Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 139


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah pernikahan Vallen dan Vano baru sempat mengunjungi rumah utama karena sibuk melakukan adegan romantis yang tak kunjung dimengerti oleh Vallen dan pada akhirnya pria itu menyerah membuat Vallen sedikit pintar.


"Bagaimana kabarmu sayang?" Tanya Vira pada Vallen.


"Baik umi"


"Ah ya apa kalian sudah mengunjungi rumah Ferrero? Mereka pasti merindukan mu"


"Rencananya besok pagi umi oleh karena itu kami mengunjungi kalian terlebih dahulu"


"Baiklah itu bagus, ayo ikut umi kedalam untuk mengambil hadiah pernikahan kalian"


Keduanya meninggalkan Vano dan Vino yang sedang membahas soal perusahaan beberapa hari ini.


"Hey ku dengar kau menolak kerjasama dengan beberapa pembisnis besar? Kenapa?" Tanya Vino.


"Bukan masalah besar abi mereka hanya ingin mengambil keuntungan dari ketiga pilar utama kota ini, mereka membuat perjanjian yang tidak menguntungkan sama sekali" jawab Vano datar.


"Benarkah? Darimana kau tau?"


"Hanya prasangka saja tapi feeling Vano mereka tidak becus dan mereka hanya ingin menjadi pilar ke empat bagi perusahaan lagipula pemilik perusahaan itu juga sangat tidak jelas"


Vino mengangkat bahu mendengar penjelasan putra nya, selama ini apapun langkah yang diambil Vano selalu didukung oleh abinya termasuk menolak kerjasama besar.

__ADS_1


"Bagaimana dengan hobi sampingan? Ku dengar kau jarang mengambil kasus"


"Untuk saat ini Vano belum ingin abi karena tidak ada yang menjaga Vallen dirumah, memang banyak pengawal tapi itu tidak menjamin keselamatan nya, otak dari kasus Vallen juga belum terungkap" tutur Vano menatap kedepan.


"Sebenarnya Abi juga penasaran dengan kasus Vallen tapi orang itu cukup cerdas membuat semuanya seakan mati, tanda tanda penyerangan tidak ada sama sekali dan dalam dunia gelap ini berbahaya. Kenapa? Karena mereka akan menyerang disaat kau lengah, sebaiknya kau tidak mengambil kasus lagi atau,,,,," Vino tidak tega menyebutkan masalalu nya pada Vano dan menghentikan kalimatnya.


"Jujur abi alasan Vano untuk menikah dengan Vallen lebih cepat karena ingin melindunginya dari orang itu, bisa saja Vano menikah nanti disaat usianya sudah matang tapi Vano tidak ingin mengambil resiko" ujar Vano sembari minum teh yang disediakan Vira.


"Tidak perlu kau jelaskan abi sudah tau oleh karena itu Abi mendukung dan sekarang tugas mu hanya mencari sedikit demi sedikit otak dibalik semua ini"


"Ah ya bukan kah kalian sudah menangkap satu dari mereka?" Imbuh Vino.


"Sampai saat ini dia masih enggan membuka mulut Abi, Ethan sudah menyiksanya sedemikian rupa tapi dia lebih memilih mati"


"Abi memang tidak pernah melakukan aksi pencucian otak pada seseorang tapi setau Abi pria itu juga sedang berada dibawah kekuasaan bos-nya" ujar Vino.


"Vano akan mengungkap kasus itu secepat mungkin agar keselamatan Vallen dan Sarah sudah tidak dikhawatirkan lagi"


"Ada satu hal yang perlu Abi tanyakan padamu" ujar Vino.


"Apa abi?"


"Bagaimana malam pertama mu?" Tanya Vino dengan wajah tanpa dosanya.

__ADS_1


Uhuk,,,, uhuk,,,,uhuk


Vano sangat kesal ketika para orang tua selalu bertanya soal malam pertama, tadi malam David yang bertanya pagi ini abinya.


"GAGAL TOTAL!!" jawab Vano menekan kalimatnya.


"Heuh? Kenapa bisa gagal?" Tanya Vino bingung.


"Gangguan alam"


"Sudah berapa hari?" Tanya Vino.


"Abi hitung saja dari malam pernikahan" jawab Vano datar.


"7 hari? Hey bodoh malam ini sudah bisa!!"


Wajah Vano langsung sumringah mendengar ucapan abinya.


"Bisa abi? Serius?" Tanya Vano mengguncang bahu Vino.


"Aiiihh lepaskan, iya gunakan kamar mu yang ada disini jangan pulang, umi mu merindukanmu tapi dia malu untuk berkunjung kesana, dia takut mengganggu mu"


"Siap abi bos!!!" Vano memberikan hormat pada abinya tanpa menghilangkan senyum nakal itu.

__ADS_1


__ADS_2