Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
BAB 43


__ADS_3

Setelah mengantar Satya hingga ke halaman depan, Nia beserta kedua orang tuanya kembali duduk di ruang tengah.


Nia masih terdiam dan berusaha mencerna apa yang terjadi.


“Jadi bagaimana Nia?” tanya Pak Wijaya.


Nia tampak berpikir.


“ Niko???? Bagaimana dengan Niko?? Bukankah Nia dijodohkan dengan Niko?? Lalu bagaimana mungkin Nia bisa menerima lamaran Pak Satya??” ucap Nia.


Mama Dessy dan Pak Wijaya saling melempar tanda tanya.


“Bukankah tadi Niko menemui mu di belakang Nia?” tanya Pak Wijaya.


Nia mengangguk.


“Lalu dia tidak bilang apa – apa?” tanya Mama Dessy.


Nia menggeleng.


Mama Dessy menghela nafasnya, “ Pantas saja! Dari tadi Nia diam saja.”


“Memangnya apa yang terjadi, ma?” tanya Nia merasakan ada sesuatu yang janggal.


Mama Dessy kembali menghela nafasnya.


“Tadi Niko kesini dengan papanya. Dia ingin membatalkan perjodohan kalian. Katanya Niko tidak ingin bertunangan dan menikah denganmu. Jadi dia menolak perjodohan ini.”


“Apa??” Jelas Nia terkejut mendengar perkataan Mamanya tersebut.


Pak Wijaya pun turut bersuara.


“Memangnya ada apa diantara kalian,Nia?? antara kamu, Niko dan Satya.”


Nia pun membenarkan posisi duduknya dan menarik nafasnya.


“Maafkan Nia pa, memang sejak awal Nia tidak pernah menaruh hati kepada Niko. Nia hanya menganggap Niko sebagai sahabat Nia, saudara Nia sejak kecil. Dan sejak awal pula, laki – laki yang Nia sukai adalan Pak Satya. Hanya saja saat itu Nia tidak tahu bagaimana perasaan Pak Satya kepada Nia. Tepatnya hanya cinta bertepuk sebelah tangan. Namun bagaimanapun Nia berusaha menerima Niko, sekuat apapun Nia berusaha menerima perjodohan ini, hati Nia tetap tidak bisa berpaling dari Pak Satya. Nia minta maaf pa, Nia tidak bisa memenuhi permintaan papa.” Ucap Nia dengan mata yang telah berkaca – kaca.


Pak Wijaya terdiam melihat putri sulungnya yang duduk tertunduk dengan air mata yang telah berlinang.


“Tidak Nia, bukan kamu yang seharusnya meminta maaf. Tapi papa. Maafkan papa Nia, papa sudah membuatmu terluka dengan memaksakan kehendak papa. Bahkan Niko dan Pak Andrian lebih baik daripada papa yang tidak bisa memahami anaknya sendiri. Papa minta maaf Nia.”  ucap Pak Wijaya lirih.


Nia pun semakin tidak kuasa menahan air matanya. Serta merta ia bersimpuh di pangkuan papanya dan menumpahkan semua air matanya disana.


Mama Dessy yang sejak tadi melihat interaksi anak dan ayahnya itu pun ikut terharu dan tanpa terasa ikut meneteskan air mata.


Mama Dessy merangkul bahu suaminya yang masih memeluk Nia dalam pangkuannya.


“Terimakasih pa.” ucap Mama Dessy lembut.


“Jadi bagaimana Nia?” tanya Pak Wijaya setelah isak Nia mereda.


Nia pun menengadahkan kepalanya dari pangkuan Pak Wijaya.


“Bagaimana apanya pa?”  tanya Nia.


“Lamaran Satya tentu saja.”


Nia kembali terdiam dan belum memberikan jawaban.


“Ada yang kamu risau kan Nia?? bukankah seharusnya kamu senang Satya melamar mu? Berarti ia juga mempunyai perasaan yang sama denganmu bukan?” tanya Mama Dessy yang melihat Nia masih bimbang akan suatu hal.


Nia menghela nafasnya.


“Pak Satya sudah mempunyai kekasih ma... dia sudah bertunangan!” jawab Nia

__ADS_1


Sontak Mama Dessy dan Pak Wijaya pun terkejut mendengar perkataan Nia.


“Apa?!!”  pekik Mama Dessy.


“Benarkah itu Nia?? kamu yakin?”  imbuhnya.


“Tunggu dulu. Darimana kamu tahu Satya sudah memiliki tunangan? Apakah berita itu sungguh dapat dipercaya?” tanya Pak Wijaya.


“Itu tidak mungkin Nia. Jika dia sudah bertunangan, tidak mungkin ia akan berani kemari dan melamar mu langsung di depan Papa dan Mama.” Ucap Mama Dessy.


Nia menghela nafasnya.


“Nia lihat dengan mata kepala Nia sendiri ma, Pak Satya duduk berdua di restoran dengan seorang wanita. Dengan kotak cincin di depannya.” Ucap Nia membela diri.


“Itu saja??” tanya Pak Wijaya.


“Bisa saja itu hanya seorang teman atau mungkin masa lalunya kan Nia?” Mama Dessy menimpali.


“Baiklah besok kita tanyakan langsung kepada Satya. Untuk selanjutnya, papa menyerahkan semua keputusan kepadamu, Nia.” Ucap PaK Wijaya memutuskan.


“Terimakasih pa.” kata Nia.


Keesokan paginya Nia bersiap untuk mulai masuk kuliah lagi. Memar dan bengkak di kakinya sudah mulai sembuh. Meskipun ia masih harus berjalan dengan lambat.


Selain itu juga, hari ini Nia ingin bertemu dengan Niko di kampus. Masih ada yang harus dibicarakan tentang hubungan mereka. Setidaknya untuk berterimakasih ataupun meminta maaf.


Nia sengaja berangkat lebih awal karena ingin bertemu dengan Niko terlebih dahulu sebelum bertemu dengan teman – temannya.


Dan disinilah Nia, duduk di sudut taman kampus, dibawah pohon yang rindang.


“Sudah lama Nia?” sapa Niko yang baru saja datang.


Nia menggeleng, “ gue juga barusan datang.”


Nia masih diam bergeming. Bahkan tidak tahu harus memulai darimana.


“Loe gak perlu meminta maaf ataupun berterimakasih sama gue.” Kata Niko yang seakan tahu isi hati Nia.


Nia menoleh, menatap dalam raut wajah Niko.


“Gue pernah bilang, setelah satu bulan ini akan memberikan keputusan yang terbaik untuk kita. Dan inilah yang terbaik untuk kita.” Kata Niko.


“Justru gue yang harusnya berterimakasih sama loe, karena loe sudah mau memberi kesempatan untuk gue. Gue juga minta maaf karena selama ini juga sudah mengekang perasaan loe. Dan justru gue sumber kesedihan loe selama ini.  Maafin gue Nia.” imbuhnya.


Mata Nia kembali berkaca – kaca.


“Niko....”


Niko menoleh, “ See, gue sumber kesedihan loe,bukan?”


Nia menggeleng,” Thank you Nik. Sorry....”


Niko hanya bisa menganggukkan kepalanya.


“Loe akan tetap menjadi sahabat gue kan, Nik? Teman berbagi keluh kesah gue.” Tanya Nia.


“No, Nia. Gue gak akan sanggup untuk menjadi sahabat loe lagi. Hati gue akan pedih jika dekat dengan loe. Karena memang gue sayang sama loe. Dan diantara laki – laki dan perempuan, tidak ada yang namanya seratus persen bersahabat.” Ucap Niko.


“Tetapi loe jangan khawatir. Gue juga gak bisa jika harus jauh – jauh dari loe. Gue akan selalu mengawasi loe. Jika Satya menyakiti loe atau membuat loe menangis, gue akan merebut loe dari dia. Jadi sekarang, Satya yang seharusnya waspada.” Imbuhnya.


“Niko....”


“Just be happy,Nia. If you’re happy, so am i” Ucap Niko.


Serta merta pun Nia memeluk Niko, bagaimana pun juga Niko sudah terlalu baik kepadanya. Niko selalu menjadi sahabat yang selalu ada untuk dirinya.

__ADS_1


“Promise me to always be happy. Karena kamu juga berhak dan harus bahagia, Nik” ucap Nia masih memeluk Niko.


“I will try my best.” Balas Niko, walau ia tahu itu akan sulit. Karena kebahagiaannya adalah Nia. hidup bersama Nia.


Disisi lain saat Nia sedang memeluk Niko, Satya melintas. Ia berjalan sepanjang koridor yang menuju ke ruangannya.


Dan tanpa sengaja arah pandangan matanya tertuju pada Nia dan Niko yang sedang duduk di sudut taman.


Lebih tepatnya berpelukan.


Kini Satya mengakui bahwa dirinya memang menyukai Nia. karena saat ini ia sudah terbakar api cemburu, melihat Nia berduaan dengan Niko bahkan berpelukan.


Namun Satya masih berusaha untuk berpikiran positif dan mendinginkan kepalanya.


“Biarkan mereka menyelesaikan urusannya. Setelah itu jangan harap dia bisa menyentuh Nia ku.” Ucap Satya lirih kemudian berlalu dari tempat itu.


(Nia ku??? Belum resmi kali bang!! Itu juga kalau diterima lamarannya sama Nia. Pede banget lho Pak Dosen ini.)


Nia pun melepaskan pelukannya pada Niko.  Menghapus sisa air mata di pipinya.


“Jadi dia sudah melamar mu?” tanya Niko.


Nia mengangguk.


“Kamu pasti langsung menerimanya,kan?” imbuhnya.


Nia menggeleng.


“Why?” Niko sedikit kaget dengan jawaban Nia.


“Aku akan memberinya jawaban nanti malam. Setelah bertemu denganmu dan setelah menanyakan satu hal padanya.” Jawab Nia.


Niko menghela nafasnya, mencoba untuk kembali kuat dan tegar.


“Oke. Tapi kamu sudah menyiapkan satu jawaban bukan?” tanya Niko


“Entahlah.” Nia mengedikkan bahunya.


“Jika bukan dia, maka aku yang akan langsung melamar mu. Kamu tinggal pilih saja.” Ucap Niko dengan senyumnya lantas berdiri meninggalkan Nia.


“Berhentilah bercanda, Nik!” ucap Nia setengah berteriak karena Niko semakin jauh.


“No Nia. aku tidak bercanda!”


.


.


.


.


.


.


.


Hai Reader tercinta.... Author mau ngucapin terimakasih banyak untuk semua reader tercinta karena sampai saat ini masih selalu setia menunggu kelanjutan cerita kisah kasih Nia, Satya dan Niko. dukungan dan motivasi dari reader semua adalah cambuk semangat yang membuat Author jadi rajin nge halu.


Jangan lupa like dan komentarnya ya, saran dan kritik juga boleh untuk Author pemula ini. Terimakasih.


.


.

__ADS_1


__ADS_2