Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 110


__ADS_3

"A,,,ayah apa tidak masalah untuk hari ini saja?" Tanya Ethan berbisik.


"Kamera pengintai sudah ku aktifkan awas saja jika kau berani menyentuhnya" jawab Andre


Ethan tunduk seperti anak kucing mengiyakan jawaban Andre, lagipula Ethan sudah tidak berniat lagi melakukan nya. Cukup tadi malam saja ia khilaf.


"Ahh ya pastikan kakek mu sembuh bukan dibunuh" imbuh Andre.


****


Dan setelah banyak nya kejadian itu Andre berhasil memboyong Zoya istri kesayangannya keluar dari rumah penuh drama itu.


Kini Ethan dan Sarah lah yang merawat putra dengan alasan Sarah tidak memiliki teman dirumah karena Zea sedang kuliah dan yang lainnya bekerja.


"Ehem" Ethan menghampiri Sarah yang ada di dapur.


Sarah memutar kepala sekilas lalu kembali mengaduk bubur.


"Perlu sesuatu?" Tanya Sarah.


Ethan menggelengkan kepala lalu bersandar dipinggiran meja menatap gadis itu dari belakang. Sarah sendiri berinisiatif mengambil sendok lalu meniup bubur yang ada di atasnya.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Sarah sembari memberikan sendok yang berisi bubur.


Ethan menyicipi bubur buatan Sarah, tidak terlalu buruk tapi kakeknya yang terlalu istimewa jika dibuatkan bubur spesial seperti itu.


"Lumayan" jawab Ethan.


Sarah mematikan kompor lalu mengambil mangkuk untuk di tata rapi.

__ADS_1


"Cara mu salah" ucap Ethan mengambil 2 mangkuk tambahan.


Dia menggantikan posisi Sarah untuk menata bubur ke tiga bagian, hal ini memang sengaja Ethan lakukan untuk membuat kakeknya jera.


"Hey apa yang kau lakukan"


"Meletakkan racun" jawab Ethan santai menuangkan bubuk kedalam dua mangkuk bersebelahan.


"Ta,,, tapi fungsinya apa?" Tanya Sarah polos.


"Agar kakek cepat sembuh" jawab Ethan asal


"Di markas ku racun itu untuk melumpuhkan musuh kenapa disini untuk membuat orang sembuh" gumam Sarah


"Sarapan selesai! Pergilah antar makanan ini untuk kakek, suruh dia memilih satu mangkuk untuk dimakan" ucap Ethan.


"Kau?"


Sarah mengangguk lalu membawa nampan berisi tiga mangkuk bubur itu untuk putra.


"Kakek ayo bangun sarapan" ucap Sarah lembut.


"Baiklah, kau baik sekali"


"Tidak kakek, Sarah tidak sebaik itu" bantah Sarah.


Putra mengambil mangkuk bubur yang ada didepannya namun Ethan sudah datang terlebih dahulu hingga ia tidak jadi memakan bubur itu.


"Ini minumannya kakek" ucap Ethan tersenyum tipis.

__ADS_1


"Tumben sekali kau memiliki hati" sindir putra.


Ethan tersenyum lebar namun tidak ikhlas.


"Ini" bisik Sarah memberikan botol bubuk tadi.


Ethan mengambilnya namun saat memasukkan botol ke dalam saku Ethan sempat memperhatikan awalnya bubuk itu masih tersisa setengah.


"Sarah apa botol ini tumpah tadi?" Tanya Ethan.


"Tidak, aku memasukkan bubuk nya lagi ke bubur kakek, kau lupa tadi menuangkan bubuk ke bubur yang satunya jadi aku membantu mu" jawab Sarah tersenyum.


Mata Ethan membulat sempurna dan melihat putra sudah memasukkan sendok kedalam mulutnya.


"Kakek!!!" Ethan sendok yang ada di tangan putra.


"Bisa tidak jangan ganggu sarapan ku!!" Ucap putra kesal.


Ethan tidak menjawab ucapan bodoh kakeknya, ia langsung mengambil tiga mangkuk yang sudah terkontaminasi itu lalu membuangnya.


"Ethan kenapa dibuang?" Tanya Sarah.


Aku hanya mengetes kakek apakah penciuman nya masih tajam atau tidak kenapa kau malah menambahkan racun ke mangkuk yang satunya lagi. Batin Ethan


"Aku baru ingat kakek tidak bisa memakan banyak bumbu bumbu aneh dan tadi masakan mu agak asin jadi kita beli saja" jawab Ethan terbata bata.


"Begitu kah?"


Ethan mengangguk cepat dan Sarah pun percaya percaya saja apa yang dikatakan oleh Ethan.

__ADS_1


Huuhh hampir saja. Batin Ethan


ini baru hari pertama tapi kakeknya sudah hampir meregang nyawa, Ethan tidak menjamin kakeknya masih hidup beberapa hari kedepan.


__ADS_2