulu, kita akan mulai dinner berdua. Bunga mawar merah ini aku persiapkan special untuk kamu durinya sudah aku buang karena duri hanya memberi luka tapi aku hanya ingin memberi kamu bahagia, semoga kamu suka." Ucap Gavin sambil menarik kursi untuk Kania dan memberikan setangkai bunga mawar merah yang sudah di bersihkan durinya.


"Iiih sweet banget sih kamu sayang, kemarin abis berguru sama siapa?" tanya Kania sambil menatap Gavin penuh tanya.


"Sama daddy aku waktu menaklukkan hati mommy aku, tetapi guru daddy aku adalah papa kamu," jawab Gavin sambil tertawa.


"Udah gak usah bahas ide dari mana, yang penting kamu bahagia dan aku lakukan semua ini demi kamu untuk membuktikan aku juga lelaki romantis." Lanjut Gavin sambil mengacak-acak rambut Kania.


Lalu mereka dinner berdua dalam hening dan beberapa kali mereka melakukan cheers sebelum meneguk wine dalam gelas masing-masing.


"Sayang mana ciumannya, aku tidak meminta lebih sampai kita menikah nanti.


Kalau sebatas ciuman boleh dong, apalagi kamu adalah tunangan aku dalam hitungan bulan kita akan menikah." Gavin meminta sebuah ciuman dari Kania.


"Kamu harus tutup mata dulu baru aku cium," ucap Kania.


Secepat kilat lelaki itu menutup matanya dan Kania berjalan mendekati Gavin merapatkan wajah mereka dan menempelkan bibirnya ke bibir pria itu.


Dengan cepat Gavin pun membalas ciuman Kania dengan menarik sedikit tengkuk leher wanita itu dan memperdalam ciumannya. Sampai napas mereka agak sedikit tersengal baru ia dan Kania sadar dan melepaskan tautan bibir mereka berdua.


"Ini pertama kali ciuman terpanas aku dan orang yang berhasil mengambilnya itu adalah kamu," ucap Kania malu-malu.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa untuk kasih like dan komen setelah membaca.

__ADS_1


Kalau kamu suka bantu vote dan happy reading.


Aku jadi tertawa sendiri ngetik part ini, mereka ini pasangan yang kayak gimana ya gitu...hehehe.


__ADS_2