Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 100


__ADS_3

Dirumah Ferrero


Suasana rumah itu berubah hangat ketika Vallen sudah datang, rasanya seperti ada peri kecil yang selalu membuat keributan.


Sore tadi Vallen sudah berkenalan dengan keluarga besar Ferrero yang ada di luar negeri, saat Vallen hilang ternyata David memboyong keluarganya kesana dan cukup sulit untuk kembali menetap.


"Papaaa!!!" Teriak Vallen dari atas.


David dan Bela langsung keluar dari kamarnya melihat apa yang terjadi.


"Ada apa sayang?" Tanya Bela.


"Pa ma Manusia ini kenapa bisa disini?" Tanya Vallen bingung.


"Manusia? Siapa sayang" saut David ikut bingung.


"Itu yang tidur dikamar Vallen" tunjuk nya mengarah pada ranjang.


David dan Bela kompak melihat ke belakang Vallen, David langsung bergerak mengambil apa saja yang ada didekatnya untuk memukul orang itu.


Bugh!!! Bughh!!!


"Aw aww!!! Papa!!" Teriak seorang pria dengan suara serak.


"Tau arah jalan pulang juga kau rupanya hah!! Kemari aku akan menghabisi mu" ucap David kesal dan kembali memukul pria itu.


"Sayang berhenti memukul nya, Rafi kesakitan" ujar Bela sembari merangkul Vallen.


"Biarkan saja dia mati, anak kurang ajar ini tidak pernah memberi kabar apapun dan sekarang pulang tanpa permisi dan basa basi, hey kau pernah di ajarkan sopan santun tidak!!" Kata David kembali memberikan pukulan terakhir.


"Tidak!" Jawab Rafi santai.


"Sudahlah pa Rafi ingin istirahat, keluarlah" imbuh Rafi malas menanggapi David.


"Perhatikan baik-baik ini kamar mu bukan?"


Dengan malas Rafi membuka matanya memperhatikan desain desain kamar yang mirip seperti perempuan, jelas ini bukan kamarnya.


"Aahh sepertinya Rafi salah kamar" ucap Rafi lalu membuka selimutnya dan hendak melangkah.


"Kau!!" Vallen dan Rafi saling menunjuk satu sama lain.


"Hey bodoh kau kemana saja dan untuk apa kau disini?" Tanya Rafi bingung.


"Aku pintar catat itu, harusnya aku yang bertanya untuk apa kau disini" jawab Vallen ikut heran.


"Kalian saling kenal?" Tanya Bela.


"Kenal pa tapi Rafi masih tidak mengerti kenapa Vallen ada di sini" jawab Rafi menatap Vallen.


"Baiklah baiklah ayo turun kita bicara dibawah" ajak Bela merangkul keduanya.


Dibawah Vallen satu sofa dengan Rafi, keduanya seperti anak kucing yang masih baru saling kenal satu sama lain.

__ADS_1


"Baik pertama Rafi perkenalkan ini Vallen dan Vallen perkenalkan ini Rafi"


"Sudah tau" jawab keduanya kompak.


Bela mengernyitkan dahi sembari tersenyum manis melihat kekompakan keduanya.


"Rafi kau pernah mendengar cerita mama yang kehilangan putri bukan?"


Rafi mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya menatap Vallen.


"Ini dia, Vallen adalah orang yang selama ini mama dan papa cari"


"Apa???" Rafi hampir tersedak menelan ludahnya sendiri.


"Iya itu benar dan Vallen ini Rafi, dia adalah putra dari Syifa dan Riki yang tak lain adalah adiknya papa mu" tutur Bela.


"Tante yang tadi bersama nenek?" Tanya Vallen memastikan.


"Benar sekali"


"Kenapa dia memanggil mama dan papa?"


"Yaa karena kami yang mengurusnya sejak masih kecil, Rafi ikut andil dalam penyembuhan psikis mama mu" saut David.


"Lalu Tante itu tidak punya anak"


"Punya sayang, Tante Syifa punya tiga anak yang pertama Rafi dan kedua mereka kembar, umurnya masih lima belas tahun"


Vallen mengangguk anggukkan kepala mendengar silsilah keluarganya, cukup panjang tapi ia mampu memahami nya.


"Bersaudara!!!" Teriak Rafi antusias memeluk Vallen.


Vallen merasa ada yang perlu diperbaiki disini sehingga ia harus meluruskan nya.


"Pa ma Rafi ini sudah memiliki,,,,,"


Rafi langsung membekap mulut Vallen agar tidak berbicara terlalu banyak apalagi sampai mengatakan ia sering membawa kekasihnya kerumah.


"Ahaha pa seperti nya kakak butuh istirahat, ayo kak" ajak Rafi tercengir kuda.


"Mama Rafi sebenarnya,,,,,"


"Kakak tolonglah, akan ku belikan es krim satu gudang beserta pabrik nya" bisik Rafi panik.


"Tidak mau"


"Lalu kakak maunya apa, ayolah kak jangan beritahu mama dan papa, Rafi janji tidak membawa kekasih Rafi lagi kerumah" ucap Rafi frustasi.


"Baiklah tapi ada satu syarat"


"Katakan kak katakan kakak ingin apa"


"Mm kakak ingin makan es batu"

__ADS_1


"Hanya itu?" Tanya Rafi membulatkan matanya, begitu mudah permintaan Vallen.


"Yahh"


"Akan ku bawakan beserta kulkasnya kak, terimakasiiihh" ucap Rafi kembali memeluk Vallen.


Di ujung pintu ada Vano yang sedari tadi memperhatikan Vallen dan Rafi, rasanya ingin sekali Vano memakan bunga yang ia bawa ditangannya.


"Ehem,,,," David sudah memberikan isyarat pada Vallen namu gadis itu masih saja tidak mengerti.


"Sayang" Bela memanggil Vallen dan menunjukkan keberadaan Vano dengan matanya.


Setelah sadar adanya tatapan membunuh dari kejauhan Rafi langsung melepas pelukannya dari Vallen dan berlari naik ke atas kamar begitu juga dengan David dan Bela, mereka tidak ingin mengganggu.


"Ma? Pa? Aneh kenapa mereka semua pergi" gumam Vallen belum menyadari seseorang dibelakangnya.


Baru saja ingin melangkah, Vallen memperhatikan seseorang itu dari kaca. Terkejut bukan main Vano sudah meremas bunganya dari kejauhan.


"Vano" ucap Vallen memutar tubuhnya kebelakang.


Bukannya masuk Vano malah keluar menjauhi pintu, Vallen langsung berlari mengejarnya hingga depan halaman rumah.


"Hey hey kenapa tidak masuk" ucap Vallen menghalangi jalan Vano.


"Tidak!"


"Kau marah?"


"Tidak!" Jawab Vano tapi ia mengambil bunga mawar yang ia bawa lalu memakannya saking kesalnya.


"Mm kau melihat,,,,"


"Tidak aku tidak melihat apapun" Vano kembali memasukkan bunga kedalam mulutnya.


"Aku bisa jelaskan, Rafi itu saudara ku dan,,,"


"Ya aku tau itu"


"Lalu kenapa masih marah?"


"Sudah ku katakan aku tidak marah" jawab Vano memasukkan bunga semakin banyak dan mengunyah nya hingga lembut.


"Masuklah aku ingin meledak sebentar lagi" ucap Vano mengatur nafasnya.


"Baiklah baiklah aku minta maaf tapi,,,,"


"Vallen masuklah"


"Tidak kau harus mendengar ku terlebih dahulu,,"


"Vallen ambilkan aku air aku tersedak bunga mawar" ucap Vano memegang tenggorokan nya.


"Heuh?? Aahh ya ya baiklah" kata Vallen kebingungan sambil berlari lari kecil masuk kedalam mengambil air.

__ADS_1


🌱🌱🌱


__ADS_2