Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 168


__ADS_3

Malam hari akhirnya Vano pulang kerumah, dia langsung masuk kedalam kamar membersihkan diri sekaligus menunaikan ibadah.


Rencana malam ini mereka akan membahas lagi seluk beluk tuan Richard, mereka harus menguak misteri tentang pria itu malam ini juga.


Ceklek


"Eeh sayang sudah pulang" sapa Vallen tersenyum manis.


"Kemana saja? Suami pulang kenapa tidak ada dikamar" tegur Vano datar.


"Baru pulang bermain dengan abi, seru sekali sayang" jawab Vallen antusias.


"Itu kenapa?" Tanya Vano menatap lengan Vallen sedikit tergores.


"Ini? Mm hanya cakaran biasa dari umi, mama 1 dan mama 2" jawab Vallen.


"Kenapa dicakar? Mereka menyakiti mu? Dimana yang sakit" Vano langsung memeriksa lengan istrinya.


"Tidak, tadi aku menggigit mereka satu persatu dan langsung dicakar, mereka refleks melakukan nya bukan sengaja" tutur Vallen tersenyum manis.


"Huuh aku kira kenapa" Vano mengambil kotak obat untuk istrinya.


"Tapi kau tidak membalaskan?"


"Hehe mereka sedang diperiksa oleh dokter" jawab Vallen cengengesan.

__ADS_1


Vano menepuk keningnya dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca, salah besar ternyata Vano melepas istrinya sendirian dirumah utama.


"Kau apakan?" Tanya Vano frustasi.


"Umi setelah aku menggigit nya dia mencakar ku jadi ku kurung dikamar mandi, mama 1 dan mama 2 juga sama jadi aku mengurung mereka dikamar kita dan aktifkan kedap suara agar tidak ada yang mendengar mereka, nah Abi, om Andre, dan om Faris aku ikat digudang. Nah karena kelelahan aku tertidur dari sore sampai malam jadi lupa membebaskan mereka, saat aku masuk lokasi masing-masing mereka sudah pasrah jadi ku panggilkan dokter untuk memberikan vitamin dan aku kabur. Huuuh untung saja aku bebas" tutur Vallen panjang lebar dan tidak sempat bernafas saat bercerita.


Vano mengetuk ngetuk kepalanya ditembok mendengarkan cerita istrinya yang sangat bar bar pada seisi penghuni rumah utama.


"Mereka baik baik saja kan?" Tanya Vano pasrah jika sewaktu-waktu Vino memecatnya dari keluarga Salvatrucha.


"Mm kurasa baik baik saja setelah diperiksa dokter" jawab Vallen.


"Aah ya sapi ku dimana?" Tanya Vallen mengalihkan pembicaraan.


Dengan wajah pasrahnya Vano mengeluarkan ponsel lalu menghubungi seseorang.


Vallen berlari lari kecil keluar kamarnya, jiwa kekanakan gadis itu masih sangat mendarah daging ditubuhnya.


"Vanooo!!!" Teriak Vallen dari pintu utama.


"Yaa!!" Vano hanya melihat dari balkon kamarnya.


"Kenapa sapinya masih hidup!!" Kata Vallen kesal.


"Itu kan sudah ada yang disembelih juga" jawab Vano datar.

__ADS_1


Vallen kembali memperhatikan truk yang satunya dan ternyata Vano membawa satu sapi hidup dan satu sapi yang sudah disembelih.


"Vano maksud ku sapi yang sudah matang dan bisa dimakan!" Ucap Vallen sedikit berteriak agar Vano mendengar nya.


"Ya sudah pelayan kan banyak suruh saja masak sapi yang sudah disembelih, salah mu juga mengatakan terserah tadi" jawab Vano lalu masuk kedalam kamarnya.


"Dasar bodoh!!" Teriak Vallen kesal.


"Kau yang bodoh, umi ku dimasukkan ke kamar mandi abi ku diikat digudang astaga Vallen Vallenl!!" Teriak Vano dari kamarnya.


dibawah Vallen kebingungan melihat sapi sapi itu harus diapakan.


"sapi yang ini bunuh saja lalu berikan pada tetangga" titah Vallen.


"namanya disembelih nona jika dibunuh berarti tidak boleh dimakan" saut pelayan.


"benarkah? waah pelajaran baru, baiklah suruh siapa saja yang sembelih ya lalu berikan pada tetangga terutama rumah utama" kata Vallen.


"baik nona, lalu untuk sapi yang sudah disembelih diapakan nona?" tanya pelayan lagi.


"kita makan bersama nanti dengan pengawal dan kalian semua, setuju?" Vallen mengangkat tangannya untuk memberi tos


"mm hehe terserah nona"


Vallen melakukan tos dengan pelayan, mereka semua sudah sangat akrab dengan tuan putri rumah itu dan mereka juga hafal betul bagaimana karakter Vallen.

__ADS_1


***


aku udah buat grup, yok masuk 🤭🤭


__ADS_2