Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 47


__ADS_3

Setelah meninggalkan Vallen diruangannya, Vano segera menuju tempat pertemuan penting dengan rekan kerjanya yang sudah cukup lama menjalin kerjasama dengannya.


"Selamat datang tuan Ferrero, senang bisa bertemu kembali dengan anda" sapa Vano secukup mungkin menyesuaikan wajahnya.


"Astaghfirullah bocah ini kenapa wajahnya sangat datar" gumam David menatap Vano.


"Bagaimana kabarmu, lama tidak bertemu" ucap David tersenyum tipis.


"Baik, bagaimana dengan anda?" Tanya Vano balik tanpa mengubah ekspresi nya.


"Seperti yang kau lihat, sangat baik" jawab David.


"Fania?"


"Fania? Dirumah dengan bundanya" jawab David mengubah ekspresi nya dengan senyum manis.


"Apa dia sudah tumbuh menjadi gadis cantik?" Saut Ethan disamping Vano.


"Sangat cantik" jawab David.


Vano tersenyum tipis mengingat masa masa remajanya diisi dengan kecerewetan Fania, namun semuanya berubah ketika David memutuskan untuk berpindah kenegaraan sehingga Fania harus terpisah darinya.


Braakkk!!!

__ADS_1


Vallen mendobrak pintu ruang meeting saat mendengar Vano menyebut seorang gadis.


"Fania? Siapa dia?" Tanya Vallen tanpa basa-basi.


Vano langsung berdiri melihat Vallen tidak memiliki sopan santun masuk tanpa permisi apalagi tamunya adalah salah satu tamu spesial.


"Urus dia!!" Titah Vano pada Ethan.


Ethan mengangguk lalu menyeret Vallen keluar menjauhi tempat itu, Vano kembali duduk tenang seperti biasa padahal isi kepalanya penuh dengan Vallen.


"Cantik" ucap David tersenyum.


"Hey ingat batasan mu, ingat anak dan istrimu dirumah!!" Ujar Vano ketus, dia tidak peduli siapapun itu jika berani menyinggung Vallen maka dia akan naik darah dua kali lipat dari biasanya.


David tersenyum sembari menggelengkan kepala melihat tingkah anak muda jatuh cinta namun enggan mengungkapkan atau bisa dikatakan GENGSI seperti Vano


"Mood ku hilang!!" Ucap Vano ketus.


David mengernyitkan dahi dengan duplikat Vino satu satunya ini.


"Apa kalian pindah kemari?" Tanya Vano mengalihkan pembicaraan.


"Yaahh bela akhirnya memutuskan untuk kembali ke negara ini" jawab David menghembuskan nafas.

__ADS_1


"Fania?" Tanya Vano kembali.


"Untuk saat ini Fania dirumah bersama bundanya tapi sore nanti dia akan kembali ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan nya" jawab David diiringi senyum tipisnya.


"Sayang sekali aku tidak bisa menemui gadis cerewet beberapa tahun yang lalu" ucap Vano ikut tersenyum sembari mengingat ingat bayang wajah Fania kecil.


"Baiklah aku harus kembali, jika ada sesuatu yang kau perlukan untuk kerjasama kita kau bisa menghubungi sekertaris ku" kata David mengakhiri percakapan.


Vano mengangguk datar menatap kepergian David, pria itu memang salah satu rekan kerja terbaik Vano selama ini namun sayang dia harus melakukan kerjasama itu tanpa tatap mata dikarenakan David pindah kenegaraan.


Brugghh!!!


"Aw!!!" Vallen terjatuh ke lantai karena tak sengaja menabrak seorang pria yang tak lain adalah David.


"Kau baik baik saja?" Tanya David mengulurkan tangannya membantu Vallen.


"Hey kau, Putri mu tidak boleh berdekatan dengan Vano awas saja jika dia datang aku akan menghabisi nya!!" Ancam Vallen dengan tatapan sinisnya.


David tersenyum tipis dengan ancaman seorang gadis kecil didepannya itu.


"Dengar tidak!!" Ucap Vallen kesal.


"Dengar, kebetulan Putri ku tidak jauh usianya dengan mu, jika kau tidak bisa menjaga kekasih mu mungkin saja Putri ku akan mendekatinya" ujar David tersenyum sinis lalu meninggalkan Vallen sendiri.

__ADS_1


"He,,,hey!! Apa maksudmu aku tidak mengerti, bisa tolong jelaskan lagi??" Kata Vallen setengah berteriak namun David dengan santai melambaikan tangannya tanpa menghentikan langkah keluar kantor.


"Kekasih itu apalagi? Mm mungkin seranggga betina" gumam Vallen sembari mengetuk ngetuk kepalanya.


__ADS_2