Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua
Bonus part 1


__ADS_3

Dave dan Alena asik bermain dengan si kembar, Gavin dan Kania sibuk mengurus perusahaan keluarga mereka yang sedang maju pesat.


Perusahaan property itu semakin hari semakin berkembang, banyak perumahan elite, apartemen, hotel yang pengembangannya di percayakan kepada perusahaan yang sedang di pimpin oleh Gavin.


Ini adalah bukti hasil dari kerja keras ia dan Kania selama ini, yang mati-matian berjuang untuk kemajuan perusahaan.


Tidak lupa Gisel pun punya andil dalam hal ini, sekarang wanita itu membantu di perusahaan Gavin setelah menyelesaikan pendidikannya ia kembali ke tanah air.


Yohan dan Yoan terlihat begitu menggemaskan, dua bocah kembar itu senang bisa bermain bersama oma dan opa mereka, Dave dan Alena begitu menyayangi dua cucu mereka yang menjadi penghibur setiap hari buat mereka di rumah.


Sambil menyuapi si kembar makan sambil bermain, Alena dan Dave bermain-main di taman rumah mereka.


Dulu ketika Gavin dan Gisel kecil Dave tidak mempunyai banyak waktu untuk bermain dengan anak-anaknya, karena kesibukannya mencari uang, namun berbeda sekarang justru ia punya waktu banyak untuk bermain dengan cucu-cucunya dengan memutuskan pensiun dari pekerjaan.


Bisa menikmati waktu seperti ini, menjadi impian ia dan Alena sejak dahulu, masih muda Dave bekerja keras setelah tua tinggal menikmati hasilnya dan membiarkan putra-putrinya meneruskan perusahaannya.


Setelah selesai menyuapi makan Yohan dan Yoan, lalu membersihkan kedua bocah tersebut dan Alena segera menemani mereka untuk tidur siang.


Sekalipun si kembar punya pengasuh yang mengurus mereka namun Alena tidak membiarkan kedua cucunya itu seratus persen dalam pengasuhan baby sitter.


Ia sigap untuk mengurus cucu kesayangannya itu, lama di dalam kamar di kembar dan menunggu sampai keduanya terlelap. Baru setelah Yohan dan Yoan tertidur Alena keluar dan duduk di samping Dave yang asik dengan gadgetnya di tangannya.


"Sayang matamu gak capek lihatin gadget terus?" tanya Alena.


"Terus aku mau lihatin apa? Kamu sama si kembar gak ada, iseng-iseng udah aku buka handphone. Kalau lihatin kamu aku gak pernah bosan sayang, dari dulu sampai sekarang kamu tetap cantik dan menarik di mataku," jawab Dave sambil menatap wajah Alena dan tersenyum.


"Sayang, aku udah tua dan banyak kerutan ya," tanya Alena.


"Kamu tetap cantik di mataku," jawab Dave cepat.


"Kamu gombal, cuma nyenengin aku doang ya," sahut Alena.


"Serius, bagi aku kamu wanita paling cantik dan berarti. Dari kita menikah sampai sekarang kamu setia mendampingi aku, ada di saat susah dan senang, sehat dan sakit, sekarang kita menua bersama, peduli amat sama keriput, yang penting aku dan kamu bahagia," ucap Dave sambil terkekeh.

__ADS_1


"Sayang, bukan si kembar yang perlu di temenin tidur, aku juga pengen tidur di temani kamu," lanjut Dave sambil terkekeh.


"Iiih, kamu manja amat," sahut Alena sambil tertawa.


"Serius aku ingin di temani tidur sama kamu sayang sekarang, ayo mumpung pengacau lagi tidur kita ke kamar," ajak Dave.


"Nanti si kembar bangun," sahut Alena.


"Don't worry, mereka punya pengasuh sayang. Sedangkan aku juga perlu pengasuh untuk menemani aku tidur di kamar," goda Dave sambil melirik istrinya yang sejak tadi mukanya sudah berubah merah.


Alena sudah paham maksud suaminya jika sudah berbicara seperti ini, pasti ada udang di balik batu. Dave pasti ingin mengajaknya bergelut di atas kasur, perlu teman buat tempur.


Mereka sudah berumah tangga sekian puluh tahun, saling mengerti setiap bahasa tubuh masing-masing.


Dave adalah lelaki normal sekalipun umurnya sudah tidak muda lagi namun ia masih punya hasrat untuk bercinta, kepada siapa lagi ia melepaskan semua ini kalau bukan kepada istri tercinta.


Tidak mungkin Dave meminta perempuan di luar sana untuk memenuhi kebutuhan seksualnya, ia bukan lelaki breng*sek.


Dari muda sampai sekarang menjadi tua, Dave adalah lelaki setia yang mempunyai satu istri dan tidak pernah berselingkuh, jangankan untuk melakukannya terlintas di pikirannya pun tidak pernah ada.


"Heem aku tahu kamu pasti modusin aku, dari bahasa kamu aku mengerti kamu bukan ngajak aku tidur tapi kamu ngajak aku perang," kata Alena sambil terkekeh.


"Syukur dah kalau kamu udah mengerti, makanya gak salah aku bilang kamu istri paling pengertian," puji Dave sambil tertawa sambil menggandeng tangan istrinya melangkah menuju kamar mereka.


Dave langsung mengunci pintu kamar, karena tidak ingin kepergok kedua cucunya ketika sedang bercinta dengan Alena.


Tanpa membuang banyak waktu Dave langsung melayangkan aksinya bercinta dengan Alena.


Dave memeluk, mencium bibir Alena yang dari dulu sampai sekarang tetap menjadi candu baginya, tidak pernah berubah bibir istrinya itu menjadi bagian tubuh terfavorit bagi Dave.


Meremas gunung kembar yang sudah sedikit kendur karena termakan usia namun tidak mengurangi gairah Dave berkurang, mereka bercinta sesuai dengan umurnya, bukan lagi dengan napsu yang membara dan menggebu-gebu, namun karena kebutuhan seksual yang masih ada dalam diri Dave.


Puas bercinta dengan Alena, Dave bisa beristirahat siang dengan lelap karena kelelahan.

__ADS_1


Namun rasa puas dan bahagia terpancar di wajah kedua suami istri ini, bisa menghabiskan siang bersama.


Mereka merasa seperti pasangan muda kembali, menikmati waktu berdua walau di usia senja.


Tanpa sadar di luar sana terdengar ketukan dan tangisan dari si kembar yang habis berantem.


"Oma ... Opa" suara teriakan Yoan dan Yohan secara bersamaan membangunkan istirahat keduanya.


Dengan secepat kilat Dave dan Alena segera memakai kembali pakaian mereka yang sedari tadi terlepas, lalu masuk ke kamar mandi membersihkan diri, baru keluar menghampiri cucunya yang sudah menangis bersamaan.


"Kenapa menangis?" tanya Dave.


"Yoan pukul aku," jawab Yohan.


"Yohan tendang aku," jawab Yoan.


"Loh, kenapa kalian berantem," tanya Alena.


"Yohan duluan yang tendang aku," jawab Yoan.


"Adek duluan yang pukul kakak," balas Yohan tidak mau kalah dengan sorot matanya yang tajam.


"Udah gak boleh berantem, adik & kakak akur dan saling menjaga, sekarang baikan dan saling memaafkan," ucap Dave mengajari cucunya.


"Kak, maaf," Yoan memeluk Yohan.


"Kakak juga minta maaf," Yohan balas memeluk Yoan.


Begitulah aktifitas dan kerepotan Dave dan Alena sepanjang hari, hanya menjaga cucunya yang membuat mereka kadang tertawa melihat kelucuan mereka berdua.


Kadang berantem dan nanti cepat akur kembali, semuanya mereka nilai sebagai hiburan semata.


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

__ADS_1


Ini bonus part aja buat kalian, udah lama gak up kadang aku rindu sama kalian para reader tercinta, tau kalian rindu gak sama aku ... hahaha.


Jangan lupa buat jempolnya kasih like, komen dan bantu vote boleh dong.


__ADS_2