Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 96


__ADS_3

"Hey sebentar sebentar" Vallen berusaha berdiri tapi tidak bisa.


"Zea bantu" ucap Vallen merentangkan kedua tangannya.


"Siap sayang" kata Zea lalu menarik Sarah untuk membantunya juga.


Zea dan Sarah pun mengangkat Vallen hingga menjauh dari Vano dan Bela.


"Ck aku kesal" gumam Vallen.


"Kesal kenapa sayang?" Tanya Vira mendengar gumaman Vallen.


"Apa maksud kalian berkumpul disini? Mau menjodohkan Vano dengan Fania sialan itu!!" Jawab Vallen ketus.


"Vallen jaga ucapan" ujar Vano datar


"Fania cantik itu!" Kata Vallen mengulangi kalimatnya.


"Dan kau kenapa disini? Kesal sekali aku melihat wajah orangtua saingan ku" gerutu Vallen menunjuk David dan Bela.


"Vallen dengarkan dulu,,,,"


"Tidak!! Sarah ayo pulang" ucap Vallen ketus menarik Sarah.


"No,,,nona a,,,aku sudah meledakkan hutan" kata Sarah menghentikan langkahnya.


"Vallen duduk!!" Titah Vano.


"Tidak!!"


"Vallen duduk!!" Titah Vino.

__ADS_1


"Tidak!!"


"Fania duduk!!" Titah David.


"Tidak!!" Tolak Vallen lagi.


"Sebentar" Vallen mencerna nama panggilan nya tadi, sepertinya David salah tapi matanya mengarah pada Vallen pikir gadis itu.


"Ka,,,,kau memanggilku siapa?" Tanya Vallen membuka lebar lebar telinganya.


"Fania!!" Jawab David menatap putrinya.


"Mereka adalah orang tua mu Vallen, Fania adalah dirimu yang hilang 15 tahun lalu, kau putri Ferrero yang selama ini tidak pernah di publish" saut Vano menjelaskan yang sebenarnya pada Vallen walau sejujurnya ia belum ingin mengungkapkan itu.


"A,,, apa?" Vallen masih tidak percaya dengan penuturan Vano.


"Benar Vallen, ternyata setelah kami selidiki lebih dalam dengan banyaknya bukti yang terkumpul kan kau memang benar putri dari keluarga Ferrero" sambung Vino.


"Maafkan Vallen" gadis itu langsung bersujud mencium kaki bela diiringi Isak tangis.


"Sayang bangun tidak perlu melakukan itu" ujar Bela memegang bahu Vallen agar berdiri tapi ia tidak ingin pergi dari kaki bela.


"Vallen jahat, Vallen hampir saja membunuh kalian" kata Vallen tersedu sedu hingga air matanya sangat terasa di punggung kaki bela.


"Vallen sayang bangun nak, mama tidak pernah menyalahkan mu bangun sayang" ucap Bela ikut menangis memaksa Vallen untuk berdiri dan memeluknya.


"Vallen minta maaf ma, Vallen benar benar minta maaf"


"Sudah mama katakan ini bukan salahmu, kau tidak memiliki kesalahan kau tetap anak mama sampai kapanpun, walau Vallen membunuh mama" tutur Bela semakin mengeratkan pelukannya.


"Tidak ma, Vallen tidak mau"

__ADS_1


"Peluk papa nak" ucap Bela melepas pelukannya.


Vallen ikut melepas pelukannya lalu berjalan mendekati David dan memeluknya.


"Sudah ingat papa sekarang?" Bisik David.


"Belum" jawab Vallen dengan polosnya bersandar di bawah leher David.


"Perkenalkan ini papanya Fania"


"Bukan, ini papanya Vallen tidak mau satu ayah dengan Fania!!" Ucap Vallen mengeratkan pelukannya dengan manja.


Semua menggelengkan kepala melihat tingkah manja Vallen di papanya, gadis itu masih saja menganggap Fania adalah saingannya padahal Fania adalah dirinya sendiri.


"pa, maaf waktu itu Vallen tidak mengenali papa dan hampir menghabisi papa dan mama" bisik Vallen walau sedang sesenggukan.


"papanya Fania sudah memaafkan" jawab David tetap menggoda putrinya.


"pa Vallen akan memecat mu sebagai papa jika terus memanggilku Fania" ucap Vallen memukul pelan dada David.


David terkekeh melihat gemasnya putri semata wayang yang telah tumbuh dewasa itu, David menguatkan pelukannya ditubuh Vallen walau sudah mendapat tatapan membunuh dari Vano tapi David cuek bebek.


🌱🌱


aku jadi gimana gimana gitu ya om🥴


👇


David Ferrero


__ADS_1


__ADS_2