
Setelah lebih dari satu minggu beristirahat, kini Nia sudah kembali pada rutinitasnya. Baik itu kuliah ataupun membantu Pak Wijaya di perusahaan nya.
Meskipun setelah Nia menikah Pak Wijaya tidak pernah memaksanya bekerja di kantor, tetapi Nia tetap memilih bekerja daripada harus sendirian di apartemen.
Bahkan setelah insiden kecelakaan itu, Nia tetap ingin belajar bisnis dari papanya.
Satya tidak tega memutus semangat belajar Nia yang membara. Hanya saja mulai sekarang kemanapun Nia pergi, Satya yang harus mengantarkannya.
Entah itu ngampus atau ngantor. Entah itu pagi, siang ataupun malam. Satya yang akan menjadi sopir untuk Nia.
Jika Satya masih ada jam mengajar dan kelas Nia sudah selesai, ia wajib menunggu di ruangan Satya hingga kelas Satya selesai lalu pulang bersama.
Hal ini memang sudah diminta Satya sejak mereka awal menikah, tapi Nia selalu menolak dengan berbagai alasan. Tapi kali ini Nia tidak punya pilihan selain menurut perkataan suaminya.
Dan entah kenapa memang akhir-akhir ini Nia merasa selalu ingin dekat dengan Satya.
Namun siang ini agak berbeda, Nia lebih memilih bergabung dengan teman-temannya di kantin sembari menunggu Satya selesai mengajar.
"Ni... loe gak kenapa - kenapa nih di sini...?? udah bilang ama doi belum...?? kan biasanya loe nunggu di ruangannya..." tanya Nindya.
"Amaaaan... lagian gue lama - lama bosen sendirian di sono... mending di sini.. ya kan...??" jawab Nia.
"Tapi ya Ni... gue ama Nindya juga sempat heran ngeliat perlakuan Pak Satya ama loe kemarin..." kata Ayu.
"Kemarin...??" tanya Nia mengerutkan dahi.
" Tempo hari waktu gue ama Nindya main ke apartemen loe..." jawab Ayu menegaskan.
"Nah itu...!!! kita berdua serasa terhipnotis tahu,Ni..!!! Pak Satya bisa selembut itu sama loe... gue kira kita bakalan di marahin, eeee ternyata malah beliin kita makan malam....!!! suami idaman banget, Niaaaaaaa......" ucap Nindya.
"Ssssssst... jangan keras-keras.... berisik banget sih...!!!" kata Nia.
"Sorry... sorry... gue cuma terhanyut suasana aja, doi yang di sini sedingin dan sekiller itu, eeee disono justru bikin melting abis....." ucap Nindya dengan gaya lebaynya.
" Jadi aslinya doi yang tempo hari itu kita lihat, Ni...??" tanya Ayu.
Nia tertawa terpingkal-pingkal.
"Aslinya...?? lah emangnya yang disini palsu...???" kata Nia yang masih setengah tertawa.
"Ya kali aja... orang bisa beda banget gitu...." celetuk Ayu.
"Gini ya... mau disana,mau yang disono noh, ya emang gitu itu si doi... kalau urusan kampus, kantor, disipli, ya tetep disiplin tanpa ampun... diluar itu ya doi selemebut dan seperhatian itu. Ahh... gitu aja masak harus gue jelasin detail sih...??!! makanya cari pacar sono...!!!" kata Nia...
"Aaakhh... kan Ay..!! Nia gini banget deh.. kan gue pengen punya pacar, eh suami sekalian deh.. tapi kalau kayak Pak Satya yaaaa... gue langsung iyes deh...!!!" rengek Nindya yang hanya di jawab gelak tawa oleh kedua temannya.
Hari hampir menjelang sore saat Nia masuk ke dalam mobil Satya. Setelah Ayu dan Nindya berpamitan pulang, Nia lebih memilih menunggu suaminya itu di dalam mobil.
"Halo... Assalamualaikum mas...."
"..."
__ADS_1
"Iya mas... ayo buruan...!!"
Setelah menunggu lebih dari 15menit, Satya berjalan dengan setengah berlari menuju mobilnya.
"Hai sayang, maaf menunggu lama ya...?" tanya Satya dengan nafas sedikit terengah.
"Iya mas... tadi katanya sudah selesai ngajar.. tapi ditungguin kok lama banget...!!"
"Maaf ya sayang... tadi ada telepon.."
"Dari siapa sih memangnya...???"
"Bukan orang penting..... Ayo, sekarang kita mau pulang atau mau mampir beli sesuatu...??"
"Pulang aja mas... hari ini aku capek... entah kenapa belakangan sering banget ngerasa capek."
"Baiklah kalau begitu. Kita pulang ya....!!"
Mobil Satya pun meluncur meninggalkan kampus, menuju ke apartemen mereka yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sana.
Keesokan paginya, Satya bangun lebih awal dan bersiap berangkat ke kantor. Hari ini tidak ada jadwal dirinya mengajar, jadi seharian ini ia akan berkutat dengan urusan kantor.
Hari ini jadwal kelas Nia hanya siang hari, jadi ia pun bisa lebih santai dan membantu menyiapkan segala kebutuhan suaminya dengan tenang.
"Mas... ponselnya bunyi tuh..!!" ucap Nia yang hendak menuju ke dapur.
"Dari siapa..??" tanya Satya yang masih sibuk memakai dasi.
"Kalau begitu biarkan saja..."ucap Satya acuh.
Nia pun menurut dan melanjutkan langkahnya ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Satya
"Sayang, nanti jam 10 mas anterin kamu ke kampus ya...!!" ucap Satya.
"Tapi mas Satya kan hari ini gak ada jadwal ngajar mas... Nia bisa berangkat sendiri kok..." ucap Nia.
"Nanti mas anterin, sayang..."
"Mas Satya jadi bolak-balik donk....Nia berangkat sendiri gak apa-apa mas...."
"Nanti mas anterin ya sayaaaang..." ucap Satya dengan suara lembutnya namun penuh penekanan.
Nia pun tidak membantah lagi perintah suaminya. Ia pun mengangguk setuju.
"Mas berangkat ke kantor dulu ya...??!!" ucap Satya mencium kening istrinya.
"Iya mas..." jawab Nia seraya mencium takzim punggung tangan suaminya.
Setelah mengantar suaminya hingga ke pintu depan, Nia kembali masuk ke dalam kamar. Kembali merebahkan diri di atas ranjang king sizenya. Masih ada 3 jam lagi sebelum kelasnya dimulai. Waktu yang lebih dari cukup untuk bersantai lagi.
Beberapa hari ini ranjang adalah tempat favorit dan paling nyaman untuk Nia. Membaca buku sambil rebahan, ataupun hanya scrolling ponsel pintarnya.
__ADS_1
Namun hal itu tidak berlangsung lama. Karena 5 menit kemudian, Nia sudah kembali tertidur.
Nia tidur dengan lelap hingga alarm di ponselnya berbunyi, pertanda Nia harus bersiap-siap berangkat ke kampus.
Nia mandi dan bersiap-siap dengan cepat karena ia tidak ingin Satya menunggu terlalu lama.
Namun yang terjadi justru Satya yang tidak kunjung datang menjemput Nia.
Nia yang berusaha menghubungi pun hanya berakhir dengan panggilan tak terjawab.
Akhirnya Nia pun berinisiatif untuk berangkat sendiri dengan memesan ojek online.
Nyaris saja Nia memesan ojek online, ponselnya berdering dan nama suaminya tertulis di sana.
"Assalamualaikum mas... Mas Satya sibuk ya..?? Nia berangkat sendiri ya mas...??"
"Aku sudah di basement sayang..."
" Oke, baiklah... aku segera kesana." ucap Nia.
Ia pun segera turun ke basement dan masuk ke dalam mobil Satya yang sudah menunggu.
"Maaf agak terlambat sayang...." ucap Satya sembari mengemudikan mobilnya menuju kampus.
"Aku kira tadi Mas Satya sedang sibuk atau ada meeting...Aku sampai menelpon berkali-kali tapi tidak ada jawaban..."
"Maaf sudah membuatmu menunggu sayang..."
"Tidak apa-apa mas... Kan aku bisa berangkat sendiri...Mas Satya aja yang ngotot mau nganterin aku..."
Satya hanya tersenyum manis seraya mengelus lembut kepala Nia. Memegang jemari Nia dan menciumnya lembut, sedangkan tangan satunya fokus mengemudi.
"Mas langsung balik ke kantor ya...?!! Nanti, kalau sudah selesai, telepon Mas Satya... nanti mas jemput. oke..???"
"Iya mas.."
Nia pun turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam kampus setelah mencium takzim punggung tangan Satya.
Sedangkan Satya memacu mobilnya, keluar dari area kampus.
"Sudah sampai...?? tunggu aku di dalam saja... aku segera kesana." ucap Satya pada seseorang di ponselnya.
Satya pun semakin memacu mobilnya kembali ke kantor.
"Permisi pak.. tamu anda sudah menunggu di dalam." ucap Jihan saat Satya sudah sampai di kantornya.
"Terimakasih Jihan, jangan biarkan siapapun masuk dan mengganggu saya." ucap Satya sambil lalu.
"Baik pak..."
Satya pun masuk ke dalam kantor dan menyapa seorang tamu yang memang sudah ia tunggu.
__ADS_1
"Bagaimana perkembangannya..??" Tanya Satya tanpa basa-basi.