Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 43


__ADS_3

Setelah pertengkaran batin terjadi diantara ketiganya, mereka memutuskan untuk pulang lebih awal hari ini, yaahh urusan kantor mereka serahkan pada orang tua masing-masing hingga Vino ingin mengumpat karena aktivitasnya dengan Vira terganggu total.


Disisi lain Ethan merasa dirinya berada di awan ketika satu hari kedepan otaknya beristirahat memikirkan pekerjaan.


Sampai di rumah ke tiganya langsung masuk kedalam rumah, mereka kompak menuju ruang makan untuk melihat masakan Vallen.


"Astaga Vallen benar benar pintar memasak" ucap Ethan saat mencium wangi makanan.


Tidak selamanya orang bodoh tetap menjadi bodoh. Batin Farel.


"Hay kalian sudah pulang? Kebetulan sekali ayo duduk dan cicipi masakan ku" ajak Vallen.


Dia memegang lengan Vano untuk di tuntun ke meja makan begitu juga dengan Ethan dan Farel.


"Vallen kau hebat!!" Puji Ethan memberikan jempol.


"Terimakasih, makanlah" kata Vallen tersenyum manis.


Zea dan Sarah tampak ikut duduk di meja makan, tapi wajah Zea berbeda dari sebelumnya. Mungkin karena ia lelah membantu Vallen memasak entahlah.


"Zea kenapa wajahmu kusut?" Tanya Farel sembari memakan makanannya.


"Mm?? Ti,,, tidak tidak" jawab Zea cepat.


Farel mengangkat bahu lalu kembali memakan makanan yang sudah tersedia cantik diatas meja.


Aku merasa aneh dengan masakan ini tapi apa ya padahal ini sangat lezat. Batin Farel.

__ADS_1


"Vallen apa kau memasak ikan?" Tanya Farel basa basi.


"Benar sekali" jawab Vallen tersenyum bangga.


"Ikan apa?" Tanya Farel, mungkin ia aneh karena alergi pada beberapa jenis ikan.


"Tidak tau" jawab Vallen mengangkat bahunya.


"Tidak tahu? Bukankah di lemari es sudah ada tulisan jenis ikan ataupun daging?" Ucap Farel.


"Iya karena kami tidak mengambil ikan di lemari es"


"Lalu?"


"Di akuarium mu" jawab Vallen santai.


Ketiganya tersedak dengan jawaban Vallen terutama Farel yang langsung memuntahkan ikannya di wastafel.


Braakk!!!


"Vallen!!!!" Teriak Farel dari wastafel.


"Ow ow!!! Sepertinya aku salah" gumam Vallen.


Farel dengan wajah merahnya menghampiri Vallen, untung saja ada Vano disamping gadis itu jadi Farel tidak bisa berbuat apa-apa.


"Bagaimana bisa kau membuat ikan di akuarium sebagai lauk Vallen" ucap Farel lemah.

__ADS_1


FLASHBACK ON


Vallen sudah menunggu beberapa menit namun Zea tak kunjung datang, akhirnya Sarah memberikan ide untuk memasak ikan yang ada di akuarium.


"Nona kenapa kita tidak memasak ikan itu saja!" Ucap Sarah menunjuk akuarium.


"Kau pintar Sarah, Farel pasti memelihara ikan untuk dijadikan lauk, ayo ambil ikan itu" kata Vallen.


Keduanya bersemangat mengambil pisau lalu menombak tiga ikan sekaligus hingga seluruh ikan peliharaan Farel ludes terkena sayatan pisau.


FLASHBACK OFF


"Tidaaakkk!!!" Teriak Farel frustasi, hampir saja ia mengeluarkan air mata mendengar cerita dari Vallen.


"Kau hanya mengambil ikan besar kan?" Tanya Farel berharap masih ada sedikit harapan.


Vallen berjalan kearah dapur lalu kembali dengan sebuah piring ditangannya.


"Mm i,,,ini apa tidak boleh juga? Tapi aku sudah menggoreng nya" jawab Vallen ragu menunjukkan ikan c*upang yang sudah tewas diatas piring.


Farel hampir pingsan melihat ikan kesayangan nya terbujur kaku tanpa nafas bahkan warnanya berubah kecokelatan.


Sembari memakan ikannya, Ethan merasa kasihan pada Farel telah kehilangan ikan ikan itu.


"Mulutmu akan ku goreng jika masih berani memakan ikan itu!!!" Teriak Farel menatap tajam Ethan.


Ethan langsung mengeluarkan sisa makanan didalam mulutnya yang belum sempat ia kunyah, dia takut ketika Farel sudah marah maka apapun bisa terjadi

__ADS_1


__ADS_2