
Dan ya dua jam kemudian dokter intan keluar dari ruangan Vallen sembari membuka bungkus tangannya sebelum berbicara dengan pihak keluarga.
"Bagaimana keadaan putri ku dokter?" Tanya Bela tanpa basa-basi.
"Apa operasinya lancar? Vallen baik baik saja? Bagaimana keadaannya?" Tanya Vano bertubi-tubi.
"Sampai saat ini kami belum bisa memastikan bahwa nona Vallen baik baik saja dan untuk soal operasi maaf,,,,,"
"Hey lanjutkan ucapan mu kenapa kau berhenti!!" Ucap Vano memukul tembok disampingnya lalu berdiri mendekati dokter intan.
"Operasi nya berjalan lancar tapi hasilnya akan kita ketahui setelah nona Vallen siuman" sambung dokter intan.
"Kapan dia sadar"
"Beberapa hari lagi sekitar satu minggu"
Vano kembali duduk memijit pelipisnya, dia harus menunggu lagi untuk melihat Vallen membuka mata.
"Maaf tuan nyonya saya harus membersihkan alat alat sebentar setelah itu kalian bisa masuk kedalam tapi mohon bergantian" ucap dokter intan lalu masuk kedalam setelah disetujui oleh Vino dan yang lainnya.
Dari kejauhan seperti kondisi saat ini tidak cocok untuk membicarakan Pian pikir Ethan, bisa saja Ethan mengambil langkah sendiri namun ia tidak pernah mendahului kehendak Vano.
"Apa nona baik baik saja?" Tanya Sarah pada dirinya sendiri.
"Sebaiknya kita tanyakan langsung" jawab Ethan yang tumben tumbenan dalam sejarah hidupnya bisa berdua sedikit lama dengan seorang gadis.
Keduanya mendekati depan pintu lalu Sarah menatap satu persatu orang disana, hanya Bela dan David yang terlihat asing dimatanya.
__ADS_1
"Apa nona baik baik saja?" Tanya Sarah pada semua.
Tidak ada yang menjawab, mereka hanya menunggu Vallen sedang selesai di urus.
"Baik Sarah, Vallen baik baik saja ayo ikuti aku" saut Zea sembari menarik lengan Sarah agar menjauhi ruangan lalu menjelaskannya di kamar Zea.
Beberapa lama dijelaskan kondisi Vallen Sarah mengerti, itu artinya Sarah sudah tidak berhak melindungi Vallen karena orangtua kandungnya telah ditemukan yaitu orang asing yang ia lihat tadi.
"Huuhh Sepertinya mereka orang baik" ucap Sarah.
"Tentu saja nyonya Ferrero itu,,,,,"
Ceklek
"Kakak? Ada apa?" Tanya Zea bingung menatap Farel.
"Sudah selesai berbicara? Kakak lelah ingin istirahat" jawab Farel lesu.
"Mm sebaiknya aku pergi terlebih dahulu" saut Sarah sebelum mendengar ucapan ucapan yang dilarang telinganya.
Ceklek
Farel kembali menutup pintu setelah Sarah keluar lalu merebahkan tubuhnya di ranjang milik Zea.
"Kakak!! Kenapa tidur disini" ujar Zea mengguncang tubuh Farel.
"Kamar kakak dipasangkan garis polisi Zea sstt diam lima menit" ucap Farel menutup kepalanya dengan bantal.
__ADS_1
"Garis polisi? Memangnya kakak menggunakan narkoba?"
"Astaghfirullah bicara tolong di kontrol, memang kakak blangsakan tapi tidak pernah menyentuh obat terlarang" sanggah Farel.
"Lalu?"
"Mama dan papa lalu ibu dan ayah melihat kakak tidak pernah tidur disini dan tadi malam kakak melihat kamar kakak sudah diberi garis polisi jadi kakak tidak bisa tidur sama sekali satu malam penuh" jawab Farel lalu kembali menutup matanya.
"Lalu kenapa dikamar Zea kak?" Tanya Zea lagi.
"Zea pintar suami istri harus tidur dimana?" Tanya Farel balik.
"Dikamar" jawab Zea
Belum satu detik menjawab pertanyaan Farel dia ingat sekarang ternyata tiga hari yang lalu dirinya pernah menikah dengan Farel.
"Zea lupa kak ternyata Zea punya suami"
"Kakak juga baru ingat tadi malam" kata Farel.
Keduanya sama sama menghela nafas kasar, bisa bisanya karena masalah Vallen mereka melupakan status baru mereka sebagai suami istri.
🌱🌱🌱
Farel Alexander
__ADS_1
Zea Wijaya