
Ceklek
Farel dan Ethan seperti melihat malaikat menatap Vano dengan gaya berbeda sekaligus tampilan luar biasa tampannya.
"Vano kan?" Tanya Ethan pada Farel.
"Sepertinya" jawab Farel.
"Bagaimana penampilan ku? Apa sudah bagus?" Tanya Vano.
"Sangat" jawab Farel dan Ethan kompak masuk kedalam kamar pengantin yang sudah di hias dengan bunga bunga.
"Aku merasa ada yang salah tapi apa itu aku bingung" kata Vano menatap dirinya di kaca.
"Bukan penampilan mu yang salah tapi kau sedang gugup" ucap Farel duduk santai di ranjang.
"Ah ya bagaimana kau tau" ujar Vano melemah.
Dua jam yang lalu semuanya baik baik saja tapi setelah mendengar tamu undangan berdatangan jantung Vano ingin meledak, panas, berdetak kencang. Lengkap sudah apa yang membuat kaki Vano lemas.
"Cih aku pernah merasakan apa yang kau rasakan" ucap Farel.
"Memangnya bagaimana rasanya menikah?" Tanya Ethan dengan polosnya.
__ADS_1
"Mantap" jawab Vano dan Farel bersamaan.
Ethan kesal keduanya menjawab serempak mentang mentang sudah dan akan menikah.
"Baiklah bisa kita serius?" Tanya Ethan mengubah ekspresinya menjadi datar.
Tidak ada jawaban itu artinya Vano dan Farel sudah serius.
"Aku belum sempat mengatakan ini pada Farel karena pernikahannya sangat mendadak"
Huuhh
"Baiklah sebelumnya aku mengucapkan selamat menempuh kehidupan baru, mungkin hari ini adalah hari terakhir kalian terbebas dan besok kalian pasti akan sibuk dengan kehidupan masing-masing,,,,"
"Hey bicara apa kau" saut Vano memotong kalimat Ethan.
Farel dan Vano saling menatap satu sama lain.
"Boleh aku jujur?"
"Silahkan" jawab Farel menyilangkan tangannya didada.
"Aku cemburu dengan Zea dan Vallen" ujar Ethan.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti"
"Sejak mereka ada kalian sudah tidak memperhatikan ku, kalian lebih memperioritaskan pasangan masing-masing, aku tidak mau sedih tapi hati sialan ku merasakan itu" ucap Ethan tanpa dosa di wajah nya.
Vano dan Farel masih melihat aura bocah dalam diri Ethan, dari raut wajahnya yang berhasil membuat Vano tersenyum.
Vano dan Farel kompak mengeluarkan kartu lalu meletakkannya di atas meja.
"Ini lebih baik" kata Ethan mengambil dua kartu sekaligus.
"Hey jika kami tidak memperhatikan mu kau tidak mungkin bisa tumbuh sebesar ini sekarang" ujar Vano masih enggan menghilangkan senyumnya.
"Ini konyol tapi apa aku boleh memeluk kalian? Ini yang terakhir" kata Ethan tercengir kuda.
Vano dan Farel harus menggelengkan kepala melihat tingkah kekanakan Ethan yang akan ditinggal menikah. Keduanya kompak membuka tangan menyambut Ethan masuk kedalam pelukannya.
"Terimakasih sudah mengizinkan ku masuk kedalam keluarga kalian"
"Ini hari pernikahan ku jangan merusak suasana" ucap Vano pura pura kesal agar Ethan tidak melanjutkan pembicaraan nya.
Ceklek
Baru saja Vino ingin marah karena Farel dan Ethan tak kunjung kembali namun diurungkan setelah melihat ketiganya dalam keadaan seperti itu.
__ADS_1
"Ehem,,,, tamu undangan sudah datang semuanya, keluarlah ijab qobul sebentar lagi akan dimulai" ucap Vino lalu menutup pintu.
Vano langsung membuang tubuh Ethan karena jantungnya kembali berdegup kencang, Vano sampai memegang dada, kakinya lemas, tubuhnya berkeringat, panik bercampur menjadi satu.