Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 26


__ADS_3

Pagi hari dirumah Rafi Vallen keluar dari pintu utama hanya untuk melihat matahari, gadis itu tidak bisa hidup tanpa matahari namun pagi ini kabut tebal menutup indahnya sinar yang sangat disukai oleh Vallen.


"Matahari nya dimana?" Tanya Vallen pada dirinya sendiri sembari mengangkat kepala menghadap langit berkabut.


"Hik,,,hiks,,, hiks" Vallen terduduk menutup wajahnya lalu menangis.


Rafi yang tadinya sibuk bermain ponsel akhirnya memperhatikan temannya yang sedang menangis haru, ia pun mendekati Vallen.


"Vallen? Kenapa kau menangis?" Tanya Rafi ikut duduk memegang punggung gadis itu.


"A,,,aku ingin pergi dari sini" ucap Vallen sesenggukan.


"Kenapa? Apa aku menyakitimu? Atau kau tidak nyaman dirumah ku?" Tanya Rafi menatap Vallen.


"Aku tidak suka rumah mu" ujar Vallen lalu meninggalkan Rafi keluar rumah.


"Hey!!!" Rafi mengejar Vallen keluar hingga ke dekat gerbang.


"Iiisshh gadis bodoh ini kenapa tiba-tiba menangis tiba tiba senang" gerutu Rafi mengentikan langkahnya membiarkan Vallen pergi karena ada panggilan dari kekasihnya.


"Ya sayang sebentar lagi aku datang, aku sedang memakai seragam" ucap Rafi lalu memutuskan sambungan dan kembali kedalam rumahnya, Rafi yakin Vallen bukan orang sembarangan jadi dia bisa melindungi diri.


***

__ADS_1


Didepan gerbang utama rumah Vano Salvatrucha, Vallen berdiri. Dengan langkah ragu Vallen memasuki rumah, didalam rumah tidak ada siapapun termasuk orang yang mengusirnya.


Vallen langsung menuju ke kamar Vano dan membangunkan nya untuk meminta penjelasan.


"Bangun!!!" Vallen mengguncang keras tubuh Vano hingga pria itu membuka matanya sedikit.


"Mmhhh Ethan kurang ajar sekali caramu membangunkan ku!!" Ucap Vano kembali menutup matanya.


"Vano bangun!!"


Mendengar suara gadis yang cukup ia kenal dan sedikit tidak selalu mengisi harinya itu Vano langsung membuka mata dan melihat Vallen sedang berdiri dengan mata sembab.


"Va,,, Vallen" ucap Vano terbelalak.


"Kau bohong padaku!! Kau bilang matahari akan ada dimanapun lalu kenapa matahari tidak ada dirumah Rafi?" Ujar Vallen memukul lengan Vano.


"Va,,, Vallen apa yang kau bicarakan?" Tanya Vano mengeryitkan dahi.


"Aku tidak ingin pergi dari sini, usir saja aku intinya aku tidak mau pergi!!!" Jawab Vallen mendudukkan dirinya disamping Vano yang sedang bersandar ranjangnya.


Vano berjalan mendekati jendela lalu membuka sedikit gorden, senyum tipis Vano terbit ketika matahari juga tidak ada dirumahnya sama seperti rumah yang Vallen sebutkan tadi karena memang cuaca hari ini sedang mendung.


"Vallen" panggil Vano mendekati gadis itu.

__ADS_1


"Tidak mau, kau ingin mengusir ku kan? Tidak mau!!" Tolak Vallen tegas.


"Hari ini jangan keluar rumah ya, diam disini" ucap Vano tersenyum menatap Vallen.


"Kenapa?" Tanya Vallen.


"Hari ini libur melihat matahari tapi akan ku ganti dengan langit biru, mau?"


"Tidak!! Tetap saja ingin melihat matahari, dirumah Rafi tidak ada matahari sama sekali, aku kesal!" Ucap Vallen ketus.


"Ayo ikut!" Vano mengulurkan tangannya.


"Tolong jangan usir aku, aku akan tinggal diluar jika kau tidak ingin aku didalam" ucap Vallen memelas.


"Hey bukankah sudah kukatakan hari ini tidak boleh keluar rumah"


Karena uluran tangannya tak kunjung dibalas Vano menarik lengan Vallen untuk keluar menuju ruangan paling luas dirumahnya, Vano menepuk kedua tangannya sekali lalu ruangan disana berubah warna dengan desain biru langit namun kali ini tak ada matahari.


"Waaahhh terang" ucap Vallen menganga melihat pemandangan diatasnya.


"Janji tidak akan keluar hari ini?" Tanya Vano menatap Vallen.


Vallen mengangkat jempolnya tanpa menatap Vano karena melihat pemandangan yang menyegarkan mata diatas. Vano berhasil mengelabui Vallen agar tidak keluar rumah karena dirumahnya pun matahari tidak ada sebab tertutup oleh kabut.

__ADS_1




__ADS_2