Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 65


__ADS_3

Sampai digudang Vano langsung melempar Vallen kedepan, tentu gudang itu hanya berlaku bagi pembuat onar dan kini Vallen lah yang berada didalam gudang tersebut.


"Kau siapa!!" Ucap Vano menodongkan pisau cukup panjang pada Vallen.


Karena masih berada dibawah pengaruh hipnotis Vallen seperti seorang robot, dia tidak menjawab ataupun bergerak.


Dor!!!!


Sedetik setelah mengejutkan Vallen dengan suara pistol akhirnya gadis itu tersadar dari lamunannya, ilusi yang telah Pian berikan tadi lenyap ketika seseorang membunyikan sesuatu yang mengganggu fokus dari orang yang terhipnotis.


Vallen menatap pisau yang ditodongkan padanya, Vallen kembali menatap sekeliling tempat itu tentu asing baginya walaupun lokasinya berada didalam rumah Salvatrucha.


"Jangan tipu aku dengan wajah polos itu lagi Vallen aku lelah!! Kau siapa? Kau membuatku jatuh cinta padamu dan kau menghancurkan keluarga ku. Berapa kali aku harus menerima penipuan dari mu Vallen" ucap Vano gemetar menodongkan pistol dan pisau dikedua tangannya.

__ADS_1


"Aku tidak pernah,,,,"


"Aku tidak akan percaya kecuali apa yang terlihat oleh mata kepala ku sendiri, sedetik saja aku terlambat menyelamatkan umi ku kau pasti telah menghabisi nya Vallen!!!" Teriak Vano hampir saja menarik pelatuk pistolnya.


Vallen mencoba mengingat ingat apa yang telah terjadi karena memang ia akan mengingat setiap kejadian setelah tersadar dari hipnotis yang biasa dilakukan oleh Pian padanya.


Dan ya setelah mengingat semuanya Vallen tidak bisa menyangkal kesalahannya untuk membunuh Vira bahkan jika menjelaskan semuanya pada Vano sekarang pasti dia tidak akan percaya.


"Aku memang bodoh telah mencintai seorang perempuan pembunuh seperti mu Vallen, aku bodoh!!" Ucap Vano dengan mata memerah melepas pistol ditangan kirinya karena tidak akan mampu melukai Vallen walau tingkat kemarahannya sudah berada di atas puncak.


Jleb!!!


Vallen memaksa tangan Vano untuk menusuk dada kirinya, Vallen terus memaksa tangan Vano untuk menusuknya lebih dalam lagi hingga nafasnya tercekat.

__ADS_1


"Vallen kau gila!!!" Teriak Vano melepas paksa pisau itu dari tubuh gadisnya.


Vallen mengambil kembali tangan Vano lalu menancapkan nya untuk kedua kali hingga air mata Vallen keluar menikmati rasa sakit di dadanya.


"Ini untuk membuat mu percaya bahwa aku bukan pelakunya (Vallen kembali memasukkan pisaunya lebih dalam) ini untuk rasa cintaku padamu dan untuk membuktikan betapa sayangnya aku dengan dirimu (sekali lagi Vallen memaksa pisau itu menembus punggungnya) dan ini untuk memutuskan hubungan kita, terimakasih atas segalanya. Bertemu dengan mu adalah hal terindah dalam hidupku" Tutur Vallen tidak bisa membendung tangisnya dengan lumuran darah yang mengalir deras di tubuhnya.


"Vallen!!!" Teriak Vano memeluk Vallen saat gadis itu mulai tidak memiliki tenaga untuk berdiri.


"Ma,,, maafkan aku Vallen hey buka matamu, bertahan lah!!" Ucap Vano menangis deras melihat darah itu mengalir diatas lantai.


Vallen masih sempat memegang lengan Vano walaupun tangannya lemah akibat darah yang terus mengalir.


"Jika aku bangun, aku harap tidak akan mengenali mu Vano Salvatrucha. Terimakasih telah memberikan jejak tangan mu ditubuh ku anggap ini sebagai tanda bahwa aku pernah mengenal mu beberapa saat" ujar Vallen untuk terakhir kalinya sebelum menutup mata dan melepas genggamannya dari Vano.

__ADS_1


"Tidak jangan katakan itu Vallen, aku hanya meminta penjelasan dari mu hey!!! Vallen bangunn!!!" Teriak Vano frustasi melihat Vallen menutup rapat matanya.


Vano tidak ingin berlama-lama ia segera membawa Vallen kerumah sakit, rumah mereka sepi karena sibuk mengurus zea yang menjadi korban dari keganasan anak buah dari atasan Vallen jadi Vano membawa gadisnya sendiri menggunakan mobil kerumah sakit.


__ADS_2