
Disisi lain ketika semua masalah sudah selesai dan Vano sudah bisa mengontrol emosi nya, Ethan bernafas lega begitu juga dengan Sarah.
Huuhh
Keduanya menjauh membiarkan Vallen dan Vano memiliki waktu pribadi, Ethan menuju ruang latihan dan ikuti oleh Sarah.
Ssrrrttt!!!!
Ethan menutup pintu ruangan dan mengaktifkan kedap suara di dalamnya lalu menyerang Sarah secara tiba-tiba.
Sarah langsung menepis pisau yang siap menerkam perutnya, gadis itu berubah menyeramkan ketika Ethan memberikan serangan tanpa henti.
"Kau gila!!" Teriak Sarah sembari menepis seluruh serangan Ethan.
"Memang, sekarang terima ini!!" Ucap Ethan dengan seringai nya.
"Ethan hentikan!!" Ujar Sarah namun Ethan tetap menyerang nya.
Sarah mulai habis kesabaran lalu mengambil alih pertarungan dan mulai menyerang balik, kelincahan Sarah tak kalah cepatnya dengan Vallen.
Dari cara menyerang Sarah dan Vallen mereka terlihat sangat terlatih untuk menjadi mesin pembunuh, buktinya Sarah tak kenal orang jika nyawanya terancam seperti saat ini.
Dia menyerang habis Ethan bahkan bahu Ethan terkena sayatan pisau dari tangan Sarah.
__ADS_1
"Masih ingin bertarung?" Tanya Sarah sembari meniup pisau dengan lumuran darah di tangannya.
"Jika hanya latihan tidak perlu melukai!" Jawab Ethan meringis dengan luka yang cukup besar di bahunya.
"Tidak ada teori seperti itu ditempat latihan ku, siap yang menang dia yang bertahan!" Ucap Sarah mendekati Ethan lalu merobek lengan kemeja pria itu.
"He,,,hey!!"
"Sstt selain melukai aku juga bisa mengobati, kami dilatih untuk bertahan hidup termasuk mengobati diri sendiri" kata Sarah.
Dia mengambil kotak obat yang ada di ruang latihan lalu mendekati Ethan.
"Kau mau apa!!" Ucap Ethan menjauhkan dirinya.
Sarah memeriksa luka yang ada di bahu Ethan dan setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata lukanya cukup dalam dan mengeluarkan banyak darah.
Mata Ethan membulat sempurna melihat putihnya benda benda tajam yang akan menusuk tubuhnya.
"Ja,,, jangan ini tidak berarti apa-apa!!" Ujar Ethan berusaha melepas kakinya dari kuncian Sarah.
"Beberapa hari kedepan luka mu akan terinfeksi dan jika terinfeksi virus berbahaya maka bisa menyebabkan luka serius bahkan kelumpuhan!" Tutur Sarah sembari menyiapkan benang serta jarumnya.
"Tidak masalah aku lebih baik lumpuh, lepaskan!!" Ucap Ethan mendorong tubuh Sarah namun tubuh gadis itu tetap berada di posisinya.
__ADS_1
"Pejamkan matamu dan bayangkan sesuatu yang indah!" Titah Sarah.
Ethan menutup mata nya rapat rapat lalu membayangkan apa yang diperintahkan oleh Sarah, Ethan kesal dengan bayangan yang ada dipikirannya.
"Aiiihhh aku tidak butuh bayangan jika dia didepan ku!!" Gerutu Ethan.
"Ssstttt a,,,apa ini perih sekali" ucap Ethan meringis.
"Sebentar lagi selesai, jangan buka matamu" ujar Sarah sembari menjahit luka Ethan dengan teliti.
Ethan tidak tahan dengan rasa tusukan demi tusukan ditubuhnya hingga ia membuka mata dan melihat Sarah sedang memasukkan jarum.
"Sa,,,Sarah!!"
Ethan langsung memeluk pinggang Sarah agar tidak melihat jarum itu menusuk nya, bisa dikatakan Ethan adalah anak ajaib karena seluruh sifat Andre menurun padanya meskipun bukan anak kandung, Andre mata uang maka Ethan juga, Andre benci jarum suntik begitu juga dengan Ethan.
"Su,,, sudah selesai" ucap Sarah gugup saat sadar Ethan sedang memeluk pinggang nya.
"Jauhkan obat laknat itu Sarah!!" Kata Ethan menaikkan sedikit suaranya.
"Bi,,,bisa lepaskan terlebih dahulu?" Tanya Sarah.
Ethan sadar sekarang dengan siapa dirinya berbicara, jika saja ayahnya tau Ethan memeluk Sarah entah apa yang akan ia dapatkan dari Andre.
__ADS_1