
Seminggu sudah Kania mengabaikan Gavin, tidak pernah sekalipun ia mengirim pesan ataupun menelepon pria tersebut.
Gavin di buat menjadi uring-uringan karena hal ini, setiap hari ia mengirim pesan menanyakan kabar Kania tetapi tidak satupun pesannya mendapat jawaban dari wanita itu.
"Sayang, mau sampai kapan kamu bersikap seperti ini? Tolong balas pesan aku! Kita harus bertemu secepatnya dan menyelesaikan hal ini supaya tidak berlarut-larut." Pesan pertama di kirim buat Kania.
Sampai setengah harian pesan itu tidak juga mendapat jawaban dari Kania, sepertinya Kania tidak ingin sama sekali membalas pesan darinya.
"Udahan dong marahannya sayang, emangnya kamu gak bosan apa marah terus nanti cepat tua loh." Pesan kedua hari ini coba Gavin kirim buat Kania.
Tidak juga kunjung di jawab, sepertinya Kania memang sengaja mengabaikannya.
Gavin berjalan di ruangan Rio dan mencoba untuk menerobos masuk ke dalam.
"Om Rio aku ada jadwal penting gak hari ini?" tanya Gavin.
"Sepertinya sih gak bos," jawab Rio.
"Aku mau keluar dan mungkin gak balik kantor lagi hari ini. Apa hari ini Kania ada jadwal kuliah om?" tanya Gavin.
"Tadi pagi sih izin mau ke kampus hari ini, emang kalian punya masalah?" tanya Rio balik.
"Sedikit kesalahpahaman doang om, biar nanti Gavin selesaikan dengan Kania," jawab Gavin.
"Yang sabar aja, kalau udah ngambek anak itu lama dan susah berhenti," ucap Rio sambil terkekeh.
"Pantas," gumam Gavin.
Gavin pun undur diri dari ruangan kerja Rio lalu bergegas merapikan semua yang ada di meja kerjanya lalu pergi meninggalkan kantor.
Tujuan utamanya adalah kampus Kania, pasti Kania ada di kampusnya.
Secepat mungkin ia mengendarai mobilnya supaya bisa sampai di kampus Kania.
Sampai di depan kampus Kania ia memarkirkan mobilnya lalu menunggu sambil berdiri di samping mobil sport miliknya.
Dengan menggunakan baju kemeja yang di gulung sampai bawah sikut dan menggunakan kacamata hitam, badan yang cukup kekar dan muka sedikit bule membuat Gavin menjadi pusat perhatian apalagi mobil sport yang ia punya menandakan ia bukan orang dari golongan remahan.
Gadis-gadis kampus yang melihat keberadaan Gavin pasti berpikir bahagia sekali kalau memiliki pacar setampan dan sekaya pria tersebut.
__ADS_1
Tidak dengan Kania yang baru saja keluar dan melihat keberadaan Gavin yang sudah menunggunya menjadi kesal, ia menjadi jengkel kalau harus mengingat kejadian seminggu yang lalu.
Di bawah sinar matahari siang pria itu tetap sabar menunggu sampai Kania keluar dan mau menemuinya. Hasil dari sebuah perjuangan akhirnya Gavin melihat Kania berjalan menghampirinya dengan muka kesal dan masih cemberut.
"Akhirnya aku menemukan kamu juga di sini, mau lari kemana lagi?" Tanya Gavin sambil menarik tangan gadis itu.
"Kenapa sih suka banget pake tarik-tarik tangan aku? Emangnya aku buronan yang harus melarikan diri?" jawab Kania dengan muka kesal.
"Udah sekarang cepat naik ke dalam mobil dan jangan menghindar lagi dari aku." Ucap Gavin sambil sambil membawa Kania masuk ke dalam mobil.
Gadis itu duduk di dalam mobil dengan muka yang sudah di tekuk dua belas jari, tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.
"Kamu masih belum terima atas kejadian kemarin dan gak percaya sama aku?" tanya Gavin.
Kania tidak mau menjawab pertanyaan Gavin dan memilih tetap diam.
"Terus aku harus gimana caranya membuat kamu percaya sama aku?" tanya Gavin lagi.
"Aku mau tanya sama kamu bagaimana kalau kamu melihat aku di cium sama orang lain, bagaimana sikap kamu?" tanya balik Kania.
"Jelas aku tonjok dan aku ajak ribut," jawab Gavin langsung.
"Kalau kemarin Si Aurelia sang model itu aku tonjok dan aku ajak ribut gimana?" tanya Kania dengan muka kesel.
"Bagus, aku senang kalau kamu bisa memberi pelajaran sama dia, aku pasti dukung kamu dan aku bantuin dari pada kamu nangis gitu.
Memperlihatkan kelemahan kamu di depan gadis yang gak tau malu itu," jawab Gavin tegas.
"Bukannya kamu bakalan belain dia daripada belain aku?" tanya Kania meminta penjelasan.
"Mana mungkin aku belain dia sayang, aku tuh kemarin udah meminta dia pergi dan tidak ingin bertemu dengannya. Kamu mau bukti? Apa kita temuin aja si Aurel terus kamu ajak ribut nanti kamu lihat aku bakal belain kamu atau gak?" tantang Gavin.
"Iiih, ngapain aku ketemu orang kayak gitu," jawab Kania mengernyitkan dahinya.
"Udah ngambeknya?" tanya Gavin.
"Belum" jawab Kania.
"Ngambek apalagi sih, udah aku jelasin semuanya masih ngambek aja," ucap Gavin sambil membuang napas kasar, sulit juga menaklukkan hati Kania kalau udah ngambek.
__ADS_1
Untung saja Rio udah menasehati buat sabar menghadapi pacarnya yang kalau ngambek bakalan lama.
"Gantiin kemarin batal ketemu gara-gara mantan kamu itu yang kegatelan itu," balas Kania sambil memajukan bibirnya.
"Ya udah sekarang aku ganti, kita mau jalan kemana? Aku sampai bolos kerja untuk ketemu kamu hari ini, gimana coba kalau gaji aku di potong sama papa kamu?" ucap Gavin sambil terkekeh.
"Iiih, kamu habisnya bikin kesel maunya di cium sama Aurel," sahut Kania sambil mencubit lengan Gavin.
"Siapa yang mau di cium Aurel? Kalau di cium kamu aku mau," balas Gavin.
"Ogah udah bekas Aurel," cebik Kania.
"Udah aku bersihin pake pembersih muka berkali-kali sayang." Sahut Gavin sambil mengambil tangan Kania meletakkan di sebelah pipinya yang di kecup Aurelia.
"Mau kemana?" tanya Kania.
"Terserah kamu, asal bisa berdua sama kamu hari ini aku udah bahagia. Udah kangen banget seminggu gak ketemu tanpa kabar lagi," jawab Gavin.
Akhirnya mereka berdua bisa berbaikan lagi dan menghabiskan waktu bersama seharian ini sudah membuat Gavin bahagia bisa meluluh Kania untuk berhenti ngambek.
*****
Satu sisi Aurelia merasa puas dengan sikapnya kemarin, ia sudah bisa mengira pasti ada perang dingin antara Gavin dan Kania.
Seminggu sudah sejak kejadian itu, ia berharap Gavin bisa menghubungi dirinya kembali setelah ada permasalahan dengan Kania.
Aurelia masih berharap masih ada kesempatan ia dan Gavin bisa bersama, setelah Kania memutuskan hubungan dengan Gavin. Ternyata Aurelia salah sepertinya Gavin sudah menutup akses untuk bertemu dengannya apalagi menjalin hubungan yang ke jenjang yang lebih serius.
Tapi kesempatan masih ada selama janur kuning belum mengembang pikirnya.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa buat kasih like dan komen setelah membaca supaya penulisnya lebih bersemangat untuk up lagi.
Kalau kamu suka bisa kasih vote ... happy reading.
Selama menunggu up kalian readers bisa juga membaca ceritaku yang lain, udah up dan banyak bab di sana...mampir ya.
__ADS_1