Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 137


__ADS_3

Pagi sekali dikediaman kedua Salvatrucha, para pasutri terencana dan tidak terencana sudah bangun dari mimpi indah mereka namun bagi Vano itu benar benar mimpi buruk karena dia tidak bisa melewati malam yang indah dan harus shalat sendiri di pagi hari.


Dan untuk Ethan, Pria itu pindah ke kamarnya sangat pagi bahkan mendahului para pelayan karena jika tidak Sarah pasti akan mengeluarkan senjata senjata tersembunyi nya untuk membunuh Ethan.


Hari ini ketiganya sama sama mengambil cuti dan digantikan oleh orang tua masing-masing untuk bekerja dan sekarang ketiga pria itu keluar dari kamar masing-masing, tentu dengan wajah kusut.


"Selamat pagi" sapa Vano dengan wajah gusar.


"Mmm" jawab Ethan dan Farel bersamaan.


Ketiganya duduk dimeja makan sembari menunggu para istri keluar, Vano dan Farel tidak ingin menunggu didalam kamar karena itu merupakan godaan terbesar bagi mereka.


"Apa kau berhasil?" Tanya Vano pada Farel.


Farel hanya menghela nafas menggelengkan kepala dengan tatapan kosong.


"Sabar sabar ini sebagian daripada cobaan" ucap Vano menepuk pundak saudaranya.


"Kau juga dua kali lipat harus lebih sabar, hanya menunggu beberapa hari" kata Farel.


Keduanya saling menguatkan dengan wajah memelas sedangkan Ethan hanya menatap mereka sembari meletakkan dagu dimeja.


"Bagaimana dengannya?" Tanya Vano pada Farel menunjuk Ethan dengan kepala.

__ADS_1


"Pasti tidak terjadi apa-apa aku sudah menebaknya" jawab Farel ikut menatap Ethan.


"Bicarakan diri kalian sendiri jangan sangkut pautkan pada ku, aku sedang kesal!!" Saut Ethan ketus.


"Hahaha sudah kuduga" Vano dan Farel tertawa terbahak-bahak melihat wajah frustasi Ethan.


Braakk!!!


"Ck sudah ku katakan jangan bicarakan aku!!" Ucap Ethan menaikkan sedikit volume suaranya.


"Iya kami tau kau juga tidak melakukan apapun" saut Farel dengan tatapan mengejek.


"Cih siapa bilang? Kalian belum pernah merasakan malam pertama?" Tanya Ethan mengangkat kepalanya dan duduk tegak.


"Berarti nasib kalian tidak seberuntung aku"


"Maksudnya?"


"Yaa tadi malam adalah malam bersejarah bagi kami karena apa? Karena aku merasakan nikmatnya malam pertama dengan istriku" jawab Ethan dengan seringainya.


"Apa!!" Vano dan Farel syok berat mendengar jawaban Ethan.


"Ba,,,, bagaimana bisa" gumam Vano.

__ADS_1


"Tentu bisa tuan Vano Salvatrucha, istriku tidak DATANG BULAN dan istriku MAU melakukan nya jadi kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik" tutur Ethan menatap keduanya bergantian.


Kini tatapan pria itulah yang mengejek Vano dan Farel.


"Aku tau kau berbohong" ujar Vano tidak terima jika ia kalah cepat.


"Boleh ditanyakan pada Sarah Wijaya jika diragukan" kata Ethan semakin menyombongkan dirinya.


"Ini tidak mungkin!!" Saut Farel.


"Terserah jika kalian tidak percaya tapi satu hal yang harus kalian tau"


"Apa?" Tanya Vano.


"Istri adalah sumber daya suami, berhubungan badan dengan istri itu membuat kalian akan lebih semangat menjalani hidup yang hampa ini" jawab Ethan tertawa renyah.


Semangat? Cih beberapa saat kemudian aku sudah ada di pemakaman karena perbuatan Sarah, Batin Ethan.


"Apa senikmat itu?" Tanya Vano dengan polosnya.


Ethan hanya memberikan jempolnya pada Vano lalu pergi dari meja makan, rasanya makanan didepannya sudah tidak nikmat lagi karena memikirkan Sarah yang tak kunjung keluar dari kamarnya, dia khawatir gadis itu akan gantung diri akibat kejadian tadi malam.


Sedangkan Vano dan Farel hanya saling menatap dengan bodoh mendengar kebenaran Ethan, keduanya harus mengelus dada dan mengisi daya kesabaran total.

__ADS_1


***


__ADS_2