Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 132


__ADS_3

Sore hari dua pasangan pengantin terencana dan tidak terduga terlihat sudah rapi dan siap namun itu hanya berlaku bagi Vano dan Vallen tidak dengan Ethan dan Sarah.


Ethan yang sedari tadi tidak memiliki nafsu hidup hanya pasrah dan pasrah, pakaian resepsi nya pun diganti senada dengan apa yang digunakan Vano dan Vallen.


"Aarrgghh!!!!"


Setiap lima menit Ethan akan berteriak seperti orang kesurupan.


Ceklek


Andre masuk kedalam kamar Ethan, kali ini kamar itu terlihat terang karena cahaya masuk melalui gorden yang terbuka lebar.


"Ayo keluar semua sudah menunggu untuk memberikan selamat" ucap Andre.


Ethan masih kesal dengan ayahnya karena membongkar rahasia mereka berdua didepan umum apalagi didepan keluarga.


"Ethan tidak mau berbicara dengan ayah pergi sana!" Usir Ethan.


"Ck anak ini kenapa masih bertingkah seperti bocah" gerutu Andre.


"Sudahlah Ethan ini sudah menjadi takdir lagipula apa salahnya menikah dengan Sarah, dia gadis yang baik dan,,,,"


"Ayah kau belum tau saja gadis itu sangat dingin, matanya tajam seperti silet, sifatnya bukan kriteria Ethan sama sekali. Ethan itu menginginkan gadis yang pendiam, tidak bisa memegang senjata, aura kegadisannya mencolok intinya perempuan kalem seperti ibu" keluh Ethan.


"Kalem seperti siapa? Ibu mu? Hahaha kau belum tau saja jika ibu mu adalah sesepuh kandang macan" ucap Andre datar.


"Sudahlah ayo keluar semua menunggu, Vano dan Vallen sudah naik ke atas pelaminan"


Andre menarik putranya untuk keluar karena jika tidak bertindak fisik pria itu pasti tidak akan keluar.


Di belakang Vano sudah tampak siap beserta Vallen disamping nya, sebentar lagi mereka akan menaiki pelaminan untuk menyambut tamu.


"Sayang bagaimana penampilan ku?" Tanya Vano memutar tubuhnya.


Apanya yang kurang, kau sempurna. Batin Vallen

__ADS_1


"Bagus" jawab Vallen seadanya.


"Ck aku tidak suka jawaban itu" kata Vano pura pura kesal.


"Kau tampan bagaimana aku bisa mengungkapkan nya dengan kata kata lain, kau sudah sangat sempurna Vano Salvatrucha"


Vano memeluk lengan Vallen untuk menyembunyikan senyum malu malunya namun bagi Ethan dia ingin muntah dibelakang mendengar percakapan pengantin baru itu.


"Aahh ya Sarah dimana kenapa belum terlihat sampai sekarang?" Tanya Vallen pada Ethan.


"Kenapa bertanya padaku, dia siapa" jawab Ethan ketus.


"Istri mu" ucap Vano dan Vallen kompak.


"Iisshhh"


Tak lama pembawa acara sudah mengumumkan bahwa kedua pasangan pengantin sebentar lagi akan menaiki pelaminan namun Sarah belum terlihat sama sekali.


"Sayang Sarah dimana?" Tanya Vano.


"Tidak tau" jawab Vallen menatap sekelilingnya.


Ketiganya kompak menatap sumber suara, Sarah keluar dengan balutan gaun putih persis seperti Vallen namun bedanya Sarah tidak terlalu tertutup sedangkan gaun milik Vallen tertutup sempurna.


"Astaghfirullah" Vallen sampai menutup mata Vano dengan tangannya agar tidak melihat kecantikan dari temannya itu.


"Ka,,,kau Sarah?" Tanya Vallen.


"Iya apa ada yang salah dengan ku?" Tanya Sarah balik.


"Tidak tidak aku hanya pangling melihat mu sangat cantik iya kan Ethan" Vallen mengalihkan pandangannya pada Ethan.


"Cantik darimana nya" jawab Ethan memperhatikan Sarah dari atas sampai bawah.


Sarah tidak menggubris penghinaan itu, percuma jika mereka saling saut menyaut hanya soal penampilan.

__ADS_1


"Baiklah para hadirin mari kita sambut kedua pasang pengantin hari ini dimana mereka adalah pasangan yang membuat sejarah pesta pernikahan terbesar ditahun ini. Ini dia tuan Vano Salvatrucha dan nyonya Vallena Salvatrucha"


"Ingat setelah kami kalian harus masuk" ucap Vano memperingati keduanya.


Ethan dan Sarah hanya mengangguk datar tanpa ekspresi.


Vano dan Vallen berdiri didepan pintu lalu keduanya masuk dengan sejajar, Vallen menggandeng lengan suaminya dengan senyum hangat untuk para tamu.


"Baiklah untuk pasangan kedua yang sangat fenomenal mari kita sambut tuan Ethan Wijaya dan nyonya Sarah Wijaya"


Dalam pernikahan ini marga Ethan hanya di ambil dari orang yang mengadopsinya yaitu Andre Wijaya.


Keduanya masih sama sama enggan saling menyentuh atau bertegur sapa, hanya tatapan membunuh yang menghiasi mata mereka.


"Mari kita sambut tuan Ethan Wijaya dan nyonya Sarah Wijaya"


Mau sampai berbusa pun mulut pembawa acara, Ethan dan Sarah masih enggan keluar.


"Kau duluan saja" ucap Ethan pada Sarah.


"Tidak kau saja"


"Kau"


"Kau"


"Aku suami mu jadi jangan membantah" ucap Ethan.


"Aku istri mu jadi jangan memerintah!" Kata Sarah.


"Kau,,," Ethan hanya bisa mengelus dada ketika argument nya selalu kalah.


"Aku akan membakar kalian jika tidak masuk, masuk sana!!!" Saut Andre dari belakang mereka.


"Dia tidak mau keluar terlebih dahulu ayah"

__ADS_1


"KALIAN BERDUA BERSAMA!!!" Ujar Andre menekan kalimatnya agar pasangan itu tidak segera keluar.


Ethan kesal harus dipaksa paksa seperti itu, dia menarik tangan Sarah lalu diletakkan dilengannya.


__ADS_2