Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 7


__ADS_3

Diperjalanan Vano bertengkar dengan Farel karena masalah Valen, mereka bingung akan meletakkan Valen dimana. Keduanya terus berdebat sepanjang perjalanan.


"Kau akan meletakkan singa didalam markas? Kau gila Farel? Gadis ini bukan orang sembarangan, bagaimana jika atasannya menyerang markas?" Tanya Vano bertubi tubi.


"Lalu dimana? Kau akan memelihara gadis ini dikantor? Bagaimana jika Om Vino dan tante Vira datang? Kau ingin mati ditangan mereka?" Tanya Farel balik.


"Ssssttt jangan bertengkar ayo turun" saut Ethan santai.


"Turun kemana!! Aku belum memerintahkan mu dimana lokasinya!" Ujar Vano kesal lalu kembali ingin berdebat dengan saudaranya.


"Bos kita sudah sampai didepan rumah mu" kata Ethan dengan santai tanpa dosa.


Vano dan Farel terbelalak mendengar ucapan Ethan, matanya membulat sempurna melihat sekeliling apalagi didepan rumahnya ada rumah orangtuanya.


"Ethan bodoh!!! Bagaimana jika umi ku tau aku memelihara perempuan didalam rumah!!" Teriak Vano memukul keras kepala bawahannya itu.


"Bos! Rumah mu adalah tempat yang aman untuk Valen, kau berpikir dia bukan otak dari semua,,,,,"


"Iya Ethan iya aku tau tapi bagaimana dengan umi ku! Malam ini mereka menginap dirumah ku" ucap Vano frustasi.


Ethan mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Vira, dia ingin memastikan apakah Vira benar benar didalam rumah.


"Assalamualaikum"


"Mm bunda, bunda dimana?" Tanya Ethan tanpa menjawab salam dari Vira


"Bunda sedang menemani ayah makan malam dengan kerabat lama diluar sayang, ada apa?" Tanya Vira balik.


"Heuh?? Tidak mm bunda jadi menginap dirumah Vano?"

__ADS_1


"Sepertinya malam ini bunda tidak bisa sayang karena bunda dan ayah sudah memesan hotel lagipula tempatnya jauh dari rumah" jawab Vira merasa tidak enak karena harus mengundur jadwal dengan putra putranya.


Ethan menghembuskan nafas lega setidaknya malam ini mereka lolos dalam permainan petak umpet.


"Sayang sekali bunda padahal Vano sudah menunggu dirumah" ujar Ethan basa basi.


"Baiklah besok malam bunda akan datang ya sayang, bunda janji. Sampaikan salam bunda pada Vano, sekarang bunda harus pergi menyiapkan keperluan ayah sudah ya assalamualaikum" tutur Vira lalu memutuskan sambungan.


Huuhhh


"Bagaimana?"


"Malam ini aman, biarkan saja Valen ditempat ini untuk beberapa hari" jawab Ethan datar.


"Lagipula jika benar dia bukan otak dari semua ini pasti atasan nya akan datang untuk mencarinya" saut Farel.


"Baiklah bawa dia masuk lalu ikat didalam kamar!" Titah Vano keluar dari mobil menuju kedalam rumahnya.


Vano menghempaskan tubuhnya di atas sofa lalu memejamkan mata memikirkan beberapa peristiwa mengenai Valen.


"Matanya terlihat kosong, dia seperti tidak ada kehidupan apa mungkin wajah seperti itu menjadi ketua mafia?" Gumam Vano sendiri sembari menunggu Ethan dan Farel.


"Sudah, malam ini kita beristirahat dengan tenang lalu pikirkan langkah selanjutnya besok pagi" ucap Farel mendekati Vano.


Vano langsung berdiri lalu berjalan ke kamar utama tanpa menjawab ucapan Farel, terkadang Vano butuh waktu sendiri untuk berpikir jernih.


Ceklek


Vano membuka jaketnya dan melempar kearah manapun lalu tidur diatas kasur. Vano memejamkan matanya berusaha masuk ke alam mimpi

__ADS_1


"Tunggu!" Punggung Vano seperti terjanggal sesuatu, benda itu sedikit keras ditubuhnya.


"Ethan setan!!!!" Teriak Vano langsung membangunkan dirinya setelah melihat tali sedang mengikat seorang gadis yang tak lain adalah Valen disampingnya.


"Ethannn!!!" Teriak Vano lagi.


Ceklek


"Iya bos?"


"Kenapa dia ada disini!!" Teriak Vano emosi.


"Memangnya aku taruh dimana lagi Van, dikolam renang? Siapa suruh membuat rumah besar tapi kamarnya sedikit" jawab Ethan santai.


"Manusia tidak berguna!!"


Dor!!!


Vano melesatkan peluru tepat didada bawahannya itu, Ethan membulatkan mata dengan serangan tadi. Jika Vano sampai menembak seperti itu artinya dia sangat marah saat ini.


Ethan pun merasa sedikit bersalah karena kecerobohannya, dia tau betul peraturan rumah itu tidak ada yang boleh menyentuh lawan jenis dan sekarang seorang gadis sedang tertidur dikamar bosnya.


"Ma,,,maaf bos" ucap Vano menundukkan kepala.


"Maaf mu tidak berguna!!" Ujar Vano lalu meninggalkan Ethan keluar dari kamarnya.


Huuhhh


"Hey bos ku marah gara gara dirimu! Namamu Valen bukan? Iya Valen cepatlah datangkan ketua mu agar proses penyiksaan mu dapat dipercepat" gumam Ethan sembari menutup pintu kamar.

__ADS_1


__ADS_2