Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 213


__ADS_3

Dikamar pun mereka belum berbicara sepatah katapun, beberapa tahun tidak tidur bersama sekalinya tidur langsung dengan putri mereka, ada rasa campur aduk yang tidak bisa diungkapkan oleh Vano.


Pria itu mengangkat istrinya menuju tempat tidur sedangkan Vera sudah naik ke atas kasur.


"Sini pa" Vera memukul pelan tempat disampingnya agar Vano tidur disana.


Vano menggaruk-garuk kepalanya karena belum tentu Vallen mengizinkan dan itu mustahil terjadi.


"Mm papa belum mengantuk sayang, kau tidur lebih dulu tidak masalah" ucap Vano.


"Tapi Vera ingin dipeluk papa"


Vano menatap Vallen, dia butuh izin dari wanita itu tapi Vano tidak bisa membaca ekspresinya.


"Sayang dipeluk mama dulu ya papa,,,"


"Ma katakan pada papa untuk tidur, kenapa papa sangat keras kepala sama seperti kak Vero"


Vallen terkekeh mendengar perkataan putrinya, tentu saja mirip seratus persen tanpa ada kurang lebihnya.


"Tidurlah" kata Vallen akhirnya menyetujui Vano untuk tidur dengannya.


"Boleh?" Vano sampai tidak percaya jika wanita itu mengizinkan nya tidur dikasur yang sama.


Vallen mengangguk sembari membantu Vera berbaring, Vano langsung naik ke atas kasur dan tidur didekat Vera.

__ADS_1


Vera bingung harus tidur hadap mana dan tidak ada bantal guling yang menemaninya.


"Papa tau? Kak Vero sering mengambil bantal Vera dan menyembunyikan nya entah kemana" ucap Vera.


"Kenapa begitu?" Tanya Vano bingung sembari memeluk putrinya.


"Entahlah tapi setiap bantal Vera hilang pasti kak Vero selalu datang menawarkan lengannya sebagai pengganti bantal"


"Kalian sering tidur bersama?" Tanya Vano lagi.


"Sering, kak Vero sering menceritakan hal hal yang membuat Vera pusing setiap ingin tidur"


"Menceritakan apa?"


"Hmm seingat Vera dia menceritakan tentang jumlah saham di dunia sihir"


"Dan Vera pernah tidak sengaja bertanya berapa tinggi menara yang ada difilm Rapunzel lalu kakak menonton film itu hingga selesai dan mulai meneliti menara tersebut, dia menghitung berapa menit sang ratu jahat bisa sampai dengan rambut panjang Rapunzel" tutur Vera sampai sakit kepala sendiri mengingat kepintaran kakaknya.


Vano juga tersenyum mendengar cerita itu, terdengar polos memang namun sejak usia dini saja sudah sedetail itu bagaimana nanti ketika ia sudah besar.


"Lalu Vera mengerti apa maksud kak Vero?"


"Tentu saja tidak, dia menggunakan rumus matematika menjelaskan Vera dan hasilnya hanya 20 meter, sebelum Vera mengerti kakak tidak akan membiarkan Vera keluar ahhh kadang Vera frustasi dan tidak naik ke atas selama beberapa hari"


Keduanya tersenyum heran dengan cerita serta keluhan Vera.

__ADS_1


"Tidurlah sudah malam jangan bicarakan kakak mu nanti dia mendengar dan marah" ucap Vano.


Vera mengangguk lalu menutup matanya hingga ia benar-benar pulas begitu juga dengan Vallen sedangkan Vano masih saja belum bisa menutup mata.


Vano akhirnya memilih untuk keluar menuju kamar putranya, hatinya tidak tenang sebelum melihat Vero terlebih dahulu.


Vano membuka pintu sangat pelan agar Vero tidak bangun seandainya ia sudah terlelap tapi jika belum Vano akan berpura pura jadi orang bodoh.


Dan ternyata Vero sudah tertidur, kamarnya masih terang, Vano mematikan beberapa lampu dan hanya menyisakan lampu tidur.


Saat ingin mematikan komputer Vano melihat bekas pencarian Vero di internet dan dia sedang meneliti cincin tadi, kenapa ia bisa bersinar, dia juga mencari arti dari sebuah cincin, tidak heran jika dia begitu pintar karena apa yang belum ia ketahui langsung ia pelajari.


Vano kembali mendekati Vero yang tertidur lalu menyelimutinya, senyum tipis itu terbit ketika Vero tidak melepas cincin yang ia berikan.


"Kau datang? Kemarilah"


Tubuh Vano menegang mendengar Vero berbicara tapi ia memperhatikan mata putranya tetap tertutup, Vano sedikit mendekat dan berbaring didekat Vero.


"Kali ini aku tidak mencuri bantal mu kenapa kau datang" ucap Vero.


Vano bingung bercampur senang Vero mendekat dan memeluknya sangat erat, dia heran kenapa otak putranya masih tetap berfungsi walaupun ia tertidur bahkan dia sadar ada seseorang masuk ke kamarnya.


Vano menepuk punggung putranya pelan pelan agar ia bisa terlelap dan benar Vero tidur sangat nyenyak bahkan pelukannya tidak lepas sama sekali hingga Vano tidak bisa kembali ke kamarnya.


Vano tidak tidur semalaman berjaga jaga jika Vero terbangun, hingga jam 04:00 Vano mencoba melepas pelukan Vero dengan sangat pelan.

__ADS_1


Setelah berhasil lepas Vano berpindah ke kamar Vera dan tidur sebentar agar tidak ada yang tau dia pergi ke kamar Vero.


__ADS_2