
Beberapa hari setelah itu keluarga mereka tampak terkendali dengan baik, Vano menjalankan keseharian nya dengan Vallen sekaligus mengajarkan nya untuk menjadi orang pintar walau sedikit.
Vano harus sabar dan telaten menjelaskan setiap pertanyaan dari istrinya karena setiap hal hal kecil akan ia tanyakan walaupun hanya makanan ikan cupa*g milik Farel.
Ditempat lain lebih tepatnya dikamar Zea dan Farel, keduanya bersiap siap menjalani aktivitas namun kali ini Zea harus ikut ke perusahaan untuk menjalani masa praktek selama beberapa bulan.
Ia sendiri bingung kenapa jadwal praktek dipercepat namun sudahlah jangan terlalu dipikirkan.
"Ayo" ajak Farel menggandeng lengan Zea.
"Eeehh kakak tunggu Zea lupa bahwa hari ini Zea akan ada praktek di perusahaan dan ini hari pertama" ucap Zea.
"Praktek? Kenapa tiba-tiba dipercepat bukan kah praktek hanya untuk semester atas?" Tanya Farel.
"Tidak tau kakak tanyakan saja pada dosen"
"Baik"
"Eeehhh jangan jangan!!!" Zea langsung menghentikan tangan Farel untuk mencari ponselnya.
"Kenapa? Ini penting Zea"
"Kakak teman sekelas bahkan satu fakultas yang seangkatan dengan Zea ikut jadi kakak tidak perlu khawatir" tutur Zea masih memegang lengan suaminya.
Setelah lama berpikir sembari menatap istrinya Farel mengangguk pelan.
__ADS_1
"Baiklah, kau mendapat perusahaan yang mana agar aku bisa menghubungi CEO nya langsung" ucap Farel.
"Tidak!! Sama saja itu curang, Zea tidak ingin dikenal hanya karena latar belakang yang bagus, biarkan Zea berusaha sendiri lagipula Zea tidak tau perusahaan mana yang akan ditempati" kata Zea.
Huuhh
"Baiklah terserah kau saja tapi ingat jangan pernah bermain mata dengan lawan jenis dan,,,,"
"Tidak boleh berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal, tidak boleh mengangkat telpon sembarangan, tidak boleh pergi ketempat sepi, tidak boleh,,,,"
"Cukup cukup aku akan terlambat bekerja jika kau terus berbicara" ucap Farel tersenyum tipis.
"Kakak sendiri yang membuat peraturan begitu banyak" ujar Zea cemberut.
"Baiklah ayo kakak antar"
"10 pengawal seharusnya cukup untuk mendampingi mu" ucap Farel datar sembari memberikan kunci mobil dan mencium bibir dan kening istrinya lalu pergi.
"Se,,, sepuluh? Apa kata atasan ku nanti membawa 10 kucing kedalam kantor" gerutu Zea.
Beberapa saat setelah itu Zea sampai dikampus nya, tentu dengan pendamping dari kejauhan yang tetap memantau nya.
"Baiklah karena semua sudah berkumpul bapak akan membagikan Tim beserta tempat praktek kalian masing-masing" ujar dosen pendamping.
"Untuk tim satu dari absen satu sampai sembilan untuk tim dua dari absen sepuluh sampai delapan belas dan untuk tim tiga mulai dari sembilan belas sampai dua puluh tujuh"
__ADS_1
"Berarti aku di tim tiga" gumam Zea.
"Nah tim satu kalian akan praktek diperusahaan Salvatrucha Group, tim dua di perusahaan Ferrero group dan yang terakhir diperusahaan Golden Picture, tahun ini kalian sangat beruntung karena mendapat tempat praktek diperusahaan terbesar"
"Alexander? Sepertinya kenal" gumam Zea.
Setelah berpikir lama Zea ingat gelar dari ujung namanya yang tak lain adalah marga suaminya sendiri.
"Gawat gawat aku tidak ingin disana" Zea berusaha memikirkan solusinya agar tidak mendapat bagian di perusahaan suaminya.
"Pak saya boleh pindah perusahaan?" Tanya Zea mengangkat tangannya.
"Maaf Zea nama nama kalian sudah kami serahkan diperusahaan jadi tidak mungkin kami akan menariknya" jawab pak dosen.
"Tapi pak,,,,"
"Zea Golden Picture sudah meraih prestasi sangat banyak jadi apalagi yang kau ragukan untuk praktek disana"
"Masalahnya suami saya ada disana pak" gerutu Zea cemberut.
"Baiklah dua puluh menit kemudian semua sudah berkumpul di lobi perusahaan masing-masing, kalian akan disambut oleh staf disana untuk menjelaskan apa yang akan kalian kerjakan, semangat anak-anak!!"
Zea dan teman teman yang mendapat bagian diperusahaan Golden Picture berkumpul menjadi satu dan berangkat bersama menuju tempat praktek.
***
__ADS_1
ntar mlm😎