
"Tidak ada ayah hanya sedang mengurus surat cerai" ucap Ethan santai.
"Sudah ku katakan berpikir dengan jernih kenapa kalian selalu menyelesaikan masalah dengan otak panas" ujar Vino kesal melihat pertengkaran Ethan dan Sarah yang berkepanjangan.
"Ayah aku baik baik saja, tidak masalah menjadi duda" kata Ethan seakan-akan itu bukan masalah besar baginya.
Sarah hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Ethan, kini gadis itu tidak ragu lagi mengambil keputusan untuk berpisah.
"Cukup!! Ini membuat ku kesal!!" Saut Andre.
Dia berjalan kearah Ethan lalu menariknya bersamaan dengan Sarah.
"Ayah apa yang kau lakukan?" Tanya Ethan berusaha melepas tangannya namun cengkraman Andre sangat kuat.
"Andre jangan sakiti mereka" ujar Zoya khawatir melihat ekspresi kekesalan suaminya.
Andre tidak peduli, dia tetap menyeret Ethan dan Sarah keluar dari rumah lalu memaksa mereka masuk kedalam mobil.
"Ayah,,,,"
"Diam!! Aku tidak meminta mu berbicara!" Ucap Andre dingin.
Dia menjalankan mobil entah kemana, Ethan tidak berani melawan Andre bukan karena Andre kuat, dia jauh lebih kuat tapi Ethan menghargai ayahnya.
Tak berselang lama Andre menghentikan mobil lalu keluar dan menarik Ethan beserta Sarah.
__ADS_1
"Ayah kenapa kita kemari" ucap Ethan bingung melihat apartemen nya dengan Sarah.
"Ayah Sarah tidak ingin ketempat ini" saut Sarah ikut memberontak tapi dibuang mentah mentah oleh Andre.
Dia memaksa Ethan dan Sarah masuk kedalam, Andre membawa keduanya menuju apartemen yang ditinggalinya.
Ceklek
Andre melempar Ethan dan Sarah bersamaan kedalam apartemen lalu menutup pintu dan menguncinya.
"Ayah buka pintunya ayah!!" Teriak Ethan dari dalam sembari menggedor pintu.
Braakk! Braakk!! Braakk!!
"Membusuk lah didalam sampai kalian berdua mati kelaparan" ucap Andre kesal dan muak melihat pertengkaran putra dan menantunya.
Andre mengambil ponselnya lalu menghubungi orang rumah.
"Vano, Farel ambil surat cerai didepan kamar Ethan lalu bakar semuanya, hubungi pihak atas agar menolak permintaan Ethan untuk membuat surat cerai berikutnya!!" Ucap Andre.
"Baik om"
"Baik ayah" jawab Vano dan Farel bersamaan.
Andre memutuskan sambungan setelah memberikan perintah, Andre melihat sekeliling apartemen dan dia tau betul seluruh isi apartemen adalah suruhan Vano.
__ADS_1
"Jika kalian berani membuka pintu ini kalian semua akan tamat!!" Ucap Andre.
"Baik tuan" jawab semua dengan kompak namun menggunakan volume yang kecil agar Ethan tidak mendengar.
Andre langsung pergi meninggalkan apartemen dan juga putra putrinya, biarkan saja mereka bertengkar atau bahkan saling membunuh tapi itu mustahil pikir Andre.
Didalam apartemen, Ethan berusaha mendobrak pintu namun tidak bisa karena sebelum Andre membawa mereka kesana dia sudah menyiapkan segalanya dengan matang.
"Buka pintunya!!" Teriak Ethan namun tidak ada pertolongan sama sekali.
Sarah berjalan menjauhi pintu, percuma saja mereka berteriak.
Lama lama Ethan juga lelah, dia pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
"Ayah apa yang kau lakukan" gumam Ethan kesal.
Saat ingin mengambil air minum tiba tiba mata Ethan tertarik melihat bir yang ada di atas meja, minuman itu adalah minuman yang disiapkan oleh Sarah untuk mencegah kehamilan.
"Baiklah biarkan aku gila untuk saat ini" ucap Ethan menyeringai.
Dia membuka minuman lalu meneguknya, karena baru pertama kali merasakan minuman terlarang itu Ethan hampir memuntahkan semuanya namun ia tahan.
Ethan terus meneguknya hingga dua botol bir habis tanpa sisa, matanya sampai memerah karena tidak tahan dengan efek bir itu, semua akal sehatnya tidak lagi berfungsi.
"Aaahhh!!!" Ethan merasa pusing dan tidak bisa mengendalikan dirinya.
__ADS_1