Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 80


__ADS_3

Didapur Farel langsung mengambil air minum lalu meneguknya hingga habis setengah.


"Aku tidak pernah berlari tapi kenapa jantungku kelelahan" gumam Farel memegang dadanya.


"Mungkin jantung kakak perlu beristirahat" saut Zea dari bawah meja.


"Aaa!!! Zea?" Panggil Farel memastikan.


"Hehe Hay kak" kata Zea tercengir kuda.


"Kau sedang apa disini?" Tanya Farel bingung.


"Bersembunyi, Zea tidak mau menggunakan pakaian pengantin jadi Zea bersembunyi disini agar pernikahan kita dibatalkan" jawab Zea dengan wajah imutnya.


Farel tidak tau bagaimana menanggapi bocah kecil yang sekarang menjadi istrinya itu.


"Zea!"


"Mm?" Jawab Zea sembari memakan jeruk kesukaannya.


"Kau dan aku mmhh tidak kau dan kakak sudah,,,," Farel bingung bagaimana menjelaskannya.


"Iya Zea tidak akan menjadi orang bodoh seperti kemarin melakukan percobaan bunuh diri, kakak dan Zea akan membatalkan pernikahan"


"Zea adik ku sayang kakak sudah menikahi mu!" Ucap Farel frustasi.


Uhuk,,,,uhuk,,,uhuk


Zea tersedak karena jeruk sekaligus karena ucapan Farel, pantas saja di telinganya terdengar kata 'sah' tadi ternyata itu untuk mengesahkan dirinya.


"Huaaaaa kakak tidak berbohong?" Tanya Zea sambil merengek.

__ADS_1


"Pernah kakak berbohong padamu?" Tanya Farel balik.


"Tidak" jawab Zea lemah lesu.


"Jadii kakak sekarang suami Zea?" Tanya Zea polos.


"Mm"


Zea menepuk keningnya, dibatalkan juga percuma jika sudah seperti ini.


"Lalu Zea harus apa kak?" Tanya Zea.


"Ganti pakaian mu lalu keluar menyambut tamu" jawab Farel datar.


"Ini pakaian Zea tadinya akan dibuang" ucap Zea menunjukkan pakaiannya.


"Baiklah pakai disini saja" kata Farel datar.


"Kakak hadap lain cepatlah!" Potong Farel.


Zea membuka perlahan pakaiannya, se over apapun tiga pria itu menjaga Zea tapi dalam hal seperti ini Zea memiliki privasi bahkan dilarang keras membuka sedikit saja kain pakaiannya di depan Farel, Vano, dan Ethan.


Ceklek


"Far,,,,,el" wajah Vano berubah seketika saat melihat Farel sedang menyembunyikan Zea dibelakangnya, memang tidak terlihat dimata Vano jika Zea sedang mengganti pakaian namun bahunya sedikit terlihat dari depan.


"Ee,,,,mm a,,,anu i,,,itu jika sudah selesai keluarlah, om menunggu kalian" ucap Vano langsung menutup pintu dapur.


Cepat juga pergerakan bocah itu, dapur pun jadi. Batin Vano


Vano berjalan keluar pintu utama, dia lebih memilih sendiri daripada bertegur sapa dengan para penjilat yang selalu ingin mencuri perhatiannya.

__ADS_1


"Vallen apa kau baik-baik saja? Ayo pulang disini banyak makanan. Apa kau tidak suka?" Ujar Vano berbicara sendiri.


"Permisi tuan Vano" sapa Sarah mendekati Vano.


Vano hanya menanggapi seadanya, edisi galau ala Vano benar benar merepotkan pasalnya Vano akan selalu mengancam dan sisanya diam seribu bahasa memikirkan gadisnya.


"Kapan rencana tuan untuk mengambil nona Vallen?" Tanya Sarah.


"Malam nanti!" Jawab Vano datar.


"Tuan boleh aku ikut?" Tanya Sarah.


"Tidak! Kau harus baik baik saja itu pesan dari Vallen"


"Maaf tuan tapi kau tidak tau dimana nona disembunyikan" sanggah sarah.


"Apa maksudmu!!"


"Nona ada dirumah Pian, karena keadaan yang kacau pasti atasan memerintahkan Pian menjaga ketat nona Vallen"


"Siapaa Pian?"


"Pria yang menyukai nona sejak dulu"


"Kurang ajar tidak ada yang berhak menyukainya kecuali aku!!" Gumam Vano geram.


🌱🌱🌱


kayaknya bentar lagi bakalan ada perang besar antara keluarga Salvatrucha dengan keluarga X


dahlah mau ngerjain tugas dulu, dosen ku baik selalu ngasih tugas 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2