
Dengan emosi tingkat tinggi Ethan melajukan mobil ugal ugalan, persetan dengan keselamatan nya sendiri tapi Ethan frustasi mendengar jawaban Sarah yang menghantuinya.
Ethan tidak pernah berencana untuk membuatnya hamil, dia tidak menyentuh Sarah sedikitpun selama di apartemen agar keduanya sama sama nyaman.
Dan mendengar gadis itu tidak ingin hamil juga tidak masalah bagi Ethan tapi yang dia kesal kan adalah kenapa sampai meminum alkohol yang sangat berbahaya bagi tubuhnya apalagi dia masih kecil.
Apa segitu bencinya Sarah sampai tidak ingin ada bekas Ethan ditubuhnya, hal itu membuat dada Ethan sesak sampai sampai ia tidak mengerti harus pergi kemana.
Beberapa lama mengacaukan jalanan Ethan memutuskan kembali ke rumah Vino, dia langsung masuk ke kamarnya tanpa menyapa isi rumah.
"Ada apa dengannya?" Tanya Vino bingung melihat wajah emosi Ethan.
Vano memperhatikan Ethan juga, tidak biasanya pria itu masuk tanpa permisi terlebih dahulu.
"Aku akan melihatnya sebentar" ucap Vira.
"Jangan umi, biar Vano saja"
Vano menyusul Ethan kedalam kamar, didalam Vano melihat Ethan sudah memecahkan kaca dan beberapa barang lainnya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Vano mendekati Ethan.
"Aku akan bercerai tolong bantu aku mengurus surat suratnya" jawab Ethan.
Vano terkejut dengan jawaban Ethan, tidak ada hujan tidak ada angin tiba tiba ingin bercerai.
"Ada apa? Jelaskan padaku sekarang"
"Dia tidak ingin hamil lalu meminum alkohol untuk menghilangkan jejak ku ditubuhnya, apa aku sekotor itu dimatanya?" Tutur Ethan hampir meneteskan air mata.
"Hey tenang, mungkin Sarah belum siap secara mentalnya untuk menjalin rumah tangga"
"Apa dia sangat membenciku? Salah ku apa, selama di apartemen aku tidak pernah mengganggunya, aku tidak pernah menyentuh nya" ujar Ethan sembari menekuk lututnya.
"Kalian berdua tidak salah, kalian hanya membutuhkan sedikit waktu" ucap Vano menasehati Ethan.
__ADS_1
"Keputusan ku sudah bulat aku akan bercerai"
"Jangan gegabah, aku yakin bukan hanya itu alasan Sarah tidak ingin hamil"
"Hanya itu alasan nya Vano karena dia membenciku, dia tidak ingin melihat wajah ku, dia tidak ingin aku mengganggu waktunya dan sekarang dia pasti semakin membenci ku karena aku menamparnya"
"Ethan sadar ini hanya cobaan untuk rumah tangga kalian, kenapa kau sangat gegabah mengambil keputusan"
"Diam disini jangan kemana-mana"
Vano meninggalkan Ethan sendiri dikamar nya, jangan sampai pria itu benar benar mengurus surat perceraian nya.
"Ethan kenapa sayang, apa dia baik baik saja?" Tanya Vira.
"Tidak umi, Ethan dan Sarah sedang ada masalah sebaiknya kalian jangan mengganggu" jawab Vano lalu pergi ke kamarnya menemui Vallen.
Ceklek
"Sayang bangun sebentar" ucap Vano didekat telinga Vallen.
"Ethan dan Sarah ingin bercerai, coba kau hubungi Sarah sekarang" jawab Vano.
Vallen membuka matanya lebar-lebar dan langsung menghubungi Sarah namun tidak diangkat, Vallen semakin khawatir ketika dia menghubungi Sarah namun ponselnya di padamkan
"Bagaimana ini, aku tidak ingin mereka berpisah" ucap Vallen berkaca kaca.
"Kau bisa berjalan? Jika tidak,,,,"
"Aku bisa aku bisa" Vallen langsung berlari lari kecil untuk membuktikan nya pada Vano.
"Baiklah sekarang aku akan mengantarmu ke apartemen Sarah untuk menemui nya, tenanglah disana sudah ada pengawal yang menjaga mu sedangkan aku akan menunggu diluar"
Vallen langsung mengangguk dan berlari ke kamar mandi untuk bersiap siap, beberapa menit kemudian keduanya keluar dari rumah dan langsung menuju ke apartemen Sarah.
Tok,,,tok,,,tok
__ADS_1
Sarah membuka pintu, penampilan nya berantakan ditambah dengan luka bekas tamparan keras dari Ethan tadi.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Vallen.
"Silahkan masuk" jawab Sarah tersenyum tipis.
Vallen mengangguk dan masuk kedalam, keadaan apartemennya cukup berantakan akibat ulah Ethan yang melempar semua pajangan foto pernikahan diatas lantai.
"Sarah apa yang terjadi? Ada apa ini?" Tanya Vallen.
"Mari kita bahas yang lain, tumben kau datang kemari apa,,,,,"
"Sarah jawab aku!! Ada apa dengan mu!! Dan ini kenapa berdarah, apa Ethan memukul mu?" Tanya Vallen lagi.
"Tidak ada yang perlu kita bahas Vallen, kami akan berpisah sebentar lagi" jawab Sarah.
"Kenapa? Alasannya apa?"
"Aku tidak ingin hamil" jawab Sarah.
"Kenapa? Apa dia tidak pantas untuk mu?"
"Aku yang tidak pantas untuk nya Vallen, dia sangat sempurna di mata siapapun itu, aku tidak bisa hamil atas nama nya karena dia tidak mencintai ku, sampai kapan kita akan berbohong dengan hubungan seserius ini. Aku pernah berhubungan dengannya satu kali dan aku tidak ingin mengambil resiko jika tidak mengambil tindakan lebih cepat, siapa yang akan menjaga anak ku nanti jika dia benar benar ada" tutur Sarah mengusap wajah frustasinya.
Dalam hati Vallen menyesal mengambil tindakan bodoh yang menikahkan Ethan dan Sarah, jika tau seperti ini biarkan saja mereka mengambil keputusan masing masing.
"Sarah ayo pulang, kita selesaikan dirumah" ajak Vallen.
"Tidak!! Dia pasti sangat membenciku sekarang" ucap Sarah menggelengkan kepala.
"Kau tenang saja, kau tidak akan bertemu dengannya" bujuk Vallen.
"Aku tidak berani"
"Tenang Sarah ada kami, aku jamin kau tidak ada bertemu dengan Ethan"
__ADS_1
Setelah lama berpikir Sarah menyanggupi Vallen untuk kembali kerumah, Sarah sendiri frustasi ditempat itu melihat semua menjadi berantakan.