
"Hey bodoh!! Kenapa melamun cepat ikuti dia!!" Teriak Vano dari balik sambungan.
Ethan hampir melompat terkejut karena teriakan dari Vano, teriakan yang mengalahkan suara hantu dan lebih mengerikan dari kuntilanak.
"Ba,,,baik bos" ucap Ethan.
Keduanya terus mengikuti Vallen hingga gadis itu berhenti ditengah tengah hutan, tempat itu sedikit tertata daripada jalan sebelumnya.
"No,,,nona ini!!" Sarah memperhatikan sekelilingnya.
"Sudahlah kenapa banyak sekali bertanya, Ethan bisa bantu sebentar?" Tanya Vallen mengubah nada bicaranya.
"Heuh?? A,,apa?" Tanya Ethan.
"Aahh tidak jadi kurasa kau tidak bisa biar aku saja" jawab Vallen lalu memasukkan pisaunya kedalam kantong celana dan mulai memanjat pohon disebelahnya.
Vano mengernyitkan dahi dari dalam ponsel ketika melihat tarzan cantiknya memanjat pohon apel dengan sangat cepat.
"Aahhh manis sekali!!!" Teriak Vallen histeris memakan apel merah yang ia petik.
__ADS_1
Ketiganya bengong melihat sifat kekanak-kanakan Vallen kembali, Ethan berpikir keras kenapa Vallen harus membawa pisau.
"Hey kau mengelabui kami? Kau gunakan untuk apa pisau itu!!" Teriak Ethan dari bawah.
"Mengupas apel memangnya apalagi" jawab Vallen santai.
"Nona cepat turun sebelum ada orang yang melihat kita!!" Teriak Sarah.
Vallen memetik beberapa apel lalu turun dari atas pohon dan memberikan satu kepada Sarah dan Ethan.
"Baiklah ayo kembali" ucap Vallen dengan santai memakan hasil petikannya.
"Kau ingin cepat kaya?" Tanya Vallen.
"Boleh bagaimana caranya?" Jawab Ethan langsung luluh.
"Hehe kemari!!" Ajak Vallen lalu berjalan menuju arah lain.
"Tidak!! Hey Vallen jangan lewati batas mu!! Berhenti disana atau aku akan menghukum mu!!!" Teriak Vano.
__ADS_1
Percuma berteriak karena hanya telinga Sarah dan Ethan yang mendengarnya sedangkan Vallen sudah berjalan agak jauh, seribu penyesalan ada dibenak Vano ketika dirinya mengatakan iya untuk mengizinkan Vallen kemanapun hari ini tanpa ditemani olehnya.
"Cepat halangi dia kenapa kalian diam saja!!!" Teriak Vano dengan mata memerah.
Ethan dan Sarah mengangguk lalu mengejar Vallen namun sayang Vallen telah membuka sesuatu didalam semak semak tebal hingga membuat hutan itu seperti dinding pembatas.
"Va,,,,llen!!" Ethan menjatuhkan ponselnya hingga tergeletak begitu saja ketika melihat batangan emas dan berlian tersusun kokoh didalam sebuah ruangan gelap itu.
"Sssttt jangan ribut disamping kita ada ruangan kosong biasanya mereka berjaga dimalam hari diruangan ini tidak tau jika siang hari" bisik Vallen berusaha mengontrol suaranya.
"Harta Karun" ucap Ethan masih tidak percaya melihat harta dunia seindah itu.
"Nona sebaiknya kita pergi dari tempat ini sebelum penjaga datang karena mereka akan berkunjung setiap 20 menit sekali" bisik Sarah.
"Ahh ya aku lupa, ayo keluar" ucap Vallen menarik Ethan yang masih menganga melihat banyaknya harta benda didepannya.
"Sebentar!! Ethan melepaskan diri nya dari tangan Vallen lalu berjalan mengambil ponselnya dan satu buah berlian biru lalu ia kantungi.
Ketiganya berjalan mengendap-endap keluar dari hutan, Vallen membuat ruangan itu terlihat seperti tidak pernah tersentuh oleh siapapun, ini keahlian nya dalam membuat penipuan karena semua harta yang ia tunjukkan tadi adalah hasil nya merampas dulu.
__ADS_1
Sebelum benar benar keluar dari hutan Vallen sempat memutar tubuhnya melihat kearah belakang berharap seseorang yang membuatnya menjadi seorang pembunuh selama ini akan keluar dan ia tahu siapa orang itu dan bagaimana wajahnya.