Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 138


__ADS_3

Ceklek


Ethan akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam setelah lama bolak balik untuk berpikir.


"Kau" Ethan bingung sendiri melihat Sarah sedang menyiapkan pakaiannya kedalam koper.


"Aku akan pergi dengan rencana awal" ucap Sarah dengan senyum tipis.


Tumben tumbenan seorang Sarah bisa tersenyum walau hanya secuil.


"Rencana awal?" Ethan mencoba mengingat ingat apa rencana gadis itu.


"Aku akan tinggal ditempat yang lebih kecil dan sederhana dimana aku bisa menemukan ketenangan" jawab Sarah kembali memasukkan pakaiannya.


"Lalu aku kau kemanakan?" Tanya Ethan menunjuk wajahnya sendiri.


"Memangnya ingin kemana? Kau tetap disini" jawab Sarah heran melihat wajah bodoh Ethan.


"Aaa??"


"Baiklah aku harus pamit pada seisi rumah" ucap Sarah sembari menutup kopernya.


"Hey ayah ku akan marah pada mu!!" Kata Ethan.


"Memangnya aku melakukan kesalahan?" Tanya Sarah memutar tubuhnya.


"Ti,,, tidak iisshhh kau belum mengenal ayah ku!!" Jawab Ethan kesal.


Pria itu mengambil koper Sarah lalu membawanya keluar menuju kamarnya sendiri.


"Hey apa yang kau lakukan, kembalikan koper ku!!"


Ethan tidak mendengar Sarah, dia membuka koper milik gadis itu lalu memasukkan beberapa pakaiannya juga.


"I,,,ini apa hey kenapa kau memasukkan pakaian mu juga" Sarah berusaha membuang pakaian Ethan dari kopernya namun pria itu mendorong pelan tubuh istrinya.


"Hey kau ingin kemana!!" Sarah akhirnya terpaksa berteriak agar Ethan menghentikan dirinya.


"Ikut!!"


"Tidak ada yang mengizinkan mu untuk ikut, diam disini"


"Ikut!!!"


"Ikut kemana Ethan" Sarah menepuk kening frustasi melihat suaminya.


"Ikut kemana kau akan pergi, kau kira suami istri itu hanya status hah? Mengerti tidak istilah suami istri, sekarang kau bukan orang lain yaaa walaupun terpaksa tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kau adalah istriku" Tutur Ethan panjang lebar tanpa henti.


"Tidak semua suami istri tinggal bersama bukan?"


"Bodoh!! Dapat teori darimana kau hah?"


"Intinya aku ingin pergi"


"Ya sudah apa susahnya membawa ku"


"Kau beban!!" Jawab Sarah singkat.

__ADS_1


Ayaaahhh kenapa jodoh ku begini sekali, Batin Ethan berteriak.


Ethan akhirnya menyerah dan mengeluarkan pakaiannya dari koper Sarah.


"Pergilah!! Atur hidup mu sendiri!" Ucap Ethan melempar koper dari atas ranjangnya.


"Terimakasih" Sarah langsung keluar membawa koper itu.


Ethan langsung mencari ponselnya kesana kemari untuk menghubungi semua orang.


"Penjaga tutup pintu gerbang sekarang!!" Titah Ethan dari balik sambungan.


Pria itu memutuskan sambungan lalu berpindah menghubungi ayahnya.


"Mmm"


"Ayah sebenarnya aku ingin membunuh mu hari ini tapi ditunda dulu sekarang Sarah pergi dari rumah" ucap Ethan.


Andre yang tadinya masih malas bergerak akhirnya segar bugar mendengar ucapan putranya.


"Baiklah aku akan menunggu serangan mu, Tunggu aku akan keluar sebentar lagi" ucap Andre langsung memutuskan sambungan.


Diluar Vallen melihat Sarah membawa koper, benaknya sudah berpikir kearah sana karena Sarah sempat bercerita masalah itu.


"Kau ingin kemana Sarah?"


"Ingin menjalankan rencana awal Vallen" jawab Sarah tersenyum manis.


"Hey kau sudah menjadi bagian keluarga ini kenapa tetap ingin pergi" wajah Vallen berubah sendu mendengar jawaban Sarah.


"Yaa tidak masalah tapi Ethan bagaimana?" Tanya Vallen.


"Mm dia bisa datang kapan saja, kalian juga bisa datang ketempat ku kapan pun" jawab Sarah.


"Sarah kau yakin dengan keputusan mu? Kau hanya tinggal sendiri disana" saut Vano mendekati Vallen.


"Mm (Sarah mengangguk) baiklah tuan Vano, nona Vallen, tuan Farel, dan nona Zea aku pamit" ucap Sarah.


"Panggilan biasa!!" Titah semua.


Ini yang membuat Sarah berat sebenarnya meninggalkan keluarga itu karena mereka tidak pernah memandang rendah seorang Sarah, mereka memperlakukan semua orang sama.


"Baiklah terserah kalian, aku pergi selamat berbahagia"


Sarah keluar menuju gerbang, namun seperti yang sudah diduga bahwa gerbang tertutup rapat dan dijaga oleh banyak pengawal.


"Mm boleh aku keluar?" Tanya Sarah.


"Maaf nona tapi kami tidak bisa membuka gerbang"


"Aah ya biar ku bantu" Sarah bersiap membantu pengawal untuk membuka gerbang.


"Bukan itu maksud kami nona, kami dilarang membuka gerbang"


"Tapi tuan utama kalian membolehkan aku pergi, bukalah pintunya sebelum kalian dipecat"


Para pengawal saling menatap satu sama lain, benar juga Ethan akan kalah dengan kekuasaan Vano sehingga mereka membukakan pintu untuk Sarah.

__ADS_1


Haaahhh!!


Hari ini gadis itu akan memulai hidup barunya ditempat yang sederhana sehingga ia tidak terlalu pusing menjelajah ruangan besar dan menyusuri setiap tempat.


Dari depan Andre keluar dari gerbang membawa koper lalu memberikannya pada Sarah.


"Ini bawalah"


"Ini apa ayah?" Tanya Sarah.


"Barang barang Ethan, bawa semua" jawab Andre.


"Tapi Ethan tidak,,,,"


"Dia ikut!!"


"Tapi ayah,,,,,"


"Dikamus keluarga Wijaya penolakan adalah tantangan bagi kami, jadi penolakan mu adalah pemaksaan untuk kami" ujar Andre.


"Ayah kau mengusir ku?" Tanya Ethan dari belakang.


"Ya, pergilah" jawab Andre.


"Ayah kau tega, aku benci padamu" ucap Ethan berkaca kaca.


"Bodoh!! Kau sendiri yang meminta bantuan ku, pergilah temani dia beberapa bulan sambil membujuknya untuk kembali" bisik Andre.


"Kau tidak mengusir ku kan?" Tanya Ethan.


"Ayah menyayangi mu jadi tidak mungkin ayah usir" jawab Andre.


"Tidak!!! Siapa yang mengizinkan mu pergi Ethan? Tetap disini!!" Titah Vano dari belakang.


"Kata ayah hanya beberapa bulan" ujar Ethan.


"Walaupun sehari aku tidak peduli, pernah aku mengizinkan mu menginap ditempat orang lain selain dirumah? Apalagi meninggalkan rumah!" Kata Vano dengan wajah datarnya.


Mengenai kehidupan Ethan Vano memang cukup sensitif seperti saat ini.


"Baiklah tubuh ku kalian bagi dua saja agar yang satu bagian disini dan satunya lagi disana" ucap Ethan pasrah.


Semua diam sejenak untuk memikirkan solusinya, Ethan juga bingung harus memilih siapa disatu sisi Vano yang cukup posesif padanya jika menyangkut masalah seperti ini dan satu lagi istrinya.


"Baiklah beritahu aku dimana kau akan tinggal" tatapan Vano mengarah pada Sarah.


"Di apartemen tengah kota" jawab Sarah.


"Pergilah aku mengizinkan mu tapi ingat jangan banyak tingkah!!"


Ethan mengangguk cepat setelah Vano mengizinkan nya pergi padahal dia sendiri malas harus tinggal berdua dengan Sarah si gadis dingin dan menyebalkan.


Keduanya berpamitan ulang pada Andre dan Vano, Ethan membawa Sarah pergi menggunakan mobil untuk memulai hidup baru.


"Beli seluruh apartemen yang ada ditengah kota lalu kosong kan satu tempat sisanya boleh kalian gunakan untuk mengawasi Ethan dan istrinya, ingat jangan buat mereka curiga atau terganggu atas kehadiran kalian dan pastikan keselamatan mereka yang utama!!" Titah Vano sambil berjalan masuk kedalam rumahnya.


"Baik tuan"

__ADS_1


__ADS_2