
Daan pada akhirnya Vano berhasil melewati masa uji coba tinggal mengajari pelan pelan bagaimana dunianya pada Vallen, tugas Vano sekarang adalah memperkenalkan siapa dirinya.
Beberapa minggu ini Vano memang terbebas dari kedua orangtuanya mendekati Vallen dengan alasan untuk mengajar dan mengajar Vallen karena sejujurnya Vano sudah malas dengan hubungan tanpa status itu.
Dan hari ini Vano memberikan libur untuk Vallen belajar agama, gadis itu pintar bahkan sangat pintar karena otaknya mampu mengingat seluruh ucapan Vano. Dan hal ini membuat Vano yakin bahwa Vallen sebenarnya bukan orang sembarangan, IQ nya cukup tinggi oleh karena itu dirinya dijadikan tokoh utama dalam pembunuhan.
"Sarah!!!" Panggil Vallen sembari mengetuk pintu cukup keras.
"Iya nona" jawab Sarah membuka pintu.
"Ayo jalan jalan" ajak Vallen menarik Sarah dari kamar meskipun asistennya itu masih hancur berantakan.
"Nona kita akan kemana aku belum bersiap siap" ucap Sarah.
Vallen menghentikan langkahnya lalu memutar tubuh mengarah pada Sarah, tatapan nya menyusuri seluruh tubuh Sarah.
"Hmm cantik sudah lah ayo pergi aku bosan didalam rumah" kata Vallen kembali menarik Sarah.
"Nona kita belum memiliki izin dari Vano" ujar Sarah berusaha menghentikan Vallen.
"Sudah ada izin, cepatlah Ethan sudah menunggu diluar"
__ADS_1
"Ethan? Kenapa Ethan?"
"Ethan adalah kunci kita bisa keluar, Vano mengatakan tidak ada izin jika tidak dengan orang kepercayaan nya"
Vallen langsung mendorong tubuh Sarah masuk kedalam mobil dengan paksa seperti seorang penculik.
Didalam mobil Vallen benar benar tidak berbicara sama sekali, Ethan saja bingung kenapa gadis yang biasa nya banyak berbicara itu tiba-tiba menjadi hening.
Seketika Ethan bergidik ngeri jika ini sebuah jebakan, Ethan kembali menatap Vallen dan Vallen pun membalas tatapan Ethan dengan sangat tajam.
"Ka,,,kau ingin kemana?" Tanya Ethan mencairkan suasana.
"Lurus hingga kau melihat pertigaan lalu belok kiri" jawab Vallen dengan suara dingin.
"Nona kau baik baik saja?" Tanya Sarah meremas tangannya.
"Baik, memang nya apa yang kau harapkan!!" Jawab Vallen tanpa menatap Sarah.
Mendengar jawaban itu Ethan sudah merasa tidak ada yang baik baik saja disana, dia mengaktifkan pelacak agar Vano dapat menemukan dirinya walau hanya sekedar jasad nantinya.
"Stop!!" Titah Vallen.
__ADS_1
Refleks Ethan menghentikan mobilnya hingga terkena stir mobil, wajah Ethan dan Sarah mulai serius ketika Vallen mengeluarkan pisau dari belakang dan keluar mobil.
"Nona ka,,,kau ingin melakukan apa?" Tanya Sarah mengikuti Vallen begitu juga dengan Ethan.
"Diam!! Kau pergilah!" Jawab Vallen.
Sebelum keluar mobil Ethan ternyata sudah menghubungi Vano dengan video panggilan, Vano jelas melihat Vallen sedang memegang pisau disertai tatapan membunuh itu.
Vallen berjalan menuju semak semak pinggir hutan yang cukup sepi bahkan sangat sepi, kakinya terus menginjak rumput rumput liar yang hidup disana.
"Apa dia kembali kepada sikapnya?" Tanya Ethan pada Sarah sembari mengikuti gadis itu dari belakang.
"Kurasa tidak karena jika nona kembali maka dia tidak bisa melihat manusia sedikitpun pasti nona akan membunuhnya" jawab Sarah.
"Mungkin dia mengelabui kita!!"
"Nona tidak akan kembali tanpa menggunakan alat alat ditubuhnya jadi kau tenang saja"
"Lalu bagaimana dengan mu? Kau tidak memiliki alat sebanyak Vallen ditubuh mu!!
Sarah diam, dia memilih berjalan menjauh mengikuti majikannya daripada menjelaskan hal yang tidak penting pada orang luar.
__ADS_1
###
sesuatu 😌