
Ditempat lain tepatnya dirumah Salvatrucha, kejadian besar menimpa keluarga itu Vano, Farel, dan Ethan beserta yang lainnya berlari ke arah kamar Zea karena teriakan dari Zoya.
Braakk!!
Ketiganya mendobrak pintu secara paksa dan ketika pintu terbuka lebar Zoya sudah memeluk putrinya yang sudah penuh dengan busa dimulutnya.
"Astaghfirullah!" Andre langsung mendekati Zea dan memeriksa tubuhnya.
"Apa yang terjadi!!" Ucap Andre panik.
"A,,,aku tidak tau saat aku masuk Zea zudah tergeletak" kata Zoya sesenggukan memeluk putrinya.
Ethan langsung memanggil dokter agar secepatnya datang, wajah Ethan terlihat gusar melihat adiknya bernasib seperti itu.
Beberapa saat kemudian dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Zea, seluruh keluarga harus menunggu diluar.
Ceklek
"Dokter bagaimana keadaan putri ku?" Tanya Zoya.
"Saya harap kalian semua tenang, keadaan nona Zea tidak terlalu buruk karena obat yang ia minum belum merambah terlalu jauh kedalam tubuhnya" jawab dokter itu menjelaskan kepala semua keluarga.
"Sial!!" Saut Vano memukul tembok karena waktunya terganggu untuk mencari Vallen.
"Apa dia sudah sadar dokter?" Tanya Andre.
"Sudah tuan hanya saja kondisinya masih lemah" jawab dokter itu.
__ADS_1
Merasa muak dengan semua itu, Farel langsung masuk kedalam kamar Zea tanpa permisi. Matanya sangat menyeramkan sedari tadi ketika mendengar Zea melakukan percobaan bunuh diri.
"Bangun!!" Ucap Farel menarik lengan Zea.
Zea hanya terlihat seperti robot mengikuti seluruh ucapan Farel. Pria itu semakin kesal melihat wajah Zea seperti ini.
Farel membawa Zea kedalam kamar mandi lalu menguncinya dari dalam, Farel mengambil shower lalu menyiram seluruh gadis itu
"Apa yang kau lakukan kak!!" Teriak Zea kedinginan.
Farel menyalakan keran di bak mandi dengan kakinya tanpa menghentikan tangannya menyiram tubuh Zea.
"Farel!! Buka pintunya kau apakan putri ku!!!" Teriak Andre dari luar.
"Diam!!" Teriak Farel dari dalam.
"Sekotor apa tubuh mu karena pria itu?" Tanya Farel dingin.
Zea memeluk tubuhnya sendiri menikmati guyuran air dari shower diiringi air matanya yang terus mengalir.
Tak ingin berlama-lama Farel mengangkat Zea masuk kedalam bak mandi, Farel sangat kesal dengan kondisi rumah saat ini ditambah keadaan Zea.
"Apa air ini belum cukup untuk membersihkan mu!?" Tanya Farel semakin menekan suara nya.
Zea bukannya menjawab malah menenggelamkan tubuhnya kedalam bak mandi, Farel geram tingkat tinggi dengan respon Zea.
"Baiklah kau yang memaksa ku!!" Ucap Farel lalu kembali mengangkat Zea keluar dari bak mandi sekaligus keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Ceklek
Farel di suguhi tatapan tatapan membunuh dari keluarganya tapi kali ini tatapan Farel lebih menyeramkan dari mereka.
Farel cuek bebek lalu menurunkan Zea di atas kasur tanpa peduli pakaian gadis itu basah kuyup, Farel mengambil selimut lalu menutup seluruh tubuh Zea hingga tersisa hanya kepala.
"Farel apa yang kau lakukan pada putriku!" Ucap Andre.
Farel berjalan ke arah Lina dan Faris lalu mengambil dua cincin ditangan mereka, yaa tentu saja itu adalah cincin pernikahan.
"Hey apa yang,,,,"
Farel berjalan menjauhi papa dan mamanya lalu mendekati Zea dan mengambil tangannya dari dalam selimut.
Seluruh mata membulat sempurna ketika Farel memasangkan cincin dijari manis Zea dan Farel memberikan arahan untuk untuk Zea memasangkan cincin di jari nya juga.
"Fa,,,, Farel!" Faris hampir tidak bisa membuka mulutnya untuk berbicara.
"Besok" kata Farel melangkah kearah pintu.
"Apanya yang besok?" Tanya Vino bingung.
"Aku akan menikah dengannya!" Jawab Farel datar menatap Zea lalu keluar dari kamar itu
Andre dan Faris pingsan mendengar jawaban Farel, keduanya tergeletak lemas diatas lantai, jika saja Andre memiliki penyakit kejang mungkin dia sudah mati akibat pernyataan Farel.
🌿🌿🌿
__ADS_1
Slow motion guys tugas lagi menumpuk